PEPO.id - Lebih dari 1.300 insan perfilman dunia menyatakan sikap tegas menolak bekerja sama dengan institusi perfilman Israel. Pernyataan itu diumumkan pada Senin (8/9) sebagai wujud dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Para pelaku perfilman yang meliputi aktor, sutradara, penulis naskah, hingga organisasi internasional menilai Israel melakukan tindakan genosida dan apartheid di Gaza.
Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan bahwa sinema memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran publik terhadap isu kemanusiaan.
Baca Juga: Kekayaan Pemain Wednesday: Jenna Ortega Bersinar, Catherine Zeta-Jones Tetap Terkaya
Janji tersebut diwujudkan dengan tekad untuk tidak menjalin kerja sama dengan festival film, jaringan bioskop, stasiun televisi, maupun perusahaan produksi yang memiliki keterkaitan dengan Israel.
“Di tengah krisis mendesak ini, ketika banyak pemerintah justru mendukung pembantaian di Gaza, kita harus melakukan segalanya untuk menghentikan keterlibatan dalam horor tanpa henti itu,” tulis pernyataan tersebut.
Mereka juga merujuk pada keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang menyatakan adanya potensi genosida di Gaza. Hal ini menurut mereka menjadi dasar moral untuk menolak kerja sama dengan Israel.
Baca Juga: Fedi Nuril Debut di Film Horor Sukma, Perankan Karakter Pengidap Skizofrenia
Para sineas menegaskan bahwa kebebasan dan keadilan adalah tugas kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan dalam situasi ini.
Gerakan ini terinspirasi dari Filmmakers United Against Apartheid yang pernah menentang rezim apartheid di Afrika Selatan.
Sebagaimana gerakan tersebut, para insan perfilman berkomitmen untuk tidak menghadiri festival, tidak memutar film, dan tidak melakukan kolaborasi dengan pihak Israel.
Baca Juga: Didik Nini Thowok Jadi Dukun Manten di Film Horor Perempuan Pembawa Sial
Beberapa tokoh ternama ikut menandatangani pernyataan ini, di antaranya Olivia Colman, Javier Bardem, Mark Ruffalo, Riz Ahmed, Susan Sarandon, serta Tilda Swinton.
Selain itu, sutradara kawakan Ken Loach dan aktris Juliet Stevenson juga masuk dalam jajaran penandatangan.
Mereka berharap sikap kolektif ini dapat memberikan tekanan internasional terhadap Israel agar menghentikan agresi militer di Gaza.
Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel telah merenggut nyawa lebih dari 64.500 warga Palestina. Sebagian besar wilayah Gaza pun hancur akibat serangan tersebut.
Pada November 2023, Pengadilan Pidana Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.
Keduanya dituding terlibat dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang menimbulkan dampak besar bagi warga sipil Palestina.
Baca Juga: The Conjuring: Last Rites, Akhiri Perjalanan Horor Ed dan Lorraine Warren di 2025
Tak hanya itu, Israel kini juga menghadapi tuntutan genosida di Mahkamah Internasional terkait agresinya di Gaza.
Boikot yang dilakukan insan perfilman dunia ini dipandang sebagai salah satu bentuk perlawanan moral melawan ketidakadilan dan penindasan yang terjadi.
