PEPO.id - Film Ballerina 2025 dibuka dengan adegan mencekam. Eve Macarro (Victoria Comte) terlihat berlumuran darah di sebuah rumah sakit, sambil menggenggam mainan balerina yang berputar. Dari sini, kisah kelamnya mulai terungkap melalui kilas balik.
Saat masih kecil, Eve hidup tenang bersama ayahnya, Javier (David Castañeda). Namun, kedamaian itu hancur ketika sekelompok pria bersenjata menyerbu rumah mereka. Sang Kanselir (Gabriel Byrne), pemimpin kelompok tersebut, memberikan pilihan kejam: Javier harus mengakhiri hidupnya sendiri agar Eve tetap selamat, atau mereka berdua akan dibunuh.
Javier hampir menuruti perintah itu, namun tangisan Eve membuatnya berubah pikiran. Dengan keberanian terakhirnya, ia membunuh para penyerang, meski harus menerima luka fatal. Javier tewas di hadapan putrinya, bersamaan dengan ledakan rumah mereka yang meluluhlantakkan segalanya.
Baca Juga: Karate Kid: Legends Hadir dengan Perpaduan Kung Fu dan Karate, Kisah Baru Li Raih Kemenangan
Di rumah sakit, Eve dipertemukan dengan Winston Scott (Ian McShane). Winston menawarkan tempat tinggal di “keluarga” ayahnya. Eve kemudian dibawa ke markas Ruska Roma, tempat ia berjumpa dengan Sang Direktur (Anjelica Huston).
Di markas itu, Eve mendapat bimbingan dari Nogi (Sharon Duncan-Brewster) yang mengenalkan mitologi Kikimora roh yang bisa menjadi baik atau jahat. Selama 12 tahun, Eve (Ana de Armas) ditempa keras hingga tubuhnya berdarah. Ia tumbuh besar sebagai seorang balerina sekaligus pembunuh bayaran yang ditakuti, hanya memiliki satu sahabat bernama Tatiana, yang suatu hari menghilang tanpa jejak.
Hidup Eve berubah arah ketika John Wick (Keanu Reeves) datang untuk meminta pertolongan. Percakapan singkat dengan John menginspirasi Eve untuk mengambil langkah besar: terjun ke dunia lapangan. John hanya meninggalkan satu pesan padanya: keputusan ada di tangannya sendiri.
Baca Juga: Thunderbolts: Kebangkitan Sentry, Intrik Valentina, dan Lahirnya New Avengers
Misi pertamanya tiba ketika ia ditugaskan melindungi Katla Park (Sooyoung Choi) dari target bernama Il Seong. Di sebuah klub malam, Eve menunjukkan sisi kejamnya dengan menghabisi Seong menggunakan ujung palu. Namanya mulai diperhitungkan.
Dua bulan kemudian, Eve menjadi sasaran tabrak lari. Ia menewaskan dua orang yang menyerangnya dan menemukan tanda X di pergelangan tangan salah satu dari mereka—simbol yang sama dengan para pembunuh ayahnya. Ia membawa bukti itu kepada Sang Direktur, namun ditolak karena ada perjanjian damai dengan kultus tersebut.
Tidak putus asa, Eve mendatangi Hotel Continental dan menggunakan token emas dari Winston. Ia mendapat tugas untuk melacak Daniel Pine (Norman Reedus), seorang pembunuh bayaran. Saat berada di Praha, ia justru bertemu dengan Ella (Ava McCarthy), putri Pine. Namun, keberadaannya dilaporkan oleh Lena (Catalina Sandino Moreno), agen yang bekerja untuk Sang Kanselir.
Baca Juga: The Thursday Murder Club: Misteri Pembunuhan yang Terungkap dari Masa Lalu hingga Kini
Eve diserang di Continental Praha, melanggar aturan sakral hotel. Bersama Pine, ia melawan hingga titik darah penghabisan. Namun, mereka akhirnya ditangkap, dan Ella diculik. Karena tidak melanggar aturan larangan membunuh di hotel, Eve terhindar dari eksekusi, tetapi pihak Ruska Roma kembali menangkapnya.
Sebagai hukuman, Eve dikurung bersama Petra (Rila Fukushima). Mereka dipaksa merakit senjata dan bertarung. Eve selamat tipis setelah menembak Petra lebih cepat. Namun, tekad balas dendamnya semakin membara, meski Sang Direktur melarangnya.
Eve kemudian meminta pertolongan dari Frank (Abraham Popoola), seorang pemilik toko senjata. Dari Frank, ia berhasil mengetahui lokasi markas kultus yang tersembunyi di pegunungan Austria. Di kota Halstatt, Eve melawan para anggota kultus dalam pertempuran brutal di sebuah bar, sebelum akhirnya ditangkap.
Baca Juga: Mission: Impossible - The Final Reckoning: Pertarungan Terakhir Ethan Hunt Melawan The Entity
Ketika dipertemukan dengan Sang Kanselir, fakta mengejutkan terungkap. Lena adalah kakak kandungnya yang hilang sejak lama. Lena menaruh dendam pada Eve karena merasa ditinggalkan ayah mereka. Namun, pertarungan berakhir tragis ketika sebuah granat meledak, menewaskan Lena dan menyisakan luka emosional bagi Eve.
Sang Kanselir marah besar dan menilai tindakan Eve sebagai sebuah pernyataan perang. Ia memberi ultimatum kepada Sang Direktur untuk menghentikan Eve sebelum tengah malam. John Wick pun ditugaskan untuk melaksanakan perintah itu.
Pertarungan sengit antara John dan Eve pun tak terhindarkan. Pertarungan mereka berakhir imbang. John akhirnya memahami tekad Eve untuk membalaskan dendam, dan memilih membiarkannya melanjutkan misi.
Baca Juga: Together: Horor Romantis yang Mengisahkan Cinta, Trauma, dan Kutukan Penyatuan Tubuh
Dalam penyerangan terakhir, Eve membakar markas kultus dengan penyembur api. Ia hampir kalah saat melawan Dex (Robert Masser), tangan kanan Sang Kanselir, sebelum John menembak tangki bahan bakarnya dari kejauhan.
Pada akhirnya, Eve berhadapan langsung dengan Sang Kanselir yang mencoba melarikan diri sambil membawa Ella. Tanpa memberi kesempatan untuk berbicara, Eve menembak kepalanya dan menyelamatkan Ella.
Ella pun dipertemukan kembali dengan ayahnya, Pine. Sementara itu, Eve menikmati sejenak ketenangan dengan menonton pertunjukan balet di New York Continental. Namun, kedamaian itu sirna ketika kontrak $5 juta dikeluarkan untuk kepalanya, membuatnya kembali diburu.
Baca Juga: Freakier Friday: Kisah Ajaib Baru Pertukaran Tubuh Empat Generasi
