PEPO.id - Pemanasan global adalah fenomena peningkatan suhu rata-rata di bumi yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir, yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia.
Fenomena ini merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Efek dari pemanasan global sudah dirasakan di seluruh dunia.
Salah satu dampak yang paling terlihat adalah perubahan iklim yang ekstrem. Misalnya cuaca menjadi semakin tidak menentu, terjadinya gelombang panas yang lebih sering, musim dingin yang lebih pendek, serta badai dan hujan lebat yang semakin parah.
Bahkan salah satu tempat ikonik di Indonesia yakni Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya Papua menjadi salah satu lokasi yang paling jelas terkena dampaknya.
Benar sekali, tidak seindah namanya salju abadi yang ada di Puncak Jaya diperkirakan akan meleleh dan hilang pada tahun 2026 mendatang.
Yang harus diketahui, salju abadi di Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya, merupakan salah satu fenomena alam paling unik dan luar biasa di dunia.
Terletak di wilayah tropis Papua, Indonesia, Carstensz Pyramid adalah salah satu dari sedikit tempat di garis khatulistiwa yang memiliki salju abadi.
Fenomena ini terjadi karena ketinggian gunung yang mencapai 4.884 meter di atas permukaan laut, di mana suhu menjadi cukup rendah untuk mempertahankan es dan salju di puncaknya.
Namun sayang, salju abadi di Carstensz Pyramid kini menjadi langka dan semakin menyusut karena dampak dari perubahan iklim global.
Penelitian menunjukkan bahwa gletser di Carstensz Pyramid telah mengalami penyusutan yang signifikan.
Pada tahun 1970-an, gletser menutupi area yang jauh lebih luas, namun pada awal abad ke-21, gletser tersebut mulai mencair dengan kecepatan yang lebih cepat.
Hal ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan pencairan es di banyak wilayah pegunungan tinggi di seluruh dunia, termasuk di kawasan Himalaya dan Andes.
Keindahan gletser yang berada di puncak gunung tertinggi di Indonesia ini masih bisa disaksikan, meski sudah mulai menyusut.
Namun, ada kekhawatiran besar bahwa anak cucu kita mungkin tidak akan lagi memiliki kesempatan untuk melihat keindahan alam yang langka tersebut. ***



