PEPO.id — Rudy Susmanto menargetkan seluruh perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Bogor rampung sepenuhnya paling lambat 2029. Dari hasil pendataan pemerintah daerah, terdapat sekitar 24.000 unit rumah yang masuk program penanganan bertahap melalui penganggaran rutin APBD setiap tahun.

Rudy menyatakan optimistis target tersebut tercapai karena program perbaikan tidak hanya bertumpu pada anggaran daerah. Dukungan juga datang dari pemerintah pusat, sektor swasta, hingga lembaga non-pemerintah yang ikut terlibat dalam percepatan penanganan hunian warga kurang layak.

“Alhamdulillah kita di tahun 2026 dapat bantuan dari Kementerian Perumahan sebanyak 4.000 unit lalu dari dari APBD kita menganggarkan 2.750 unit ada 6750 unit lalu kita dapat bantuan dari swasta sebanyak kurang lebih 1.000 unit, maka ada 7.750 unit dan ada dari beberapa NGO dan beberapa perusahaan lainnya yang menyatakan siap untuk memberikan bantuan di tahun 2026,” kata Rudy kepada wartawan, Jumat, 13 Maret 2026.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Bupati Bogor Minta Warga Lapor RT RW demi Cegah Kriminalitas

Program kolaboratif tersebut memperkuat skema pembiayaan yang telah disiapkan pemerintah daerah sejak pendataan pada 2025. Saat itu, sebanyak 2.750 unit dibiayai APBD, ditambah dukungan 1.500 unit dari pemerintah pusat.

Memasuki 2026, jumlah rutilahu yang belum tertangani tersisa sekitar 19.000 unit. Dari angka tersebut, sekitar 8.000 unit ditargetkan diperbaiki tahun ini melalui kombinasi pendanaan pusat dan partisipasi swasta.

Rudy menegaskan, distribusi perbaikan dilakukan merata di seluruh wilayah. Meski demikian, sejumlah kecamatan masuk kategori prioritas percepatan karena tingkat kebutuhan yang mendesak.

Baca Juga: Opick Dipastikan Hadiri Salat Id Stadion Pakansari, Pemkab Bogor Siapkan Silaturahmi Akbar

Salah satu wilayah yang menjadi fokus adalah Babakan Madang. Kecamatan tersebut diproyeksikan bebas rutilahu lebih cepat dibanding wilayah lain.

“Untuk Babakan Madang kita proyeksikan mudah-mudahan dapat terselesaikan di tahun 2026-2027 dalam dua tahun kedepan karena jumlahnya kurang dari 1.000 rumah se-kecamatan,” ujar Rudy.

Dengan sisa sekitar 11.000 unit setelah program 2026 berjalan, pemerintah daerah menargetkan penyelesaian penuh dapat dicapai secara bertahap pada periode 2027 hingga 2029.

“Masih ada kurang sekitar 11.000 (rutilahu) kami optimistis sekitar tahun 2027-2029 dapat tuntas sepenuhnya,” pungkasnya.***