PEPO.id - Film Lord of Chaos menghadirkan kisah nyata yang mungkin terdengar tak masuk akal jika tidak didasarkan pada peristiwa aktual.
Karya ini menyoroti lahirnya musik black metal Norwegia yang kemudian dikenal luas karena reputasinya yang kontroversial.
Meski berangkat dari genre musik ekstrem, film ini tidak hanya ditujukan bagi penggemar metal. Kisah di baliknya menyajikan drama psikologis yang intens.
Baca Juga: Jeon Somi Debut Akting di Film Thriller Perfect Girl, Angkat Realita Dunia K-Pop
Cerita yang diangkat tidak hanya menghibur, tetapi juga menakutkan sekaligus mengerikan. Elemen inilah yang membuat film ini sulit dilepaskan dari awal hingga akhir.
Film garapan sutradara Swedia Jonas Åkerlund ini sebelumnya dikenal lewat karyanya Polar yang dibintangi Mads Mikkelsen.
Kali ini, ia menghadirkan Rory Culkin sebagai pemeran Oystein Aarseth atau “Euronymous”, sosok pemimpin band legendaris Mayhem.
Baca Juga: Tumbal Darah, Horor Thriller-Action Menegangkan Tayang 23 Oktober 2025
Euronymous dikenal gemar membangun citra setan untuk mendongkrak popularitas bandnya. Moto mereka pun ekstrem: membuat orang ingin bunuh diri setelah mendengar musiknya.
Ia kemudian merekrut penyanyi bernama Dead, diperankan Jack Kilmer, yang memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri di atas panggung.
Kolaborasi itu semula dianggap sempurna, hingga tragedi terjadi ketika Dead benar-benar mengakhiri hidupnya.
Baca Juga: Getih Ireng: Horor Viral yang Dibawa ke Layar Lebar dengan Titi Kamal dan Darius Sinathrya
Kejadian itu meninggalkan luka mendalam sekaligus mengubah arah perjalanan Euronymous. Ia kemudian fokus membangun label rekamannya sendiri.
Di sana, ia merekrut musisi muda Kristian “Varg” Vikernes, dimainkan Emory Cohen, yang kelak menjadi sosok sentral dalam kisah kelam ini.
Jika bagi Euronymous citra kematian hanyalah strategi pemasaran, Varg justru menanggapinya dengan sangat serius.
Baca Juga: Sinopsis Film Horor Rest Area, Hadirkan Teror Hantu Kresek di Tempat Singgah Sunyi
Ia bahkan melakukan aksi ekstrem, termasuk membakar gereja-gereja lokal untuk membuktikan betapa “jahat” dirinya.
Ketegangan antara Euronymous dan Varg pun mulai muncul. Hubungan profesional mereka perlahan berubah menjadi konflik pribadi yang penuh kecurigaan.
Varg merasa tidak diberi kompensasi dan pengakuan yang layak atas kontribusinya dalam musik. Hal ini memperparah perseteruan mereka.
Baca Juga: Film Mama: Pesan dari Neraka, Adaptasi Horor Viral Karya Nessie Judge Siap Hantui Bioskop
Konflik yang semula hanya persoalan ego akhirnya berkembang menjadi persaingan berbahaya yang menelan konsekuensi kelam.
Dengan nuansa gelap dan atmosfer mencekam, Lord of Chaos bukan sekadar film musik, melainkan potret nyata tentang ambisi, tragedi, dan sisi tergelap manusia.
