PEPO.id -- Calon Presiden (Capres) 2024 Ganjar Pranowo membagikan lukisan sosok pahlawan nasional, Ratu Kalinyamat, di akun media sosialnya.

Diketahui, pada Hari Pahlawan 10 November 2023, pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada 6 tokoh, salah satunya adalah Ratu Kalinyamat.

Menyambut kabar tersebut, Ganjar mencuitkan di akun X nya, sebuah apresiasi terhadap sosok pahlawan tersebut.

Dikutip dari akun pribadinya, Ganjar menuliskan “Meski sekarang sudah ada AI tapi, lukisan karya Jatmiko pelukis Jepara ini jadi salah satu ilustrasi Ratu Kalinyamat yang paling terkenal. Di Hari Pahlawan ini kita patut berbangga sang Rainha de Japora ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” cuit Ganjar.

“Keberanian perempuan bernama kecil Retna Kencana ini akan menginspirasi generasi muda khususnya kaum perempuan dalam berjuang, berproses, dan berkontribusi demi kemajuan bangsa,” lanjutnya.

Ia membagikan foto yang merupakan lukisan Ratu Kalinyamat karya Jatmiko, pelukis dari Jepara.
Lalu, siapa sebenarnya sosok Ratu Kalinyamat? Berikut profilnya

Profil Ratu Kalinyamat

Ratu Kalinyamat adalah putri dari Pangeran Trenggana dan cucu Raden Patah, Sultan Demak pertama. Ia memiliki nama asli Ratna Kencana.

Ratu Kalinyamat menikah dengan Pangeran Hadiri, putra Sultan Ibrahim Aceh yang bergelar Sultan Mughayat Syah. Setelah menikah dengan Ratu Kalinyamat, ia diberi gelar Pangeran Hadiri, artinya ia datang dari Aceh ke Jepara.

Pernikahan Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadiri tidak bertahan lama. Sebab Pangeran Hadiri meninggal pada tahun 1549, dibunuh oleh utusan Arya Penangsang.

Sepeninggal suaminya, Ratu Kalinyamat menggantikan Pangeran Hadiri sebagai raja Jepara. Pada masa pemerintahannya, Jepara semakin berkembang menjadi kota terbesar di pantai utara Jawa dan memiliki armada angkatan laut yang besar dan kuat.

Perjuangannya dalam Politik

Di bidang politik dan pertahanan, pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, pelabuhan Jepara dipandang sebagai pusat pengiriman ekspedisi militer yaitu Tanjung Pura dan Lawe untuk membantu perluasan kekuasaan di Bangka dan Kalimantan Selatan.

Pada tahun 1573, Ratu Kalinyamat dimintai oleh Sultan Ali Mukhayat Syah dari Aceh untuk menggempur Portugis di Malaka.

Armada yang diberangkatkan terdiri dari sekitar 300 kapal, 80 kapal di antaranya berbobot masing-masing 400 ton. Sekitar 40 kapal membawa antara 4.000 dan 5.000 tentara.

Baca Juga: 13 Kuliner Khas Cirebon yang Wajib Dicicipi, Kelezatannya Bikin Ketagihan

Wilayah Kesultanan Demak juga menjadi saksi pertarungan antara Arya Penangsang dan keturunan Sultan Trenggana. Bahkan setelah perang dengan Arya Penangsang berakhir, Ratu Kalinyamat tetap memimpin kerajaan.

Perannya dalam Bidang Ekonomi

Ratu Kalinyamat adalah seorang pemimpin yang sangat dihormati di tanah Jepara. Melalui tangannya, Jepara menjadi kerajaan maritim yang masyarakatnya hidup dari laut sebagai sumber penghidupan utama.

Ratu ini berhasil mendirikan kerajaan maritim yang kuat. Di bawah pemerintahannya, Jepara mengalami perkembangan yang sangat pesat. Artinya menjadi pelabuhan terbesar di Jawa dan memiliki armada maritim yang besar dan kuat.

Dari Jepara, pedagang datang ke Bali, Maluku, Makassar, dan Banjarmasin dengan membawa barang-barang produksi daerah masing-masing.

Selain itu hubungan baik terjalin antara Jepara dengan beberapa daerah nusantara seperti Johor, Aceh, Maluku, Banten dan Cirebon.

Semua itu menegaskan bahwa misi diplomatik yang diemban Ratu Kalinyamat sukses gemilang. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa beliau adalah ratu maritim nusantara.

Itulah sosok pahlawan nasional Ratu Kalinyamat yang diberikan penghormatan oleh Ganjar Pranowo.