PEPO.id - Rematik adalah penyakit autoimun yang menyebabkan keradangan dan bengkak. Sehingga kini, tiada ubat yang ditemui untuk kekakuan otot sendi.
Kendati begitu, seperti dilansir dari The Sun, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa konsumsi pizza dapat meringankan gejala rematik.
Namun, diagnosis dan pengobatan dini, mulai dari olahraga hingga pembedahan, sangat penting untuk mencegah kerusakan sendi jangka panjang.
Ilmuwan dari Italia telah menemukan bahwa makan setidaknya setengah porsi pizza setiap minggu dapat membantu mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan radang sendi hingga 80%.
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Ayam Kecap ala Chef Rudy Choirudin, Cocok untuk Menu Makan Siang
Para ahli mengatakan ini karena sifat anti-inflamasi dari beberapa bahan segar yang digunakan untuk membuat pizza.
"Efek menguntungkan ini kemungkinan didorong oleh keju mozzarella dan, pada tingkat lebih rendah, oleh minyak zaitun, meskipun kami tidak dapat menilai kemungkinan kontribusi saus tomat," kata para peneliti.
Untuk penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition, para ahli menganalisis konsumsi pizza dan pola makan yang lebih luas dari 365 orang penderita radang sendi. Responden berusia antara 18 dan 65 tahun.
Peserta yang makan setengah pizza lebih dari sekali seminggu melaporkan lebih sedikit rasa sakit dibandingkan dengan peserta yang makan dua pizza sebulan.
Baca Juga: Destinasi Wisata Populer di Pekanbaru, Cocok untuk Dijadikan Tempat Healing
Mereka yang menderita radang sendi yang lebih parah mengalami rasa sakit 80 persen lebih sedikit setelah makan pizza dalam jumlah yang sama. Obat-obatan seperti steroid dan terapi fisik adalah bentuk pengobatan utama untuk kondisi ini.
Menurut NHS , tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa perubahan pola makan tertentu dapat memperbaiki rematik. Meski beberapa penderita penyakit tersebut merasakan gejalanya semakin parah setelah mengonsumsi makanan tertentu.
NHS merekomendasikan penderita rematik mengikuti diet anti-inflamasi gaya Mediterania. Diet ini meliputi sayuran, buah-buahan, polong-polongan, kacang-kacangan, buncis, sereal, biji-bijian, ikan, dan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun.***


