PEPO.id - Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang tersumbat terganggu, mengurangi suplai darah ke otak. Bukan hanya orang tua, kondisi ini juga mempengaruhi orang-orang dari kelompok usia lainnya.
Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke, salah satunya adalah pola makan. Kepala dokter digital Babylon, Dr Jonathan Zeilinger, menyarankan untuk menghindari daging olahan dan gorengan untuk mencegah penyumbatan arteri.
"Lemak jenuh dan trans adalah penyebab utama dan termasuk makanan seperti daging olahan (seperti sosis dan burger), mentega, biskuit, dan gorengan," kata dr Zeilinger seperti dikutip dari laman Express.
Baca Juga: Raffi Ahmad Sebut Nagita Slavina dan Jeje Govinda Pasangan yang Sabar, Sindir Syahnaz?
Selain itu, ada makanan lain yang juga meningkatkan risiko stroke yaitu makanan tinggi garam. Peningkatan tekanan darah juga dapat menyebabkan aterosklerosis, Dr. Zeilinger menjelaskan.
"Asupan garam yang tinggi (seperti yang ditemukan pada keripik dan bakon) akan menambah risiko Anda," ujarnya.
Faktor kunci lain dalam risiko stroke adalah asupan gula yang tinggi. Minuman bersoda misalnya. Itu sebagian karena dikaitkan dengan penambahan berat badan dan diabetes tipe 2, yang dapat menyebabkan kerusakan arteri dan pembengkakan.
Baca Juga: Resep Pisang Nugget Keju, Makanan yang Mudah di Buat untuk Camilan Anak di Rumah
Pada saat yang sama, beberapa makanan mungkin memiliki efek sebaliknya. Makan setidaknya lima (dan sebaiknya tujuh hingga sembilan) porsi buah dan sayuran sehari untuk mengurangi risiko stroke.
Dr Zeilinger menyebutkan beberapa penelitian telah menunjukkan konsumsi buah dan sayuran yang lebih tinggi mengarah pada penurunan tingkat strok dan sebaliknya dengan asupan yang lebih rendah.
"Buah dan sayur juga mengandung serat, yang dapat membantu mencegah kadar lemak tinggi dengan cara mengikat kolesterol di usus kita," ungkapnya.***


