PEPO.id - Seorang mahasiswa sekaligus dosen Universitas Islam Nasional (UIN) Radin Inten Lampung yang dikenal dengan inisial SYH juga ditangkap dan diidentifikasi oleh netizen yang mencurigai mahasiswa tersebut berinisial Veni Oktaviana.

Menanggapi hal tersebut, netizen mulai mengusut profil media sosial Instagram pelajar yang diduga Veni Oktaviana tersebut. Salah satu pengguna Twitter bahkan membagikan akun yang diyakini miliknya.

Veni Oktaviana saat ini diduga kuat adalah nama asli mahasiswa yang terlibat penggerebekan SYH pada Senin, 9 Oktober 2023, di kediaman dosennya di Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Seperti apa profil dan Instagram Veni Oktaviana?

Sebagai akibat dari perkembangan ini, informasi mengenai biodata dan profil VO telah menjadi sorotan publik, karena ada kecurigaan bahwa dirinya memiliki keterlibatan dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang terungkap dari akun yang dibagikan kepada publik, berikut adalah beberapa informasi mengenai biodata dan profil VO:

- Nama: Veni Oktaviana

- Tempat, tanggal lahir: Bandar Lampung, 2001

- Alma mater: Manajemen Pendidikan Islam, UIN Raden Intan Lampung

- Instagram: @/veni_oktavv

Veni Oktaviana, tersangka mahasiswi, digerebek bersama dosen SYH. Penggerebekan bermula saat warga curiga dengan kelakuan SYH yang kerap mengurung perempuan di rumahnya yang sepi.

Kabid Humas Polda Lampung, Kapolsek Umi Fadillah Astutik, mendapat laporan dari warga bahwa SYH diduga melakukan hubungan badan dengan VO sebanyak enam kali.

Saat SYH dan VO ditangkap polisi, mereka mengaku sudah berpacaran selama sebulan.

Polisi juga mendalami dugaan lain apakah terkait dengan aktivitas akademisnya.

“Enam kali itu dilakukan dalam waktu satu bulan, terkait modusnya apakah berkaitan nilai tugas, masih didalami, jadi sementara murni pacaran," kata Kombes Umi Fadillah Astutik saat jumpa pers, Selasa 10 Oktober 2023.

Rumah SYH digerebek warga pada Senin 9 Oktober 2023 sekitar pukul 10 malam. Kala itu warga bersama ketua RT dan sekuriti memergoki SYH dan VO melakukan tindak asusila.

Adapun dalam penggerebekan tersebut, turut diamankan beberapa barang bukti seperti tisu magic yang umumnya dipakai sebelum berhubungan seksual.

"Satu kotak tisu magic yang masih terbungkus, satu plastik tisu bekas pakai, celana dalam cream dan satu helai daster hitam corak bunga-bunga," ungkap Umi.***