PEPO.id -- Ganjar Pranowo merupakan salah satu pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi. Dengan mendekatnya pemilihan presiden 2024, seorang pemimpin yang menjadi kandidat nanti akan memiliki tanggung jawab yang besar atas negara dan masyarakatnya.
Calon presiden 2024 Ganjar Pranowo, yang memiliki slogan “Tuanku Rakyat, Jabatan Hanya Mandat”, merupakan sosok yang sudah menjalankan tanggung jawabnya terhadap berbagai kalangan rakyatnya ketika menjadi Gubernur Jawa Tengah.
Beberapa nilai yang harus dimiliki seperti bertanggung jawab, merupakan sesuatu hal yang harus dijunjung tinggi walaupun bukan menjadi seorang pemimpin.
Pemimpin yang ideal seperti Ganjar , salah satu aspeknya adalah memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab mengimplikasikan kesiapan untuk menerima konsekuensi dari segala keputusan yang diambil sebagai hasil dari tindakan yang telah dijalankan.
Baca Juga: Tempat Kuliner Bakso Populer di Sukabumi, Kelezatannya Bikin Lupa Daratan
Selain memiliki kecerdasan dan inisiatif, seorang pemimpin yang ideal juga perlu memiliki sifat yang bertanggung jawab.
Pengambilan keputusan terkait cara kerja dan pelaksanaan misi suatu kelompok haruslah dilakukan secara hati-hati, tanpa terburu-buru.
Dalam proses pengambilan keputusan, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan mendengarkan yang baik.
Sebagai pemimpin yang baik dalam hal mendengarkan, terutama saat orang-orang di sekitarnya datang untuk meminta saran dan berbagi ide.
Mereka datang kepada pemimpin dengan keyakinan bahwa mereka akan didengar dan bahwa pendapat mereka dihargai.
Sebagai pemimpin, tugasnya bukan hanya memberikan solusi segera, tetapi lebih kepada memberikan panduan dan nasihat agar individu tersebut dapat menemukan solusi sendiri dan melaksanakannya.
Baca Juga: Rekomendasi Parfum Thailand Paling Wangi untuk Pria, Dijamin Aromanya Tahan Lama
Proses menemukan solusi ini seringkali memerlukan pemikiran kreatif dan pandangan masa depan yang luas, serta pengetahuan yang mendalam. Dengan demikian, pemimpin tersebut dapat diandalkan dalam memberikan solusi yang tepat.
Komitmen Ganjar Pranowo dalam Memberantas Korupsi
Untuk menjalankan tanggung jawabnya terhadap negeri, Ganjar berfokus untuk mengurangi dan bahkan memberantas ancaman dari salah satu pihak yang tidak bertanggung jawab, yakni koruptor.
Calon Presiden Ganjar Pranowo dengan tegas menunjukkan komitmennya dalam upaya memberantas praktik korupsi di Indonesia.
Bahkan, ia berjanji akan memperkuat peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam sistem.
Ganjar mengungkapkan pandangan ini saat menghadiri acara Mata Najwa yang berjudul "3 Bacapres Bicara Gagasan" di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada Selasa, 19 September 2023.
Awalnya, ia diminta tanggapan oleh Najwa Shihab mengenai pendapat beberapa pihak yang menginginkan pembubaran KPK.
Baca Juga: Daftar Warung Bakso Legendaris di Sukabumi yang Wajib Dicoba, Rasanya Nampol Banget
Ganjar dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan pendapat tersebut, dan justru akan memperkuat peran lembaga antirasuah tersebut jika terpilih menjadi Presiden. Ganjar menjelaskan bahwa untuk menguatkan lembaga anti korupsi.
"Saya setuju untuk menguatkan lembaga KPK." Namun, selain hanya menyuarakan komitmennya terhadap penguatan KPK, Ganjar juga mengutarakan niatnya untuk merevisi regulasi yang berkaitan dengan KPK.
Dengan revisi regulasi tersebut, Ganjar berharap KPK akan menjadi lembaga yang lebih kuat dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia. Ia menegaskan, "Saya harus mengulanginya, pertama adalah menguatkan, kedua adalah merevisi regulasi."
Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut, upaya untuk memperkuat KPK adalah bagian dari pendiriannya sebagai calon presiden.
Ia sengaja menyoroti hal ini agar masyarakat mengetahui pendiriannya terhadap peran KPK. Ganjar menambahkan bahwa dirinya ingin semua tahu bahwa dirinya sebagai Capres.
"Saya ingin semua pendengar publik mengetahui pendirian saya sebagai calon presiden, sehingga tidak ada kebingungan mengenai siapa yang sedang duduk di sini."
Lebih lanjut, Ganjar mengatakan bahwa praktik korupsi masih terus berlanjut karena adanya pihak yang memanfaatkan regulasi hanya untuk keuntungan pribadi. Ia menyatakan, "Mungkin korupsi terjadi karena ada regulasi yang menguntungkan sebagian orang dan digunakan seolah-olah untuk kepentingan bersama, padahal hanya menguntungkan segelintir orang."
Ganjar juga menyoroti masalah sistem peraturan yang rentan terhadap praktik korupsi. Ia menekankan bahwa aturan mungkin tidak memadai atau bahwa praktik korupsi menjadi hal yang umum dan dibiarkan. Ganjar mengatakan,
"Mungkin aturan yang kurang baik, atau terkadang praktik itu dibiarkan. Orang kuasa biasanya mengatakan, 'Ini hal yang biasa, tidak masalah, kita yang berkuasa.' Tantangannya adalah bagaimana menghadapinya.". katanya.***




