PEPO.id - Pijat dikenal luas sebagai metode alami yang efektif untuk mengendurkan otot dan meningkatkan relaksasi tubuh. Namun, tren pijat dengan bunyi "kretak-kretek" yang sering terjadi di tulang belakang, leher, atau persendian, ternyata menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan.
Pijatan jenis ini seringkali memicu suara seperti retakan dari sendi atau tulang, yang bagi sebagian orang dianggap menenangkan. Padahal, bunyi tersebut bisa menjadi tanda adanya tekanan berlebih pada struktur sendi atau jaringan lunak di sekitarnya.
Beberapa efek samping dari pijat jenis ini perlu dipahami dengan saksama, terutama jika dilakukan secara rutin tanpa pengawasan ahli. Berikut ini sejumlah risiko yang dapat timbul akibat pijat yang menghasilkan bunyi kretak pada tubuh:
Baca Juga: Osteoartritis: Nyeri Sendi Kronis yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
1. Cedera Jaringan Lunak
Pijatan yang terlalu kuat atau terlalu fokus pada satu titik bisa merusak jaringan lunak seperti ligamen dan tendon. Akibatnya, dapat timbul nyeri hebat, pembengkakan, hingga cedera jangka panjang.
2. Stres pada Sendi
Bunyi yang muncul saat pijat bisa menandakan tekanan berlebihan pada sendi. Hal ini berpotensi mengikis kartilago dan memperparah kondisi seperti radang sendi (osteoarthritis).
3. Risiko Patah Tulang
Tulang belakang merupakan area yang sangat sensitif. Jika teknik pijat dilakukan sembarangan, risiko patah tulang meningkat, terutama bila dilakukan oleh orang tanpa latar belakang medis atau pelatihan profesional.
Baca Juga: Terapkan Beberapa Hal Ini Untuk Menjaga Kesehatan Sendi Lutut Agar Kuat di Usia Tua
4. Ketidaknyamanan dan Nyeri
Banyak orang mengeluhkan rasa tidak nyaman setelah menerima pijat jenis ini. Dalam beberapa kasus, rasa sakit bahkan berlangsung selama beberapa hari dan bisa menjadi kronis jika pijatan dilakukan berulang.
5. Komplikasi pada Tulang Belakang
Pijatan yang berlebihan dapat memicu pergeseran pada tulang belakang atau menekan saraf, yang pada gilirannya dapat menyebabkan gangguan neurologis, nyeri punggung, dan masalah mobilitas.
Rekomendasi Penting:
Agar manfaat pijat tetap bisa dirasakan tanpa risiko yang merugikan, para ahli menyarankan beberapa langkah pencegahan.
Baca Juga: Tips Mengatasi Nyeri Sendi Dengan Bahan Alami, Dijamin Ampuh dan Mudah Ditemui di Rumah
Pertama, pilih terapis pijat yang berlisensi dan memiliki pengalaman memadai. Terapis profesional memahami anatomi tubuh dan tahu teknik pijat yang aman untuk berbagai kondisi.
Kedua, penting untuk berkomunikasi selama sesi pijat, terutama jika mulai terasa nyeri atau tidak nyaman. Jangan ragu memberi tahu terapis agar teknik atau tekanan bisa disesuaikan.
Ketiga, hindari pijatan berlebihan pada area sensitif seperti tulang belakang, leher, dan persendian besar. Area ini memiliki banyak saraf dan struktur penting yang rentan terhadap cedera.
Baca Juga: 5 Manfaat Berjemur di Pagi Hari: Dari Kesehatan Mental hingga Perlindungan Tulang
Terakhir, selalu dengarkan sinyal tubuh. Jika setelah pijat timbul rasa nyeri yang tak biasa, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau fisioterapis.
Pijat memang memberikan banyak manfaat. Namun, bila dilakukan tanpa teknik yang tepat dan oleh orang yang tidak berkompeten, dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan jangka panjang.

