PEPO.id -- We Live in Time menceritakan kisah Almut (Florence Pugh) dan Tobias (Andrew Garfield) yang dipertemukan oleh sebuah kejadian mengejutkan yang mengubah hidup mereka.

Melalui cuplikan kehidupan mereka bersama, film ini menggambarkan perjalanan mereka dalam saling jatuh cinta, membangun rumah tangga, menjadi keluarga, dan mengungkap sebuah kebenaran yang menggemparkan yang mengguncang fondasi hubungan mereka.

Saat mereka memulai perjalanan yang terbatas oleh waktu, mereka belajar untuk menghargai setiap detik dalam kisah cinta mereka yang tidak biasa.

Baca Juga: Jangan Terkecoh, Ubur-Ubur Kotak Ternyata Memiliki Racun Yang Mematikan, lho!

Dalam film yang sangat emosional ini, karya sutradara John Crowley, waktu dijadikan sebagai elemen penceritaan yang dramatis—mengeksplorasi bagaimana cinta bisa memperlambat, mempercepat, atau bahkan memperbesar momen-momen terkecil dan terindah menjadi sesuatu yang monumental.

We Live in Time menggambarkan kisah Almut dan Tobias, dua orang yang pertama kali bertemu sebagai orang asing di London.

Sepuluh tahun kemudian, mereka telah saling mengenal kembali dan akan melakukan apa saja untuk tetap bersama, meskipun mereka menyadari bahwa tidak ada kisah cinta yang mudah.

Baca Juga: Akting Memukau Josephine Bornebusch dalam ‘Let Go’: Kisah Cinta dan Kehilangan

Film ini menggambarkan perjalanan pernikahan mereka yang penuh suka dan duka, serta bagaimana mereka mengalami cinta dalam berbagai bentuk dari mulai  indah, lucu, cemas, menggugah, menyedihkan, dan menggembiraka yang terkadang semua terjadi dalam satu waktu.

Crowley, yang sebelumnya dikenal dengan film Brooklyn yang mengangkat tema cinta dan migrasi, membuat We Live in Time lebih berfokus pada penampilan akting yang kuat daripada struktur cerita yang rumit.

Dengan chemistry yang semakin kuat, Andrew Garfield dan Florence Pugh menghadirkan pasangan yang penuh semangat, yaitu Tobias dan Almut, yang merupakan dua individu independen yang mencoba menyatukan kehidupan mereka yang penuh keraguan dan tantangan.

Baca Juga: Gladiator II dan Warisan Maximus: Legenda Romawi Antara Balas Dendam dan Kehormatan

Kisah mereka dipenuhi dengan tarik-menarik emosional mulai dari godaan, penolakan, kompromi, hingga mereka menjadi orang tua, berusaha melawan waktu yang terus berjalan untuk membuat momen terbaik mereka bertahan.

Film ini juga menjadi reuni yang menarik antara Garfield dan Crowley, yang sebelumnya pernah bekerja sama di film Boy A.

Sejak itu, keduanya terus berhubungan dan saling bertukar kabar mengenai proyek-proyek baru, dan ketika Crowley mengirimkan naskah We Live in Time, Garfield segera menyambutnya.

 (Muhamad Syaghani)