PEPO.id - Cangkok rambut kini semakin dikenal sebagai metode medis efektif untuk menangani masalah kebotakan. Prosedur ini dilakukan dengan cara memindahkan folikel rambut dari area kepala yang masih subur ke bagian yang mengalami penipisan atau kebotakan.

Kebotakan sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari stres, pola hidup, hingga kondisi medis. Namun, faktor usia dan genetik disebut sebagai penyebab utama terhambatnya pertumbuhan rambut.

Seiring bertambahnya usia, produksi dan pertumbuhan rambut akan melambat. Folikel rambut bahkan bisa berhenti berfungsi, sehingga menyebabkan area kepala tertentu menjadi botak.

Baca Juga: 4 Bahan Alami Ini Efektif Rawat Rambut Rusak, Rontok, dan Ketombe

Prosedur transplantasi rambut dapat dipertimbangkan bagi individu yang ingin memulihkan tampilan rambutnya. Prosedur ini umumnya dilakukan oleh dokter bedah spesialis kulit atau bedah kosmetik.

Selama prosedur, dokter memindahkan folikel rambut sehat dari sisi atau belakang kepala ke bagian yang mengalami kebotakan. Berikut adalah tahapan lengkap prosedur transplantasi rambut:

1. Membersihkan kulit kepala.
Tahap pertama adalah membersihkan bagian kulit kepala yang akan menjadi donor. Rambut pada area ini biasanya akan dicukur dan dibersihkan secara menyeluruh.

Baca Juga: Rahasia Rambut Lebih Halus dan Sehat: Hair Care Routine dengan Produk Terjangkau

2. Pemberian anestesi lokal.
Setelah dibersihkan, dokter akan menyuntikkan obat bius untuk meminimalkan rasa sakit saat pengambilan kulit kepala dilakukan.

3. Pengambilan kulit kepala donor.
Kulit kepala yang mengandung folikel sehat akan diangkat, lalu area tersebut dijahit kembali. Luka pascaoperasi umumnya tersembunyi di balik helaian rambut, sehingga tidak tampak jelas.

4. Membagi bagian donor menjadi beberapa bagian kecil.
Lajur kulit kepala donor kemudian dibagi menjadi 500 hingga 2000 bagian kecil. Masing-masing bagian biasanya mengandung beberapa helai rambut.

Baca Juga: Simak Perawatan Untuk Rambut Keriting, Butuh Perhatian Khusus, lho.

5. Penanaman folikel ke area botak.
Setelah itu, dokter akan membuat lubang kecil di area yang botak menggunakan jarum atau pisau bedah dan mencangkokkan bagian-bagian rambut tadi ke lubang tersebut.

Lama waktu prosedur transplantasi rambut bisa berbeda tergantung jumlah rambut yang dicangkok, namun umumnya memakan waktu sekitar 4 hingga 8 jam.

Sebelum melakukan prosedur, dokter biasanya akan memeriksa penyebab kebotakan, mengevaluasi pola kerontokan, serta memberikan anjuran khusus agar operasi berjalan lancar.

Baca Juga: Cara Merawat Rambut Berwarna Agar Tidak Cepat Rusak dan Tetap Berkilau

Sebelum menjalani operasi, pasien biasanya disarankan untuk tidak merokok dan menghindari alkohol setidaknya tiga hari, serta menghentikan konsumsi suplemen atau vitamin dua minggu sebelumnya.

Usai prosedur, kulit kepala biasanya terasa sensitif dan perlu dibungkus dengan perban selama satu hingga dua hari. Pasien biasanya diberi obat pereda nyeri, antibiotik, dan antiinflamasi.

Mayoritas pasien dapat kembali menjalankan aktivitas harian dalam waktu dua hingga lima hari setelah tindakan medis dilakukan. Dalam 2–3 minggu pertama, rambut di area tanam akan rontok, dan rambut baru biasanya mulai tumbuh setelah 6 bulan.

Baca Juga: Ciri-ciri Rambut Sehat yang Wajib Diketahui, Tak Perlu Khawatir Gatal dan Ketombe

Dokter mungkin meresepkan obat minoxidil guna membantu merangsang pertumbuhan rambut pasca-transplantasi. Meski begitu, efektivitasnya pasca-transplantasi masih perlu diteliti lebih lanjut.

Namun, seperti prosedur medis lainnya, transplantasi rambut juga memiliki risiko. Beberapa risiko pascaoperasi yang dapat terjadi meliputi pendarahan, jaringan parut, dan tumbuhnya rambut dengan pola yang tidak wajar.

Pada sebagian kasus, pasien bisa mengalami folikulitis, yakni kondisi peradangan pada akar rambut. Kondisi ini biasanya ringan dan dapat diatasi dengan antibiotik.

Baca Juga: Cara Mudah Mengatasi Rambut Berminyak Agar Tidak Lepek dan Terlihat Bagus

Agar hasil transplantasi rambut maksimal dan risikonya minimal, prosedur ini sebaiknya dilakukan saat pasien dalam kondisi tubuh yang sehat.

Jika Anda berencana melakukan cangkok rambut, pastikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis profesional. Diskusikan pula soal biaya, karena prosedur ini umumnya memerlukan dana yang cukup besar.