PEPO.id — Perlindungan terhadap kesehatan masyarakat di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Seiring berlanjutnya penanganan pemadaman dan pendinginan bara api di tumpukan sampah, Pemkab Bogor menyiagakan empat posko kesehatan serta menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak paparan asap.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengonfirmasi bahwa kesiapsiagaan layanan medis dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat telah disiapkan sejak hari pertama musibah kebakaran melanda.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Pastikan Operasional TPSA Galuga Pulih Bertahap
Langkah responsif ini digulirkan melalui koordinasi intensif bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor untuk memastikan setiap keluhan kesehatan warga, terutama risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dapat ditangani secara gratis dan cepat.
“Prinsip kami keselamatan masyarakat itu yang paling utama. Kami mohon maaf kalau belum maksimal, tetapi kami upayakan semua tertangani satu per satu,” ujar Rudy Susmanto di lokasi penanganan, Kamis (10/9/2026).
Penyiapan sarana medis dan logistik tersebut berjalan beriringan dengan taktik pembongkaran gundukan sampah setinggi lebih dari 10 meter oleh armada ekskavator untuk menyiram bara api tersembunyi.
Langkah pembongkaran ini dinilai krusial agar asap pekat tidak terus menerus mencemari udara pemukiman sekitar.
Baca Juga: Jalur Damkar Terhambat, Bupati Rudy Susmanto Hentikan Operasional TPA Galuga Sehari
“Pada saat dibongkar, tiba-tiba keluar asap mengepul warna hitam. Itu sebenarnya di dalamnya masih ada bara api yang menyala. Kalau tidak kita bongkar, ditunggu satu, dua, tiga hari tidak akan pernah mereda apinya,” jelas Rudy.
Ia menegaskan, Pemkab Bogor akan terus bersinergi dengan Pemkot Bogor dan seluruh unsur terkait hingga seluruh titik panas tuntas disterilkan dan kondisi udara di Cibungbulang kembali aman bagi warga.
“Kita tidak boleh terlena walaupun sudah tidak terlihat api. Potensi api masih bisa muncul. Penanganan kebakaran ini tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama-sama antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.***



