PEPO.id - Bagi sebagian orang, ceker ayam adalah sajian favorit yang menggugah selera. Dari sup bening, bumbu pedas, hingga tumisan, bagian kaki ayam ini kerap jadi pilihan menu rumahan maupun jajanan populer.

Namun, di balik rasanya yang gurih, tak sedikit yang menganggap ceker ayam sebagai makanan kurang bergizi. Pasalnya, bagian ini lebih banyak terdiri dari kulit dan tulang, bukan daging.

Faktanya, ceker ayam mengandung nutrisi penting, khususnya bila diolah dengan benar, misalnya direbus untuk diambil sari kaldunya. Cara ini dapat memaksimalkan penyerapan nutrisinya.

Baca Juga: Tips Perawatan Wajah Sehari-Hari agar Kulit Sehat dan Terlindungi dari Penuaan Dini

Dalam 100 gram ceker ayam rebus, terdapat air sebanyak 65,8 gram, kalori 215 kkal, serta protein sebanyak 19,4 gram. Lemaknya cukup tinggi yakni 14,6 gram, sedangkan karbohidratnya sangat rendah, hanya 0,2 gram.

Kandungan mineral lain mencakup kalsium (88 mg), fosfor (83 mg), zat besi (0,91 mg), kalium (31 mg), magnesium (5 mg), dan natrium (67 mg). Ceker ayam juga kaya akan vitamin B kompleks, vitamin E, dan zat kolin yang bermanfaat bagi tubuh.

Ceker ayam ternyata kaya akan zat penting, seperti glukosamin yang bermanfaat untuk mengurangi nyeri sendi, folat yang membantu pertumbuhan janin, serta kolagen yang menyumbang sekitar 70% dari total kandungan proteinnya.

Baca Juga: Osteoartritis: Nyeri Sendi Kronis yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Kolagen inilah yang menjadikan ceker ayam kaya manfaat. Jika dikonsumsi bersama sumber karbohidrat dan vitamin lainnya, ceker bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Berikut ini beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh dari mengonsumsi ceker ayam secara rutin dan bijak:

1. Menjaga Kesehatan Kulit
Kolagen dalam ceker ayam memiliki fungsi penting dalam menjaga kelembapan dan kekenyalan kulit. Studi tahun 2015 menyebutkan bahwa konsumsi kolagen dapat menurunkan munculnya selulit dan garis halus.

Baca Juga: Terapkan Beberapa Hal Ini Untuk Menjaga Kesehatan Sendi Lutut Agar Kuat di Usia Tua

2. Meredakan Nyeri Sendi
Kolagen juga berfungsi melumasi sendi dan menjaga kepadatan tulang rawan. Penelitian tahun 2017 menemukan bahwa konsumsi kolagen peptida dapat membantu mengurangi nyeri serta kekakuan sendi pada penderita osteoartritis.

3. Mencegah Osteoporosis
Sebuah studi tahun 2018 mencatat bahwa asupan 5 gram peptida kolagen setiap hari dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko pengeroposan, terutama pada wanita lanjut usia.

Namun, meski kaya nutrisi, konsumsi ceker ayam juga perlu diperhatikan karena kandungan lemak jenuh dan kolesterolnya yang cukup tinggi.

Baca Juga: Manfaat Alpukat Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Bisa Mencegah Osteoporosis

Dalam setiap 100 gram, ceker ayam mengandung 3,9 gram lemak jenuh (setara 20% dari kebutuhan harian) dan 84 mg kolesterol (sekitar 28% dari batas harian).

Tingginya kadar lemak jenuh dan kolesterol pada ceker ayam dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, yang dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung apabila dikonsumsi berlebihan.

Karena itu, meski ceker ayam memiliki berbagai manfaat, konsumsinya tetap harus dikendalikan. Pastikan Anda mengimbanginya dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif.

Baca Juga: Manfaat Mengonsumsi Bayam Setiap Hari untuk Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Osteoporosis

Dengan pengolahan yang tepat dan porsi yang wajar, ceker ayam bisa menjadi bagian dari menu sehat yang bergizi dan menyenangkan.