PEPO.id — Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang meluas hingga ke wilayah Jawa Barat mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperketat perlindungan kesehatan masyarakat.
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade), menginstruksikan warga hingga kalangan pengusaha industri untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman gangguan pernapasan.
Jaro Ade mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para pekerja ruang terbuka seperti pengemudi ojek online (ojol), agar selalu mengenakan masker saat beraktivitas harian.
Baca Juga: Ikuti Arahan Gubernur Jabar, Bupati Bogor Terapkan PJJ Mulai 7-8 September 2026
“Kami mengimbau agar masyarakat Kabupaten Bogor untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi para Ojol atau ojek online,” ujar Jaro Ade, Minggu (6/9/2026).
Guna membentengi kesehatan publik secara masif, Jaro Ade memerintahkan jajaran teknis—mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, instansi kecamatan, hingga pemerintah desa—untuk turun langsung membagikan masker secara gratis dan menggelar layanan pemeriksaan kesehatan.
“Segera lakukan langkah antisipasi seperti membagikan masker gratis kepada masyarakat yang memang aktivitas sehari-harinya di luar rumah, bila perlu adakan pengecekan kesehatan gratis untuk mencegah terjadinya penyakit gangguan pernapasan akibat menghirup debu vulkanik,” pinta Jaro Ade.
Baca Juga: Bangun Akses Pasir Muncang-Taman Safari, Bupati Bogor Ajak Semua Pihak Gotong Royong
Tidak hanya sektor publik, sektor manufaktur dan industri di kawasan Kabupaten Bogor juga diminta mengambil peran aktif. Jaro Ade mewajibkan seluruh jajaran pimpinan perusahaan dan pemilik pabrik melengkapi karyawannya dengan fasilitas pelindung diri selama kualitasi udara terganggu oleh material vulkanik.
“Saya minta kepada para pemilik pabrik atau perusahaan segera menginstruksikan karyawan atau pegawainya untuk selalu memakai masker selama abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau masih mengotori udara di wilayah Kabupaten Bogor ini,” pungkasnya.
Melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan kedisiplinan warga, Pemkab Bogor berharap paparan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat terpaan abu vulkanik dapat diminimalisir secara optimal.***



