PEPO.id - Film Ambyar Mak Byar (2025) hadir sebagai drama komedi romantis dengan latar budaya Jawa yang kental. Disutradarai oleh Puguh PS Atmaja, film ini mengangkat kisah cinta yang dibalut konflik kasta, musik campursari, dan dinamika kehidupan di dalam Keraton Solo.

Film ini menampilkan Gilga Sahid dan Happy Asmara, pasangan penyanyi campursari, sebagai tokoh utama dalam kisah yang ringan dan relevan dengan realita masyarakat. Kisah cinta Jeru, anak abdi dalem keraton, dengan Betari, seorang putri keraton, menjadi poros utama alur cerita.

Menariknya, film ini tak melulu berkutat dalam tembok keraton. Meskipun unsur budaya seperti ritual ngapem turut hadir, cerita utamanya tetap menyoroti kisah cinta dan dinamika pertemanan para tokoh muda.

Baca Juga: “Deep Cover (2025)”: Ketika Komedi, Penyamaran, dan Dunia Gelap Bertabrakan

Jeru dan Betari telah berpacaran sejak awal cerita, membuat film ini langsung tancap gas ke konflik utama. Tak ada kisah perkenalan atau perjuangan cinta di awal, yang justru memberi ruang lebih luas bagi dinamika persahabatan dan musik campursari.

Konco Seneng, band campursari tempat Jeru dan kawan-kawan berkarya, menjadi simbol semangat generasi muda dalam berkesenian. Di sinilah kita mengenal karakter-karakter lain seperti Rick, Aruna, Novian, dan Wahyu yang memperkaya dinamika cerita.

Rick, sahabat Jeru, digambarkan sebagai pribadi yang meledak-ledak namun menyimpan rasa pada Aruna. Sementara Aruna sendiri menjadi penyeimbang di antara karakter-karakter dengan emosi kuat dan konflik pribadi masing-masing.

Baca Juga: Sore Istri dari Masa Depan Film yang Tidak Hanya Ditonton tapi Dirasakan

Chemistry antar anggota Konco Seneng tampil alami dan menyenangkan. Penonton dibuat merasa seolah ikut menyaksikan geliat band yang tumbuh bersama dari bawah, dengan semangat dan kecintaan pada musik tradisional.

Meski mengangkat kisah cinta lintas kasta, Ambyar Mak Byar menyajikannya dalam nuansa yang ringan dan tidak berlebihan. Justru sebaliknya, kisahnya dibawakan dengan nuansa ringan dan menghibur, selaras dengan gaya romkom khas layar lebar Indonesia.

Jalan cerita yang simpel memudahkan penonton untuk mengikuti perkembangan kisah dari awal hingga akhir. Namun sayangnya, beberapa unsur komedi terasa garing atau terlalu lokal, sehingga tidak semua penonton bisa menangkap maksudnya.

Baca Juga: Superman Kembali Jadi Simbol Harapan: Kritik, Kejutan, dan Refleksi Sosial di Bawah Arahan James Gunn

Keunggulan utama film ini ada pada musiknya. Lagu-lagu campursari seperti “Mendem Tresno”, “Ikan Laut”, “Pangestu”, hingga “Full Senyum Sayang” mampu menggugah suasana, bahkan membuat penonton spontan ikut bernyanyi.

Kehadiran teks karaoke di layar saat lagu diputar menjadi gimmick menarik yang sukses mengajak penonton larut dalam suasana. Elemen tersebut menambah keseruan dan menciptakan pengalaman menonton yang lebih hidup dan melibatkan.

Sayangnya, durasi film terasa sedikit terlalu panjang karena beberapa konflik terkesan berputar-putar di tengah cerita. Apalagi kisah cinta Jeru dan Betari tak banyak kejutan karena sudah dimulai dari posisi “sudah jadian”.

Baca Juga: Petualangan Jumbo Bocah Pendongeng yang Menemukan Sahabat Hantu dan Keberanian di Atas Panggung

Namun penampilan para pemain pendukung mampu menutup kekurangan tersebut. Erik Estrada kembali menunjukkan performa yang kuat, melanjutkan kiprahnya setelah bermain dalam Sobat Ambyar dan Mendung Tanpo Udan.

Penampilan Gilga Sahid dan Happy Asmara berhasil mencerminkan karakter pasangan Jawa dengan cukup autentik. Dialek, gestur, dan busana yang dikenakan berhasil membangun nuansa lokal yang autentik dan hangat.

Bagi penonton yang tumbuh dengan musik campursari, film ini akan menghadirkan nuansa nostalgia. Terutama dalam penggambaran Kota Solo, batik, dan suasana keraton yang terasa sangat Jawa.

Baca Juga: Ratusan Orang Nyanyikan Terbuang Dalam Waktu Bareng Cast Film Sore dan Barasuara

Mengawali tahun 2025, Ambyar Mak Byar hadir sebagai tontonan ringan yang membawa kehangatan bagi penontonnya. Meski tak menawarkan cerita baru, film ini punya pesona tersendiri yang membuat penonton tersenyum pulang dari bioskop.