PEPO.id - Siapa yang tidak tahu belimbing? Buah berbentuk bintang ini banyak dijumpai di banyak wilayah Indonesia.
Belimbing juga sering digunakan sebagai bahan obat tradisional, seperti di China dan Ayurveda yang berasal dari India.
Belimbing memang dianggap sebagai obat alternatif untuk berbagai penyakit seperti membantu mengatasi demam, batuk, radang kulit, diare dan sakit kuning.
Selain buahnya, akar dan daun pohon belimbing sering digunakan sebagai obat infeksi kurap, cacar air, dan sakit kepala.
Baca Juga: 13 Wisata Alam Terbaik di Jember yang Wajib Dikunjungi, Keindahannya Tiada Tanding
Dikutip dari Fact Site, buah ini juga dipercaya dan banyak digunakan sebagai pencegah kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.
Hal ini dikarenakan buah belimbing mengandung unsur tertentu seperti vitamin B2, B6, B9 dan vitamin C yang dapat mencegah berkembangnya penyakit.
Buah belimbing juga mengandung magnesium, potasium, folat, protein dan serat. Setiap buah mengandung sekitar 28-30 kalori dalam porsi 91 gram.
Kandungan kalorinya dinilai sangat menyehatkan tubuh.
Baca Juga: Resep Daging Balado Khas Sumatera Barat, Rasa Pedas dan Bumbunya Dijamin 'Nampol'
Namun, tidak semua buah belimbing baik untuk kesehatan. Bagi kebanyakan orang, tidak ada efek samping dari makan buah belimbing. Namun, bagi sebagian orang, hal ini bisa berbahaya.
Bagi penderita gangguan ginjal disarankan untuk tidak mengkonsumsi buah ini. Sebab, kadungan asam oksalat yang ada dalam belimbing bisa menyebabkan batu ginjal.
Buah belimbing juga mengandung neurotoksin, meskipun dapat dicerna oleh orang sehat, tetapi tidak dapat dicerna oleh seseorang dengan penyakit ginjal.
Buah belimbing juga sangat tidak disarankan bagi seseorang saat meminum obat.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Desta Gugat Cerai Natasha Rizki hingga Buat Geger Publik
Sebab, buah ini mengandung aktivitas dari enzim CYP3A4, yang dapat mempengaruhi metabolisme yang bisa berefek pada manfaat obat.
Sementara, dikutip dari Healthline, sejumlah peneliti terkait manfaat dan bahaya buah belimbing.
Dari beberapa penelitian yang dilakukan terhadap hewan, kandungan gula yang ada pada belimbing dapat mengurangi peradangan.
Hanya saja, penelitian yang membenarkan manfaat buah belimbing pada manusia masih kurang.***


