PEPO.id — Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan penanganan banjir di Kecamatan Cigudeg berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Pemerintah Kabupaten Bogor langsung mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengevakuasi warga serta mendistribusikan bantuan bagi korban terdampak.

Sejak laporan pertama diterima, jajaran pemerintah daerah bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk merespons kondisi darurat.

Fokus utama diarahkan pada keselamatan warga sekaligus percepatan penanganan di lapangan.

“Sejak laporan masuk, kami langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk turun ke lapangan. Saat ini kami fokus pada keselamatan warga dan percepatan penanganan, agar kondisi segera terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Rudy Susmanto.

Baca Juga: Demi Kenyamanan Bersama, Bupati Bogor Tegaskan Penataan Wilayah Tanpa Penggusuran

Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air meningkat drastis.

Kondisi tersebut mengakibatkan tembok penahan tanah di beberapa titik tergerus, sehingga aliran kali tersumbat dan meluap ke permukiman.

Luapan air bahkan sempat kembali terjadi pada malam hari sebelum akhirnya ditangani oleh petugas.

Data sementara mencatat sedikitnya enam desa terdampak, yakni Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Renggasjajar, Batujajar, dan Tegallega.

Sebanyak 50 warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun masjid terdekat.

Baca Juga: Rudy Susmanto Siapkan Layanan Haji Modern di Bogor, Lengkap dengan Hotel Syariah dan Ballroom

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 25 rumah mengalami kerusakan ringan dan tiga lainnya rusak berat.

Atas arahan Bupati, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor bersama unsur kecamatan, TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, hingga aparat desa bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

Upaya yang dilakukan mencakup kaji cepat di lokasi, penanganan sesuai standar operasional kebencanaan, serta edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, penanganan juga melibatkan pihak PLN untuk memastikan instalasi listrik di wilayah terdampak dalam kondisi aman, guna mencegah risiko lanjutan bagi warga.

Di sisi lain, distribusi bantuan mulai dilakukan secara bertahap. Dinas Sosial Kabupaten Bogor menyalurkan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari perlengkapan bayi, selimut, pakaian bersih, hingga bahan pokok untuk warga terdampak.

Rudy menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan infrastruktur serta normalisasi aliran sungai guna mencegah kejadian serupa.

“Saya minta seluruh jajaran tetap siaga dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan terbaik. Kita hadir untuk masyarakat,” tegasnya.***