PEPO.id - Film Sri Asih menjadi salah satu tontonan unggulan dari Jagat Sinema Bumi Langit, menampilkan Pevita Pearce sebagai sosok superhero perempuan. Disutradarai oleh Upi, film ini juga dibintangi oleh aktor ternama seperti Jefri Nichol dan Reza Rahadian, yang turut memperkuat jalan cerita penuh aksi dan drama.
Cerita dibuka dengan tragedi letusan gunung berapi yang menimpa pasangan suami istri. Saat melarikan diri, mobil mereka menabrak pohon. Sang suami tewas di tempat, sementara sang istri melahirkan di lokasi kejadian dengan bantuan warga.
Anak yang lahir dari tragedi itu bernama Alana. Ia dibesarkan di panti asuhan hingga diadopsi oleh Sarita, seorang perempuan kaya yang melihat potensi luar biasa dalam diri Alana. Sarita mendidiknya menjadi petarung tangguh, bahkan mampu mengalahkan lawan laki-laki di arena.
Baca Juga: 22 Menit Film Aksi Teror Thamrin yang Terinspirasi Kisah Nyata
Namun, Alana kerap dihantui mimpi bertemu sosok Dewi Api. Sarita menyadari kekuatan besar dalam diri anak angkatnya dan meminta Alana belajar mengendalikannya agar tidak dikuasai oleh amarah.
Sementara itu, Prayogo, seorang pengusaha berpengaruh, terlibat berbagai aksi kotor yang melibatkan putranya, Matteo. Perseteruan dimulai ketika Matteo menantang Alana bertarung setelah melihat video aksinya yang viral.
Pertarungan berlangsung sengit. Meski sempat diarahkan agar Alana mengalah di ronde ketiga, Dewi Api justru bangkit dalam dirinya, membuat Matteo tak berdaya. Kekalahan ini memicu kemarahan pihak Prayogo.
Baca Juga: Bayang-Bayang Anak Jahanam Teror Misterius dari Anak Hasil Ritual Gaib
Tidak lama setelah itu, Sarita diserang hingga kritis. Alana membalas dengan menyerang markas Matteo, namun dihalangi oleh sosok misterius bernama Kala. Dari Kala, Alana mengetahui bahwa ia memiliki peran besar dalam melawan kekuatan jahat.
Kala membawanya menemui Eyang Mariani, yang mengungkap bahwa Alana adalah titisan Dewi Asih, pewaris kekuatan untuk menjaga bumi. Mariani juga memperingatkan ancaman kebangkitan Dewi Api yang membutuhkan seribu nyawa sebagai tumbal.
Alana kemudian menjalani ritual penyatuan jiwa dengan Dewi Asih. Dalam alam bawah sadar, ia bertemu sang Dewi dan menerima warisan kekuatan beserta kostum legendaris.
Baca Juga: Gak Nyangka Film Komedi Mahasiswa Abadi yang Penuh Sindiran dan Tawa
Target utama mereka adalah kalung iblis yang dimiliki Prayogo, diyakini sebagai sumber kekuatan jahatnya. Bersama Kala, Alana menyusup ke rumah Prayogo, namun kalung yang mereka dapat ternyata palsu.
Rencana Prayogo untuk menyerang Rusun Kembangan memicu aksi cepat. Sri Asih bergerak sendirian ke lokasi, menghadapi anak buah Prayogo yang mengintimidasi warga. Di sana, ia bertemu kembali dengan Tangguh, teman masa kecilnya yang kini menjadi wartawan.
Konflik memuncak ketika pesta topeng di rumah Prayogo berakhir dengan pengejaran ke rumah pribadinya. Sri Asih berhasil menundukkan pengawalnya, namun kebenaran terungkap: Panglima Dewi Api sebenarnya adalah Jatmiko, seorang polisi yang menyimpan dendam.
Baca Juga: Seribu Bayang Purnama Kisah Perjuangan Petani Marga Jaya Melawan Tengkulak dan Fitnah
Pertarungan hebat terjadi di gudang tua yang dijadikan lokasi persembahan. Jatmiko, dikuasai siluman gagak, berusaha menggagalkan misi Sri Asih. Sementara itu, bom dipasang untuk mengorbankan para sandera.
Dengan strategi dan kekuatan penuh, Sri Asih berhasil melawan Jatmiko, menyelamatkan warga, dan menghentikan bom dengan meledakkannya di udara. Kala dan Tangguh membantu mengevakuasi semua korban.
Film berakhir dengan pesan bahwa kekuatan sejati bukanlah kemarahan, melainkan pengendalian diri dan keberanian untuk melindungi yang lemah. Sri Asih pun berdiri sebagai simbol harapan di tengah ancaman kegelapan.
Baca Juga: Menantu Sinting: Drama Kocak Penuh Bumbu Budaya Batak dan Dinamika Rumah Tangga
