PEPO.id - Selebgram Gita Savitri kembali menjadi sorotan dengan unggahan terbarunya di media sosial.

Foto-foto yang diunggah Gita Savitri memperlihatkan momen saat Gita mengikuti aksi demo di jalanan Hamburg, Jerman.

Seorang wanita berhijab, Gita Savitri, menulis pernyataan berupa protes politik terhadap patriarki, rasisme, dan kapitalisme.

Momen demonstrasi Gita Savitri sebagai bagian dari rangkaian Hari Perempuan Internasional 2023.

Baca Juga: Wulan Guritno Sebut Awet Muda Tak Ada Hubungannya Dengan Punya Anak, Sindiran Pedas untuk Gita Savitri?

"Hancurkan patriarki, racism, kapitalisme seharian setiap hari. Tapi hari ini kami menghantam jalanan ???? #iwd2023 #womensday2023," tulis Gita Savitri di Instagram yang dikutip pada Jumat, 10 Maret 2023.

 

Gita Savitri mengenakan jaket parka berwarna coklat dan membawa tas selempang berlogo Japanese Toy Products.

Gita Savitri tidak sendirian, kali ini ia juga terlihat ditemani sang suami.

Sang suami terlihat memegang poster yang memicu kontroversi di kalangan pengguna media sosial Indonesia.

Baca Juga: Tanggapi Pernyataan Gita Savitri Soal 'Childfree', Wulan Guritno: Pola Hidup Sehat Bikin Kita Awet Muda

Poster itu mengatakan beberapa dukungan politik yang diminta oleh demonstrasi.

Topik yang tentu menjadi isu utama adalah mengenai berbagai kasus terkait perempuan di sejumlah kawasan dunia.

Namun, salah satu isu dalam poster Gita Savitri dan sang suami tersebut kemudian mengundang protes dari netizen karena berisikan dukungan terhadap kaum LGBTQ+.

"Aku berdiri bersama perempuan Iran, perempuan Afghanistan, perempuan Uyghur, BIPOC & LGBTQ+, semua orang yang melawan penindasan dan ketidakadilan," keterangan poster aksi yang dibawa Gita Savitri dan suami.

Baca Juga: Mertua Gita Savitri Tidak Setuju Soal Pernyataan Anak Adalah Beban, Sang Suami: Dia Belum Bisa Menerima

Banyak netizen yang kemudian memberikan komentar hujatan dan protes terhadap poster dukungan terhadap LGBTQ+ yang dibawa Gita dan suami di Jerman.

"Kak gita mungkin tulisan LGBT+ mohon dihapus, mungkin dg cara respect dg para wanita saja sudah cukup. Menurutku ya, drpd bahas itu jd panjang dan bertolak belakang dg agama," tulis @no***sp.

"Sebenarnya tidak ada yang salah sama pemikiran gitasav, begitupun dengan argumen netizen indonesia, kecuali yang ngehujat. Tapi alangkah lebih baik jika pemikiran2 yang lebih mengarah ke pemikiran orang2 jerman bisa lebih dikeep untuk mba gitasav sendiri, jangan dilempar ke sosial yang mana jadi bahan konsumsi netizen indonesia, karena pada akhirnya akan selalu bersebrangan," tulis @il***in.

"LGBTQ? Kakak mau kembali ke zaman Nabi Lut ya? Nauzubillah," tulis @nu***dd.