PEPO.id - Berikut tips aman bagi penderita darah tinggi agar sukses menjalankan ibadah puasa dan ibadah selama Ramadhan.
Tentu sangat mengganggu bagi penderita darah tinggi atau tekanan darah tinggi jika mengalami rasa tidak nyaman seperti sakit kepala, pusing, rasa berat di leher, mual atau muntah saat puasa. Karena puasa bukanlah pilihan terbaik.
Selama puasa, tekanan darah pada penderita hipertensi masih bisa naik, meskipun ada beberapa orang yang tekanan darahnya normal atau lebih terkontrol, namun tidak semua orang mengalaminya.
Puasa justru memberi kesempatan tubuh untuk beristirahat dan menghindari makanan yang bisa memicu tekanan darah tinggi. Mood bisa diatur, bahkan perubahan hormonal pun terjadi saat puasa.
Baca Juga: Tempat Kuliner Ponorogo Terkenal Enak dan Lezat, Selalu Ramai Diserbu Pengunjung
Kemungkinan hal ini yang menyebabkan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi menjadi normal atau terkendali. Namun hal ini hanya terjadi pada sebagian orang saja.
Ada beberapa tips selama puasa untuk penderita tekanan darah tinggi agar tekanan darahnya bisa terkontrol ataupun terkendali diantaranya:
1. Hindari makanan asin
Selama berpuasa, penderita darah tinggi atau tekanan darah tinggi harus bisa mengontrol nafsu makan dan menghindari makan makanan asin atau tinggi garam.
Mengonsumsi makanan asin atau tinggi garam memang meningkatkan nafsu makan dan membuat makanan terasa lebih enak, namun perlu diingat bahwa makanan asin dapat meningkatkan tekanan darah.
Penderita darah tinggi berusaha menghindari makan makanan asin, tujuannya untuk membantu menurunkan tekanan darah dan membantu mengontrol tekanan darah agar tidak terlalu tinggi. Kalau mau makan yang asin tinggal dicicipi saja.
Jika tekanan darah terkontrol, maka baik untuk seluruh tubuh, dan baik untuk kesehatan jantung, ginjal, dan pembuluh darah, jauh lebih baik daripada tekanan darah tinggi.
2. Mencukupi kebutuhan cairan
Pada saat berbuka puasa dianjurkan untuk minum terlebih dahulu sebelum makan-makan yang lain. Hal ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan cairan setelah melakukan puasa selama seharian penuh.
Selain itu mencukupi kebutuhan cairan pada saat buka puasa atau makan sahur agar terhindar dari kekurangan cairan bahkan sampai dehidrasi. Karena jika kekurangan cairan bisa mempengaruhi tekanan darah.
Baca Juga: Usai Sentil Hotman Paris, Instagram Nikita Mirzani Diblokir: Gue di Block Sama Laki-laki Lincah
Jadi sebaiknya cukupi kebutuhan cairan tubuh dari berbuka hingga sahur dengan delapan gelas atau dua liter air setiap hari. Selain itu hindari minuman berkafein seperti teh, kopi hingga minuman bersoda. Lebih baik minum air putih atau air mineral untuk menghindari tekanan darah menjadi tinggi.
3. Minum obat secara teratur
Usahakan minum obat secara teratur jika memang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi apalagi jika sudah berobat ke dokter. Maka obat harus diminum walaupun tidak ada keluhan.
Untuk mengetahui tekanan darah tinggi atau tidak. Hal ini tidak dapat diketahui dari keluhan tetapi dapat diketahui dari tensi. Bisa saja tekanan darah sedang tinggi tetapi memang tidak ada keluhan. Tapi untuk meyakinkan dapat diketahui dengan cara mengukur tensinya.
Untuk itu bagi penderita tekanan darah tinggi dianjurkan untuk minum obat secara teratur hal ini bertujuan agar tekanan darah dapat terkontrol dengan baik dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik.
4. Konsumsi makanan berserat
Pada saat berbuka dan makan sahur dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan berserat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, karena makan berserat dapat mengendalikan atau mengatasi tekanan darah tinggi.
Buah-buahan dan sayur mengandung kalium yang dapat mengendalikan tekanan darah tinggi, buah-buahan yang dikonsumsi misalnya pisang, melon dan jeruk. Kemudian sayuran yang dikonsumsi yaitu sayuran berdaun hijau seperti sawi, brokoli dan bayam.
Baca Juga: Wisata Kuliner Ponorogo Murah yang Wajib Dicoba Jika Sedang Berada di Kota Reog
5. Olahraga
Olahraga dapat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi. Tetapi olahraga ini harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Jika tidak memungkinkan untuk berolahraga maka sebaiknya jangan memaksakan diri untuk berolahraga.
Untuk yang memungkinkan berolahraga maka lakukan jenis olahraga yang ringan saja seperti yoga dan jalan santai. Olahraga santai ini bisa dilakukan 30 menit sampai 60 menit sebelum buka puasa atau setelah buka puasa.
Tetapi jika tensi darah sedang tinggi maka tidak dianjurkan untuk berolahraga. Olahraga ini hanya bisa dilakukan jika tensinya dalam kondisi normal atau terkendali.
6. Cukup istirahat
Pada saat puasa jam tidur menjadi berubah, tetapi dengan perubahan jam tidur seperti ini jangan sampai kurang istirahat ataupun kurang tidur.
Saat puasa harus tetap bisa mencukupi kebutuhan istirahat dengan baik yaitu tujuh sampai Sembilan jam waktu tidur atau minimal enam jam waktu tidur.
Dengan istirahat yang baik bisa memberikan kekuatan pada tubuh untuk menjalankan ibadah puasa dengan lancar, selain itu istirahat yang baik dapat membuat metabolisme, hormon-hormon pada tubuh menjadi baik dan fungsi tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Jika kekurangan istirahat maka untuk penderita hipertensi akan membuat tekanan darah menjadi tinggi. Jika tekanan darah tinggi, maka lakukan konsultasi ke dokter. Untuk itu walaupun sedang puasa maka dianjurkan untuk melakukan istirahat dengan cukup
Inilah tips aman puasa untuk penderita hipertensi atau penderita tekanan darah tinggi. Salah satunya mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa dengan minum air sebanyak delapan gelas atau dua liter air perhari. Hal ini bertujuan agar tidak kekurangan cairan selama menjalankan ibadah puasa.***


