PEPO.id - Film My Oxford Year membuka cerita tentang Anna De La Vega, seorang mahasiswi asal Amerika yang penuh semangat. Ia datang ke Inggris untuk menempuh studi sastra selama setahun di Oxford University. Namun, hari pertamanya tidak berjalan mulus ketika sebuah mobil melintas dan memercikkan air ke tubuhnya. Pengemudinya adalah Jamie Davenport, pria tampan Inggris yang tampak angkuh.

Pertemuan itu ternyata bukan akhir. Anna terkejut saat mengetahui bahwa Jamie adalah salah satu dosen muda yang akan mengajar kelasnya. Hubungan mereka pun dimulai dengan sindiran, ejekan, sekaligus ketegangan yang tak bisa disembunyikan.

Meski sering berselisih, keduanya mulai terjebak dalam ketertarikan. Malam pertama mereka di pub Inggris diwarnai canda dan tawa, namun Jamie tiba-tiba bersikap dingin. Anna yang terluka mencoba membuatnya cemburu dengan menari bersama pria lain.

Baca Juga: Sinopsis Film Materialists: Kisah Cinta, Status, dan Pilihan Hidup di Kota New York

Keesokan harinya, Jamie memperlihatkan sebuah buku istimewa kepada Anna. Percakapan hangat pun mengalir hingga berujung pada hubungan intim pertama mereka. Namun, mereka sepakat untuk menjalaninya dengan ringan tanpa komitmen serius.

Cecilia, sahabat dekat Jamie, memperingatkan Anna agar tidak terlalu larut dalam hubungan itu. Meski begitu, kedekatan Anna dan Jamie justru semakin erat seiring waktu.

Suatu malam, Jamie mengundang Anna ke rumahnya. Di sana, ia membuka luka lama tentang kakaknya, Eddie, yang meninggal karena kanker. Hubungannya dengan sang ayah pun retak sejak tragedi itu. Pagi harinya, Jamie kembali menjaga jarak, membuat Anna kebingungan.

Baca Juga: Sinopsis Exit 8: Terjebak dalam Lorong Misterius Tanpa Akhir

Anna mencoba menenangkan diri dengan menghadiri lomba perahu bersama teman-temannya. Namun, ia mulai curiga karena Jamie sering berbohong soal aktivitasnya. Kecurigaan itu semakin kuat ketika Cecilia juga menghilang dari keseharian.

Dengan marah, Anna mendatangi rumah Jamie. Ia mendapati Cecilia tengah merawat Jamie yang sakit. Dari situlah terungkap kebenaran bahwa Jamie mengidap kanker genetik, sama seperti Eddie. Ia memilih berhenti dari pengobatan karena rasa sakitnya terlalu berat.

Jamie meminta Anna menjauh dan tidak membuang waktu untuk pria yang sekarat. Namun Anna menolak. Ia menegaskan bahwa Jamie tidak harus menghadapi penyakit itu sendirian.

Baca Juga: Denzel Washington Hidupkan Ketegangan dalam Film Highest to Lowest

Pada sebuah pesta dansa, Anna bertemu ayah Jamie yang memintanya membujuk sang putra kembali menjalani pengobatan. Jamie menolak, hingga akhirnya tubuhnya melemah dan ia pingsan di hadapan Anna.

Untuk ulang tahunnya, Anna mendapat kejutan dari teman-teman di kastil keluarga Jamie. Di tempat penuh kenangan itu, Jamie akhirnya berdamai dengan ayahnya berkat hadiah kecil dari Anna berupa model mobil. Mereka membangun mobil mainan bersama sebagai simbol rekonsiliasi.

Namun kebahagiaan itu singkat. Rahasia penyakit Jamie akhirnya diketahui teman-teman Anna. Situasi ini membuat Anna berani menyatakan cintanya secara terbuka. Ia bahkan memutuskan tidak kembali ke New York demi tetap bersama Jamie.

Baca Juga: Emily in Paris Musim Kelima Rampung Syuting, Bakal Hadirkan Kisah di Roma dan Paris

Keputusan tersebut membuat Jamie marah. Ia merasa Anna mengorbankan masa depannya. Pertengkaran besar terjadi, hingga Anna memutuskan kembali ke Amerika dan tidak lagi berbicara dengannya.

Waktu berjalan, namun cinta keduanya sulit padam. Anna dan Jamie akhirnya kembali bersama. Meski Jamie masih takut, ia tak kuasa menolak cinta Anna. Mereka kembali merajut kisah indah yang sempat terputus.

Sayangnya, kebersamaan itu kembali direnggut. Anna menemukan Jamie tak sadarkan diri karena pneumonia yang memperparah kondisi kankernya. Ia menolak perawatan intensif, lebih memilih menghabiskan waktu terakhir bersama Anna dengan tenang.

Baca Juga: Yati Surachman Hidupkan Sosok Dukun Misterius di Film Horor Lintrik: Ilmu Pemikat

Dalam pelukan kekasihnya, Jamie menghembuskan napas terakhir sambil bermimpi tentang perjalanan yang tak pernah sempat mereka lakukan.

Waktu berlalu, Anna mencoba bangkit dari duka. Ia mewujudkan mimpi mereka dengan berkelana ke berbagai kota di Eropa. Hingga akhirnya, Anna kembali ke Oxford, berdiri di depan kelas sastra. Dengan caranya sendiri, ia meneruskan warisan cinta Jamie yang abadi.