PEPO.id - Jamur dikenal sebagai organisme yang memiliki ribuan spesies di seluruh dunia. Sebagian jamur bisa dikonsumsi dan bermanfaat, tetapi tidak sedikit juga yang berbahaya. Magic mushroom, yang juga disebut jamur kotoran sapi, merupakan salah satu jenis jamur yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Jamur ini mengandung senyawa psikoaktif yang dapat mengganggu kesadaran dan kesehatan pengguna. Karena efeknya yang ekstrem, jamur ini dilarang untuk dikonsumsi dalam berbagai peraturan di banyak negara.
Apa itu magic mushroom?
Istilah magic mushroom merujuk pada lebih dari 250 jenis jamur liar yang mengandung psilosibin, zat aktif yang sering ditemukan pada jamur yang tumbuh di kotoran sapi atau kerbau.
Ciri fisik jamur ini umumnya memiliki batang putih keabu-abuan dengan permukaan berwarna cokelat dan bagian tepi yang lebih gelap. Penampilannya mungkin tampak biasa, namun dampaknya bisa berbahaya.
Psilosibin adalah senyawa aktif utama dalam magic mushroom. Setelah dikonsumsi, psilosibin akan berubah menjadi psilosin yang langsung memengaruhi otak. Psilosin inilah yang memicu halusinasi kuat.
Zat tersebut akan mengganggu pasokan oksigen ke otak, menyebabkan penurunan kinerja otak, dan memunculkan efek tidak wajar seperti gangguan persepsi dan emosi.
Jamur ini biasanya dikonsumsi dalam keadaan mentah atau setelah dikeringkan. Untuk menyamarkan rasa pahit, pengguna sering mencampurnya ke dalam makanan atau minuman.
Penggunaan dan efek cepat magic mushroom:
Jamur ini terkadang dijual oleh pengedar dalam bentuk serbuk yang dapat dihirup, dengan efek yang mulai terasa dalam 15 hingga 20 menit dan bisa berlangsung hingga 6 jam.
Respon tiap individu bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh dan jumlah psilosibin yang masuk. Semakin tinggi dosis, semakin berat efeknya.
Efek magic mushroom pada kondisi mental:
Di samping menimbulkan halusinasi, jamur ini juga dapat memicu berbagai gangguan mental lainnya, seperti:
- Perubahan emosi ekstrem: pengguna bisa merasa sangat gembira, terlalu sedih, atau marah secara berlebihan.
- Tidak mampu membedakan realitas dan ilusi (psikosis).
- Menganggap hal-hal di sekitar menjadi terlalu lucu atau justru sangat menyedihkan tanpa alasan jelas.
- Kecemasan tinggi dan rasa takut berlebihan (paranoia).
- Serangan panik mendadak.
- Disorientasi atau kebingungan ekstrem.
Efek magic mushroom pada kondisi fisik:
Dampaknya juga terasa pada tubuh, seperti:
- Mati rasa, terutama pada wajah.
- Tekanan darah serta detak jantung meningkat.
- Mulut kering, mual, hingga muntah.
- Otot melemah atau mengalami kedutan.
- Pupil mata membesar.
- Demam, menggigil, dan berkeringat banyak.
- Kesulitan mengendalikan buang air kecil.
- Kejang-kejang.
Menurut Alcohol and Drug Foundation, magic mushroom memang tidak menyebabkan ketergantungan fisik. Efeknya juga akan mereda setelah penggunaan dihentikan.
Namun, konsumsi dalam jangka panjang tetap berbahaya.
Penggunaan berkepanjangan bisa menyebabkan efek samping yang menetap selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, bahkan setelah berhenti mengonsumsi.
Bahaya makan magic mushroom:
Dampak negatif lain dari pemakaian dalam jangka panjang antara lain:
- Perubahan pola pikir menjadi kacau atau tidak logis.
- Penurunan fungsi kognitif otak.
- Delusi dan halusinasi berat.
- Perilaku impulsif tanpa pertimbangan risiko.
- Pergantian mood yang tiba-tiba dan sulit diprediksi.
Efek magic mushroom sangat bergantung pada "set dan setting". Set adalah kondisi mental dan riwayat penggunaan zat psikedelik, sedangkan setting adalah lingkungan saat penggunaan berlangsung.
Misalnya, mengonsumsi jamur ini di lingkungan yang bising atau saat sedang stres bisa memperparah dampak negatif yang ditimbulkan.
Seperti narkotika lainnya, penggunaan magic mushroom dalam kondisi ekstrem bahkan dapat memicu niat bunuh diri. Oleh karena itu, jamur ini tidak hanya ilegal, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan.

