PEPO.id - Yang namanya roda kehidupan memang terus berputar, kadang tengah berada di atas namun bukan berarti tidak mungkin akan berada di bawah. Dal hal tersebut kini tengah dirasakan oleh pelawak Sule.
Jika dulu Sule yang bernama asli Entis Sutisna hampir setiap hari menghiasi layar TV Indonesia, baik itu sebagai pelawak, pembawa acara, penyanyi bahkan ada juga dalam sebuah film dan sinetron.
Namun sayang, dalam beberapa tahun terakhir ini Sule seolah hilang dari pertelevisian Indonesia. Keadaan inipun diakui langsung oleh dirinya, ia mengaku sudah dua tahun sepi job dan tidak lagi memiliki acara tetap di televisi.
Dalam berbagai kesempatan, termasuk saat hadir di podcast sahabatnya, Andre Taulani, serta di kanal YouTube Denny Sumargo, Sule secara terbuka membagikan pengalamannya mengenai penurunan karier tersebut.
Nah berikut merupakan beberapa alasan mengapa pelawak Sule atau Entis Sutisna semakin menurun popularitasnya dan seolah tidak laku lagi di TV.
1. Penolakan Terhadap Roasting
Salah satu alasan yang diyakini menjadi penyebab mengapa Sule jarang diundang ke acara televisi adalah ketidaknyamanannya untuk di-roast, atau dijadikan sasaran lelucon oleh komika lain.
Situasi ini bermula ketika Sule secara tegas menolak untuk di-roast oleh Kiki Saputri, seorang komika, dalam sebuah program yang ia pimpin.
Kejadian penolakan tersebut menjadi viral di media sosial, dan tidak sedikit orang memberikan reaksi beragam, termasuk kritik tajam serta hujatan dari warganet yang menganggap Sule terlalu sensitif dalam menghadapi guyonan semacam itu.
Menyadari dampak dari insiden tersebut, Sule mulai merasa bahwa citra negatif yang melekat padanya berdampak signifikan pada kariernya.
Setelah kejadian itu, tawaran untuk tampil di televisi semakin menurun drastis, dan Sule mengaku mengalami sepinya pekerjaan selama sekitar dua tahun.
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Sule yang selama ini dikenal sebagai salah satu pelawak papan atas di Indonesia.
2. Dituduh Pelawak Sombong
Selain dianggap sebagai sosok yang sensitif, Sule juga mendapat reputasi sebagai pelawak yang sombong. Tuduhan ini muncul ketika beberapa komika, seperti Uus dan Ronald Surapraja, berbagi pengalaman mereka saat tampil di acara "Opera Van Java" (OVJ).
Dalam podcast yang mereka adakan bersama Deddy Corbuzier, keduanya menceritakan tentang sosok pelawak senior yang dianggap arogan dan selalu ingin terlihat paling lucu di antara rekan-rekannya.
Meskipun mereka tidak menyebutkan nama secara langsung, banyak warganet yang berspekulasi bahwa pelawak yang mereka maksud adalah Sule, menambah buruk citra dirinya di mata publik.
3. Bayaran yang Terlalu Tinggi
Pada masa kejayaannya, Sule dikenal sebagai salah satu pelawak dengan bayaran tertinggi di industri hiburan Indonesia, yang bisa mencapai Rp50 juta untuk setiap jam penampilannya di televisi.
Namun, tingginya honor yang diminta oleh Sule ini menjadi salah satu alasan mengapa beberapa stasiun televisi enggan untuk mengundangnya kembali.
Dalam dunia hiburan, banyak stasiun televisi yang selalu mencari alternatif yang lebih ekonomis, terutama di tengah munculnya banyak komedian baru yang menawarkan gaya humor yang segar dan lebih terjangkau.
4. Kompetisi dengan Komedian Baru
Kedatangan para komedian baru dengan gaya humor yang lebih modern dan kontemporer turut mempengaruhi frekuensi penampilan Sule di layar kaca.
Sule sendiri menyadari bahwa setiap orang memiliki masa kejayaannya masing-masing, dan mungkin masa puncaknya sebagai pelawak di televisi sudah berlalu.
Namun, ia tetap meyakini bahwa tampil di televisi bukanlah satu-satunya indikator kesuksesan bagi seorang entertainer.
Saat ini, Sule lebih aktif dalam membuat konten di platform YouTube, termasuk kolaborasi dengan pengusaha Rudi Salim untuk mengembangkan perusahaan yang bergerak di bidang digital.
5. Dituduh Arogan dalam Berbagai Insiden
Sule juga terlibat dalam beberapa insiden yang dianggap menunjukkan sikap arogan. Salah satu contohnya adalah ketika ia memarahi artis Sandi Aulia dalam sebuah acara talk show yang ia pimpin.
Insiden itu terjadi ketika Sandi menyinggung masalah rumah tangganya, yang membuat Sule terlihat emosional dan kehilangan kendali atas amarahnya.
Reaksi Sule yang dianggap berlebihan itu memicu banyak kritik dari warganet, semakin memperkuat citra negatifnya sebagai sosok yang angkuh.
Selain Sandi Aulia, penyanyi dangdut Iis Dahlia juga pernah merasakan sikap Sule yang terkesan arogan. Dalam sebuah acara televisi, Sule menunjukkan kemarahannya ketika Iis menyinggung urusan pribadi yang berkaitan dengan telepon yang ia terima.
Celetukan Iis mengenai kemungkinan telepon itu berasal dari seorang wanita membuat Sule merasa tidak senang dan merespons dengan nada tinggi. Momen tersebut pun menjadi bahan perbincangan di media sosial, semakin memperburuk citra Sule di mata publik.
6. Perjalanan Karier Sule
Meski banyak faktor yang diduga menyebabkan penurunan popularitas Sule di televisi, ia tidak memilih untuk menyerah begitu saja.
Sule memutuskan untuk mengalihkan fokusnya ke platform digital, seperti YouTube, yang memberinya kebebasan lebih dalam mengekspresikan kreativitas tanpa batasan dari stasiun televisi.
Selain itu, ia juga tengah merintis usaha di bidang digital bersama rekan-rekannya, menunjukkan bahwa ia tetap aktif dan produktif meskipun tidak lagi tampil di layar kaca seperti dulu.
Sule percaya bahwa masa kejayaannya sebagai pelawak televisi mungkin sudah berlalu, tetapi hal ini tidak berarti bahwa ia kehilangan penggemar atau tidak memiliki peluang lain di dunia hiburan.
Walaupun popularitasnya di televisi mungkin memudar, Sule terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan berusaha untuk tetap relevan di industri hiburan.
Karier Sule yang pernah bersinar terang memang mengalami pasang surut, tetapi ia tetap menunjukkan semangat untuk bangkit dan berusaha.
Perubahan dalam popularitas dan pekerjaan adalah hal yang wajar dalam dunia hiburan, di mana setiap individu memiliki masanya masing-masing.
Sule membuktikan bahwa ia mampu beradaptasi dengan era baru dan mencari jalur lain untuk tetap berkarya, seperti melalui konten digital dan bisnis di bidang hiburan.
Dengan segala usaha dan dedikasinya, Sule menunjukkan bahwa meski ada tantangan, selalu ada peluang untuk berkembang dan meraih kesuksesan yang baru. ***
