PEPO.id - Elio Solis adalah seorang bocah pendiam yang tumbuh tanpa orang tua setelah kehilangan mereka di usia dini. Ia kemudian diasuh oleh bibinya, Mayor Olga Solis, seorang perwira militer yang keras namun berhati besar. Meski sayang, cara Olga mendidik membuat Elio merasa tak pernah benar-benar dimengerti.

Suatu hari Olga membawanya ke museum dirgantara. Alih-alih terpukau oleh roket atau satelit, Elio terpikat pada Voyager 1, wahana kecil yang menembus kosmos membawa pesan manusia. Sejak itu, langit malam bagi Elio bukan sekadar pemandangan, melainkan jendela menuju dunia yang lebih luas.

Obsesinya tumbuh seiring waktu. Hampir tiap malam, Elio membawa radio rakitannya ke pantai, menatap bintang, berharap suatu saat dijemput alien. Namun, kebiasaan itu membuatnya ditertawakan bahkan menjadi korban perundungan. Dua anak, Bryce dan Caleb, bahkan sempat memukulnya hingga cedera mata.

Baca Juga: Film Honey Don’t!: Kisah Gelap Detektif Swasta, Gereja Sesat, dan Jaringan Narkoba

Olga menjemputnya di rumah sakit dengan raut letih. Elio yang penuh amarah justru menuduh bibinya menyerah pada impiannya menjadi astronot demi mengurus dirinya. Hubungan keduanya semakin renggang.

Satu malam, Elio nekat menyelinap ke pangkalan militer tempat Olga bekerja. Seorang ilmuwan eksentrik, Gunther Melmac, baru saja menangkap sinyal asing dari luar angkasa. Saat sendirian, Elio mengetik pesan sederhana ke layar: “Okay, bye, I love you.”

Tak disangka, pesan itu menimbulkan gangguan besar. Sistem komputer padam, seluruh pangkalan kacau. Olga marah besar, tak menyadari kata-kata polos itu telah melintasi kosmos.

Baca Juga: The Naked Gun: Liam Neeson Hidupkan Komedi Aksi Absurd dengan Kisah Frank Drebin Jr

Beberapa hari kemudian, anomali terjadi. Semua perangkat elektronik menampilkan pesan aneh: “Bring us your leader, please.” Situasi ini membuat semua pihak bingung.

Olga mencoba mendisiplinkan Elio dengan mengirimnya ke kamp musim panas. Namun di sana, ia kembali bertemu Bryce dan Caleb. Saat hendak dikeroyok, waktu tiba-tiba berhenti, udara membeku, dan cahaya kosmik membuka portal di langit.

Elio terangkat oleh cahaya, justru dengan tatapan berbinar. Inilah momen yang ia nantikan sejak lama. Ia pun lenyap, meninggalkan dua musuhnya yang terpaku tanpa daya.

Baca Juga: Patah Hati Paling Sengaja: Film Relatable Tentang Cinta Beda Agama Dibintangi Bryan Domani dan Prilly Latuconsina

Di ruang kosmik penuh warna bernama Communiverse, Elio bertemu berbagai ras galaksi. Hampir runtuh oleh tekanan asing, ia ditolong makhluk cair bernama OOOOO. Di hadapan para duta alien, pesan polosnya disalahartikan: Elio dianggap pemimpin Bumi dan pengirim Voyager.

Namun, ancaman datang dari Lord Grigon, tiran galaksi yang menuntut dominasi. Para duta menolak, dan Grigon berjanji akan kembali dengan peperangan. Elio pun memberanikan diri menjadi “diplomat dadakan”.

Usahanya gagal. Ia ditawan di kapal Grigon, tapi di sana bertemu Glordon, putra Grigon yang lembut. Persahabatan keduanya tumbuh saat berusaha kabur dari maut, bahkan Elio sempat bersembunyi di dalam tubuh Glordon demi bertahan hidup.

Baca Juga: Film Yohanna: Laura Basuki Raih Best Actress di Asian Film Festival 2025 Lewat Peran Menggugah

Kembali ke Communiverse, Elio menggunakan Glordon untuk menekan Grigon, namun rencana itu berantakan. Grigon murka, menyerang para duta, dan menyingkirkan Elio. Glordon terlempar ke Bumi.

Di pantai, Elio merasa gagal hingga Olga menemukannya. Untuk pertama kali, keduanya berbicara dari hati ke hati. Olga mengaku memilih merawat Elio bukan karena menyerah pada mimpi, melainkan karena cinta. Mereka pun berdamai.

Ketika tahu Glordon jatuh di pangkalan militer, Olga dan Elio nekat meluncur ke luar angkasa. Dengan bantuan Bryce yang kini berubah, serta koordinasi Gunther Melmac, mereka menembus medan puing dan tiba di Communiverse.

Baca Juga: A Normal Woman: Film Psikologis Lucky Kuswandi yang Bongkar Luka Batin Perempuan Modern

Di sana, Grigon melihat putranya sekarat. Topeng tiran pun runtuh. Ia memperlihatkan wujud aslinya, rapuh dan penuh luka batin sebagai ayah. Dengan kasih sayang, ia menyelamatkan Glordon dan membebaskan para tawanan.

Para duta ingin menobatkan Elio sebagai duta resmi Bumi, namun ia menolak. Ia tahu tempatnya adalah di Bumi, bersama Olga. Ia berpamitan dengan janji, bukan perpisahan.

Elio kembali ke bumi dengan rasa percaya diri baru. Olga kini bukan hanya wali, tetapi rumah yang sesungguhnya. Di langit, kapal Communiverse melintas, meninggalkan jejak cahaya indah.

Baca Juga: Tukar Takdir: Kisah Penyintas Kecelakaan Pesawat yang Mengubah Jalan Hidup

Kini Elio bersahabat dengan Bryce, dan lewat radio ham mereka kembali tersambung dengan Glordon. Suara tawa anak manusia berpadu dengan dengung kosmos, tanda bahwa persahabatan sejati tak pernah mengenal jarak bintang.