PEPO.id - Sedang mencari kuliner khas Ternate yang terkenal enak? Simak artikel ini sampai selesai.

Beragam kuliner khas Ternate ini wajib Anda coba bersama keluarga saat libur akhir pekan tiba.

Dilansir Pepo.id dari berbagai sumber, berikut 10 kuliner khas Ternate.

1. Papeda

Papeda merupakan produk kuliner yang terbuat dari tepung sagu. Jenis masakan ini identik dengan daerah Maluku dan Papua. Jika nasi adalah makanan utama di Jawa, papeda adalah makanan utama di Ternate. Secara visual, makanan ini terlihat seperti lem yang terbuat dari tepung kanji. Putih transparan dan kental.

Bisa dibilang, papeda adalah versi lem kanji yang ramah makanan. Jangan khawatir, Anda tidak akan keracunan atau dirawat di rumah sakit setelah mencoba hidangan ini. Hidangan ini bisa disajikan sebagai lauk dengan kembang kol pepaya, tuna, tumis kangkung, atau tumis ikan mubara. Demonstrasi memasak ini diberikan setelah pemasakan dilakukan pada suhu ruangan.

Baca Juga: 5 Posisi Duduk Berbahaya yang Harus Dihindari, Salah Satunya Menyilangkan Kaki

2. Ikan Asap

Keistimewaan lain dari daerah di Ternate adalah ikan asap. Selama pemrosesan, sangat sedikit minyak yang digunakan dalam proses pembuatan kelezatan ini. Oleh karena itu, orang yang menghindari makanan berminyak bisa makan ikan jenis ini sesering mungkin tanpa khawatir akan jerawat di wajahnya.

Biasanya ikan asap adalah fufu, cakalang, komu asar dan tuna. Keunggulan dari masakan ini yaitu tahan hingga 7 hari masa simpan. Bagus sebagai oleh-oleh untuk tetangga sebelah?

3. Lapis Palaro

Selain rendang, lapis pallaro juga menjadi kuliner populer yang berbahan dasar daging sapi. Namanya memang tidak setenar rendang, tapi lapis lazuli ini juga dibuat dengan rempah-rempah sehingga memiliki cita rasa yang kuat.

Hidangan ini adalah rendang versi pedas. Orang yang suka makanan pedas pasti suka dengan masakan ini. Dapat dipahami bahwa daging dalam hidangan ini berbentuk pipih. Ada yang digoreng terlebih dahulu lalu dibumbui, ada pula yang direbus lalu disangrai dengan bumbu.

4. Halua Kenari

Kenari Halua merupakan jajanan lokal masyarakat Ternate yang terbuat dari gula merah dan kacang kenari. Bentuknya diabstraksikan dengan warna coklat khas gula merah. Masakan ini bisa menjadi makanan diet karena mengandung protein.

Hidangan ini bisa ditambahkan ke resep pribadi Anda, siapkan saja 500 gram kenari panggang, 1 sendok makan gula putih, 1 sendok teh garam, 225 gram gula merah, dan 100 ml air. Kemudian, semua gula dan air dicairkan. Setelah itu, campur dengan kenari dan taburi dengan garam. Kenari haluya sudah siap. Bentuknya kecil dan mudah dimakan.

Baca Juga: Isma Purba Klarifikasi Sambil Menitikkan Air Mata Terkait Isu Perceraian Dengan Boris Bokir

5. Nasi Lapola

Warga Ternate memfavoritkan nasi lapola sebagai olahan nasi favorit. Bentuknya mirip dengan lontong jawa yang diiris sedang. Bedanya, dalam pengolahan, nasi lapola dibuat menggunakan beras mentah, kacang tolo, dan parutan degan. Karena itu, terdapat rasa gurih dan manis saat menggigitnya.

Masyarakat Ternate menghidangkan sajian ini bersama ikan tongkol, sayur lalapan, dan ikan teri. Bila Anda tidak suka tekstur yang seperti lontong, Anda juga bisa mencari di restoran atau warung makanan lain dalam bentuk bulir nasi.

6. Gohu Ikan

Gohu ikan merupakan sashimi dengan kearifan lokal Indonesia. Kuliner ini merupakan sajian daging ikan mentah yang langsung dimakan. Daging ikan yang dipakai bisa dari tuna atau cakalang.

Sebelum disajikan kepada orang, gohu akan dicampur dulu bersama bumbu. Pertama, daging ikan akan dipotong dadu. Lalu, diberi perasan jeruk nipis, dicampur tumis cabai rawit dan bawang merah serta potongan kemangi dan kenari. Sentuhan terakhir, diberi siraman minyak panas baru dihidangkan.

7. Waku Komo-komo

Selain papeda, kuliner lain yang terbuat dari sagu adalah waku komo-komo. Bila papeda sebagai pencukup karbohidrat, waku komo-komo dimakan sebagai pencukup protein.

Kuliner ini dibuat dengan cara merendam sagu selama sejam. Sembari menunggu, waktu diisi dengan membuat bumbu dari santan, serai, bawang merah, jahe, bawang putih, garam, dan merica yang dihaluskan. Kemudian, memotong dadu tumis jeroan ikan. Setelah sejam, adonan sagu dicampur dengan bumbu halus. Bila sudah rata, diberi potongan dadu tumis jeroan ikan.

Baca Juga: Manfaat Makan Ceker Ayam Bagi Kesehatan Tubuh, Mampu Mencegah Osteoporosis

8. Bagea

Setelah sebelumnya mengulas kuliner dengan rasa yang kuat, kini waktunya memberi jeda dengan camilan manis yang ringan dimakan. Lagi-lagi, kue kering ini terbuat dari tepung sagu. Bahan tambahan lainnya yaitu cengkih, minyak nabati, gula merah, tepung terigu, kacang tanah, kayu manis, dan kacang kenari. Lalu, dibungkus bulat-bulat dengan daun lontar.

Bagea memiliki bentuk yang bulat dengan warna coklat muda, Kue kering ini cocok dijadikan sandingan menyesap teh atau kopi di sore hari. Namun, bagea ini hanya cocok untuk dimakan usia di bawah empat puluh tahun karena teksturnya yang sedikit keras. Bila Anda menginjak lima puluh tahun, sebaiknya jangan mencoba kue kering ini daripada gigi Anda akan goyang.

9. Colo-colo

Colo-colo merupakan kuliner berupa sambal khas Ternate. Sambal ini disebut oleh warga setempat dengan panggilan “dabu-dabu”. Hampir setiap hari warga Ternate selalu memakan sambal ini untuk dijadikan saus cocol.

Bila Anda ingin mencoba juga membuat colo-colo di rumah, Anda perlu menyiapkan bawang merah, jeruk nipis, garam, cabai rawit, tomat, dan gula. Potong cabai rawit dan bawang merah menjadi tipis dan peras jeruk nipis. Campur rata semua bahan menjadi satu. Rasa pedas, manis, dan segar akan Anda temukan dalam sambal ini.

10. Gatang Kenari

Daftar sajian kuliner berikutnya adalah Gatang Kenari. Dari nama-nama kuliner sebelumnya, kuliner yang menyematkan kata “kenari” sebagai nama makanan menggunakan bahan utama kacang kenari. Namun, kuliner ini berbeda. Gatang kenari menggunakan kepiting sebagai bahan bakunya. Yaitu jenis kepiting kenari, seekor pemakan kelapa.

Kata “gatang” disematkan pada nama kuliner ini karena merupakan sebutan warga Ternate untuk kepiting. Kata ini masuk dalam bahasa daerah warga Maluku. Sejujurnya, membunuh kepiting kenari sudah tidak diperbolehkan karena populasinya yang terus berkurang.

Demikian artikel mengenai 10 kuliner khas Ternate, selamat mencoba.***