PEPO.id - Film “Norma: Antara Mertua dan Menantu” menjadi sorotan publik karena mengangkat kisah nyata yang penuh pengkhianatan. Cerita ini bermula dari kehidupan seorang perempuan pendiam bernama Norma, yang harus menelan pil pahit akibat perselingkuhan suaminya, Irfan, dengan ibu kandungnya sendiri, Bu Rina.
Norma dikenal sebagai sosok pemalu, taat beragama, dan sangat menghormati orang tuanya. Ia bekerja di sebuah TPA, tempat pertemuannya dengan Irfan yang saat itu sedang mengantar barang dari toko tempatnya bekerja. Keduanya ternyata satu almamater sekolah.
Irfan yang terpesona dengan kecantikan Norma berulang kali mencoba mendekatinya, namun selalu ditolak saat meminta nomor telepon. Meski begitu, Irfan tidak menyerah dan terus mencari cara untuk mendapatkan hati Norma.
Baca Juga: Drama Penuh Emosi, La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka Tampilkan Konflik Keluarga yang Menggetarkan Hati
Suatu malam, Irfan mengantarkan Norma pulang atas permintaan ustazah di TPA karena sudah larut. Namun, sesampainya di rumah, Norma justru disambut omelan Ibunya yang menilai tindakan itu memalukan dan tidak pantas dilihat tetangga.
Lambat laun, Norma mulai membuka hati. Ia menerima ajakan Irfan untuk menjalin hubungan serius. Namun, restu Ibunya menjadi rintangan besar karena sejak awal ia tak menyukai Irfan.
Irfan mencoba meluluhkan hati Bu Rina dengan berbagai cara, termasuk memberi hadiah lipstik. Sayangnya, sikap dingin Bu Rina tak juga mencair. Hingga akhirnya, Irfan dan Norma meminta restu langsung dari Abah Norma di Jakarta, yang menyetujui pernikahan mereka meski Bu Rina menolak keras.
Baca Juga: Timo Tjahjanto Resmi Sutradarai Nobody 2, Debut Spektakulernya di Hollywood
Pernikahan sederhana pun digelar. Awalnya, kehidupan rumah tangga berjalan harmonis. Irfan bahkan membantu membuka warung mie ayam untuk Bu Rina, yang ternyata laris manis. Perlahan, hubungan Irfan dan Bu Rina mulai mencair melalui pujian dan perhatian kecil.
Namun, badai rumah tangga mulai datang saat Norma cemburu pada Edni, mantan pacar Irfan. Pertengkaran membuat Irfan memilih tidur terpisah. Di saat itu pula, Bu Rina mulai menunjukkan perhatian lebih, dari membuatkan minuman hingga memijat Irfan yang sakit.
Kedekatan terlarang antara Irfan dan Bu Rina pun semakin menjadi. Mereka sering bertukar pujian, bahkan hampir khilaf. Meski sempat tersadar, hubungan terlarang itu berlanjut secara diam-diam.
Baca Juga: Nobody 2: Bob Odenkirk Kembali Beraksi, Timo Tjahjanto Hadirkan Aksi Brutal Penuh Warna
Irfan mulai kerap menolak ajakan intim Norma dan lebih memilih menghabiskan waktu dengan Bu Rina. Kebiasaan ini memicu kecurigaan Bude Yuni, tetangga sekaligus kerabat, yang kemudian memata-matai mereka.
Kecurigaan itu memuncak ketika warga digemparkan oleh penggerebekan di rumah Norma. Momen itu menjadi pukulan telak bagi Norma, yang bermaksud memberi kejutan ulang tahun, namun justru menemukan suami dan ibunya dalam keadaan tak pantas.
Warga yang marah mengarak Irfan dan Bu Rina, melempari mereka dengan telur, serta melontarkan hujatan. Norma yang hancur hati memilih tinggal bersama Bude Yuni. Abah Norma yang pulang dari Jakarta pun terpukul melihat kondisi putrinya.
Baca Juga: Nobody 2: Aksi Brutal Satu Keluarga dengan Sentuhan Timo Tjahjanto
Konflik memuncak ketika Abah Norma dan Bu Rina terlibat pertengkaran sengit. Bu Rina mengungkapkan bahwa ia tak pernah benar-benar menyayangi Norma karena terpaksa menikah di usia muda dan merasa kehilangan masa mudanya.
Warung mie ayam milik Bu Rina dirusak warga, sementara Irfan kehilangan pekerjaan. Norma sempat memberi kesempatan keduanya untuk berubah, namun justru mendapati mereka masih menjalin hubungan gelap.
Puncaknya, Norma melaporkan ibu dan suaminya ke polisi. Dalam persidangan, Bu Rina tetap bersikap dingin dan menyalahkan Norma karena dianggap memasukkan ibunya ke penjara.
Baca Juga: Soundtrack Film Jumbo Perkuat Emosi Penonton, dari BCL hingga MALIQ & D’Essentials
Film ini tak hanya menyoroti pengkhianatan yang keji, tetapi juga luka batin yang mendalam akibat hubungan keluarga yang rusak. “Norma: Antara Mertua dan Menantu” menjadi pengingat bahwa kepercayaan adalah hal paling rapuh dalam sebuah rumah tangga.
