PEPO.id — Dibawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kabupaten Bogor berhasil mencatatkan diri sebagai daerah dengan jaringan fasilitas kesehatan paling luas di Jawa Barat.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026, wilayah ini menempati peringkat pertama dibandingkan 26 kabupaten/kota lain di provinsi tersebut.

Capaian ini menunjukkan penguatan signifikan sektor kesehatan, tidak hanya dari sisi jumlah fasilitas, tetapi juga pemerataan layanan hingga ke wilayah terpencil. Pemerintah daerah menilai, ketersediaan fasilitas yang merata menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga: Hadiri Pengukuhan KONI Kabupaten Bogor 2026-2030, Rudy Susmanto Targetkan Prestasi Nyata di Bidang Olahraga

Salah satu indikator utama terlihat dari jumlah puskesmas. Kabupaten Bogor memiliki total 101 puskesmas, terdiri dari 30 unit rawat inap dan 71 non rawat inap. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Barat, melampaui sejumlah daerah lain seperti Sukabumi dan Garut.

Sebagai layanan kesehatan tingkat pertama, puskesmas berperan penting dalam memberikan pelayanan dasar, mulai dari pengobatan, pencegahan penyakit, hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Di tingkat komunitas, peran posyandu juga sangat dominan. Sebanyak 5.169 posyandu tersebar di berbagai wilayah, termasuk desa-desa yang sulit dijangkau. Kehadiran layanan ini menjadi garda terdepan dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.

Selain itu, sistem layanan kesehatan di Kabupaten Bogor turut diperkuat oleh 31 rumah sakit umum dan 286 klinik pratama. Kombinasi ini membentuk jaringan layanan yang terintegrasi, memungkinkan masyarakat mendapatkan akses pengobatan secara cepat, mulai dari tingkat dasar hingga rujukan lanjutan.

Baca Juga: CFD Tegar Beriman Jadi Ajang Bupati Bogor Perkuat Kedekatan dengan Warga

Rudy Susmanto menegaskan, pemerataan fasilitas kesehatan menjadi fokus utama pemerintah daerah. Menurutnya, akses layanan yang setara harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Pemerataan fasilitas kesehatan adalah kunci agar seluruh masyarakat, baik di perkotaan maupun pelosok, mendapatkan layanan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan sektor kesehatan tidak hanya diukur dari jumlah fasilitas, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya memastikan layanan kesehatan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup warga.

“Kami ingin memastikan setiap warga Kabupaten Bogor memiliki akses kesehatan yang baik, sehingga angka stunting bisa ditekan dan kualitas hidup masyarakat terus meningkat,” tambahnya.***