PEPO.id — Kabupaten Bogor mencatatkan diri sebagai daerah dengan kontribusi perjalanan wisata terbesar di Jawa Barat pada awal 2026. Wilayah yang dikenal dengan julukan Bumi Tegar Beriman itu menyumbang 3.014.199 perjalanan wisata, setara sekitar 16 persen dari total mobilitas wisata provinsi.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bogor di peringkat teratas dibanding sejumlah daerah lain. Kota Bandung berada di posisi berikutnya dengan 2.010.723 perjalanan, disusul Kota Bekasi yang mencatat 1.292.080 perjalanan wisata.

Selanjutnya, Kabupaten Bandung membukukan 1.190.914 perjalanan, diikuti Kabupaten Bekasi dengan 1.176.638 perjalanan. Sementara Kota Depok mencatat 1.064.061 perjalanan.

Adapun Kota Bogor berada di angka 756.845 perjalanan wisata, sedangkan Garut mencatat 728.860 perjalanan.

Baca Juga: Distribusi MBG di Kabupaten Bogor Belum Merata, Jaro Ade Minta Lakukan Evaluasi Sistem

Secara akumulatif, total pergerakan wisata di Jawa Barat pada periode yang sama mencapai 18.382.219 trip. Dari keseluruhan angka tersebut, kontribusi Kabupaten Bogor menjadi yang paling dominan.

Dominasi ini mempertegas posisi Kabupaten Bogor sebagai magnet pariwisata regional. Ragam destinasi yang ditawarkan dinilai masih menjadi daya tarik utama, mulai dari wisata alam pegunungan di kawasan Puncak, wisata keluarga, hingga tujuan berbasis budaya yang tersebar di berbagai wilayah.

Pertumbuhan kunjungan juga mencerminkan tren positif sektor pariwisata yang terus bergerak dinamis. Dalam beberapa waktu terakhir, pembenahan dilakukan secara bertahap melalui penataan kawasan wisata, peningkatan fasilitas publik, serta penguatan promosi destinasi yang lebih agresif.

Baca Juga: Hadiri Silaturahmi Ramadhan, Jaro Ade Puji Soliditas DPD Golkar Kawal Pemerintahan Rudy–Jaro di Bogor

Di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto, sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Pemerintah kabupaten memperkuat infrastruktur serta memperbaiki akses menuju lokasi-lokasi wisata agar semakin mudah dijangkau.

Efeknya mulai terasa di lapangan. Lonjakan kunjungan wisatawan mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM, usaha kuliner, hingga sektor ekonomi kreatif yang tumbuh di sekitar destinasi.***