PEPO.id - Yuda, bocah 12 tahun asal kampung kecil Bakan Pintu, RT 5 RW 2, Desa Situdam, Kecamatan Jatisari, Karawang, Jawa Barat, punya cerita sedih.
Yuda adalah anak kedua, ia memiliki seorang kakak bernama Kevin Setiawan yang berusia 16 tahun, namun sang kakak tidak tinggal bersamanya dan sudah bekerja di Cikarang.
Yuda tinggal bersama adik laki-lakinya yang berusia dua setengah tahun bernama Yuska Setiawan, dan ayahnya, Iwan Setiawan, seorang pria berusia 37 tahun yang bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhannya. kebutuhan sehari-hari.
Ibu Yuda, Kasih, 35 tahun, tidak tinggal bersama mereka saat itu tetapi bekerja sebagai pekerja migran di Dubai, Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Resep Sambal Goreng Krecek Khas Yogyakarta, Cita Rasa Pedas dan Gurih Bikin Menambah Gairah Makan
Maret 2019 Yu Da pindah ke rumah sementara 4x4 bersama ayah dan adik laki-lakinya. Rumah itu jauh dari layak, dan bahkan angin kencang pun bisa merobohkannya.
Rumah yang hanya memiliki kamar tidur, dapur, dan kamar mandi, dindingnya hanya kain asbes, dan atapnya juga sangat sederhana, sehingga mereka khawatir akan hujan, bukan hanya karena kebocoran air, tetapi juga karena rumahnya akan roboh.
Menurut sang ayah, rumah itu dibangun di atas tanah kerabat, dan karena tekanan keuangan, ia harus menjual rumah tua itu. Bahkan, mereka memiliki keinginan untuk membeli bahan bangunan guna memperbaiki kerusakan rumah yang mereka tinggali saat ini. Namun sayang, memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk makan pun bisa sangat sulit, apalagi jika Anda sedang melakukan perbaikan rumah.
Untuk mendukung ekonomi ibu yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama, semua kebutuhan pokok termasuk makanan bergantung pada persalinan ibu. Bukannya sang suami tidak berusaha, tapi penyakitnya membuatnya semakin lemah.
Awalnya ia bisa melakukan pekerjaan serabutan, termasuk sebagai kuli bangunan. Pada 2019, jumlah Ivan terbaring tak berdaya meningkat, tampaknya menderita tumor otak. Diperkirakan Ivan mulai menderita cerebral palsy pada tahun 2016 yang merupakan tahun ketiganya.
Baca Juga: Fandy Christian Diduga Selingkuh Dengan Andi Annisa, Dahlia Poland Unfollow Instagram Sang Suami
Di tahun ketiga itu pula namanya penyakitnya semakin parah, ia menjadi lebih sering kejang-kejang dan sudah tak mampu lagi untuk bekerja, nyaris tak ada pemasukan untuk keluarganya kecuali jika sang istri atau anak pertama mengirim uang.
Uang dari anak pertama kerap digunakan Iwan membeli susu untuk Yuska, yaitu adik dari Yuda atau anak terakhirnya. Namun tak sampai di situ cobaan yang mereka hadapi, sang istri pun tak sanggup memikul beban ekonomi keluarga, hingga meminta untuk berpisah saja, hal itu membuat Iwan semakin frustasi, ia mengkhawatirkan nasib kedua anaknya masih kecil.
Yuda yang baru berumur 12 tahun dan merupakan pelajar kelas 6 SD, ialah yang paling terdampak atas keadaan tersebut, bagaimanapun sang ayah hanya bisa memotong tolong kepadanya jika terjadi sesuatu.
Di usia yang baru 12 tahun Yuda harus berjuang mendampingi ayahnya, juga harus berjuang merawat sang adik yang baru berusia dua setengah tahun. Menurut sang ayah, selama ini yuda lah yang kerap menyiapkan makan untuk ayah dan Adiknya, juga mencari berbagai kebutuhan jika sang ayah sedang kambuh, tentunya Yuda pula yang selama ini mengurus rumah, sebuah beban yang sangat berat bagi anak seusianya.
Baca Juga: Resep Mie Celor Khas Palembang, Kini Bisa Cicip Hidangan Nikmat dan Mantap di Rumah
Terkadang jika sang ayah sedang kejang-kejang, Yuda hanya bisa menangis sambil memijat kepala ayahnya, berharap agar sang ayah bisa segera pulih, karena merawat ayah dan adiknya pula, pola makan Yuda menjadi tak teratur, begitupun dengan aktivitas lain termasuk bersekolah.
Yuda karena bolos dari sekolah dan memilih untuk merawat sang ayah, Yuda sebenarnya berkeinginan untuk masuk ke pesantren, Ia juga bercita-cita untuk menjadi seorang polisi. Namun kini harapannya seolah Pupus, ia tak sanggup untuk meninggalkan ayahnya.
Diketahui Iwan sudah sering keluar masuk rumah sakit, Iwan pernah dirawat di rumah sakit Siloam Purwakarta, namun belakangan Ketika semakin parah, Iwan akhirnya dirawat di rumah sakit Hasan Sadikin di Bandung.
Melihat Yuda yang kerap wara wiri mengurus sang ayah, beberapa tetangga juga orang yang tak dikenal kadang memberikan bantuan, baik makanan ataupun uang. Yuda mengatakan ada orang banyak membantu mereka, salah satu yang disebut adalah ibu Lurah.
Baca Juga: Awas! Kurang Tidur dan Suka Mendengkur Berisiko Mengalami Glaukoma, Simak Penjelasannya
Namun demikian tak jarang pula mereka tetap kekurangan, maka untuk memenuhi kebutuhan kadang sang ayah datang ke tetangga ataupun ke saudara untuk meminjam uang.
Sedangkan untuk makanan, terkadang kakak dari ibu datang untuk memberikan makan. Di awal 2019 itu ketika penyakit sudah semakin parah, Iwan pun lebih sering masuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, beruntungnya sang ayah masih bisa dirawat dengan bantuan BPJS.
Bahkan karena jarak yang merepotkan jika harus dari Karawang ke rumah sakit, maka di Bandung mereka tinggal di Yayasan Rumah Teduh Sahabat Iin, sebuah yayasan yang membantu pasien dari luar kota untuk berobat kanker, dimana pengobatannya tentunya memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, mereka dibantu untuk tempat tinggal agar lebih dekat ke rumah sakit.
Namun, kala itu Yuda belum viral, bagaimanapun menampung 150 pasien dengan 12 rumah singgah, sang pendiri pun belum mengetahui jika ada anak kecil yang terus menemani ayahnya.
Baca Juga: Dahlia Poland Bongkar Chat Mesra Fandy Christian Dengan Selingkuhan, Isinya Panggil Sayang-sayangan
Saat merawat sang ayah itulah Yuda sudah tak pernah lagi masuk ke sekolah, terhitung hampir 3 bulan ia bolos, padahal tahun itu adalah tahun yang menentukan, ia yang sudah kelas 6 SD tentunya harus fokus untuk mempersiapkan kelulusan, juga untuk memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama.
Sesuai dengan aturan di sekolahnya, maka Yuda akhirnya diberi teguran. Jika sebulan ke depan masih tak ke sekolah, maka ia dikeluarkan dari kelas 6 SD Negeri Situdam 1.
Sebenarnya sang ayah sudah beberapa kali meminta Yuda untuk pergi saja ke sekolah, Iwan mengatakan, Yuda adalah anak yang penurut dan cekatan, ia selalu mendampingi, bahkan saat berkunjung ke rumah paman dan bibinya.
Rupanya, Yuda juga selalu memberikan suntinkan semangat kepada Iwan, jika kejangnya kambuh, Yuda tahu apa yang harus dilakukan, apalagi mereka hanya tinggal bertiga.
Kembali kepada Yuda yang hari itu menemani sang ayah di rumah Teduh, suatu hari di bulan maret 2019, tengah malam pukul 12 sang ayah kembali kumat, namun karena kumat di tengah malam, Yuda tak enak hati untuk membangunkan perawat di tengah malam.
Baca Juga: Daftar Tempat Kuliner Hits di Lumajang, Selalu Ramai Diserbu Pengunjung
Malam itu Yuda hanya bisa menangis sambil memijat kepala ayahnya, hal itu dilakukan sepanjang malam. Barulah ketika subuh Yuda bergegas menggedor kamar relawan, mengatakan jika sang ayah kejang-kejang.
Para relawan pun segera menolong Iwan, sementara Yuda diberi uang 100.000 untuk makan, namun uang itu hanya dipegang begitu saja, Yuda tak beranjak kemanapun atau membeli makan, Ia hanya terus menangis menemani ayahnya yang kejang-kejang.
Hari itu seorang relawan melapor kepada Ira Ningsih pendiri Yayasan, ada anak kecil yang terus menemani ayahnya untuk berobat, Ira Ningsih pun langsung mengejar ke rumah sakit.
Sesampainya di UGD, itulah pertama kalinya ia mengetahui Yuda, padahal sudah 3 bulan ini Yuda tinggal di yayasannya.
Ira Ningsih pun merekam Yuda yang sedang menangis, dan kemudian mengunggah videonya, video inilah yang kemudian viral.
Viralnya video tersebut membuat dukungan untuk Yuda mengalir deras, ketika Yuda diundang ke acara Hitam Putih, terungkap bahwa ia menyukai sepakbola, khususnya tim Persija.
Yuda pun menerima dukungan moral dari ketua tim Persija, yang dikirim melalui sebuah video, kala itu juga banyak yang ingin mengadopsi, meski mengetahui sang ayah masih hidup.
Ira Ningsih mengaku jika banyak bantuan dana diberikan untuk Yuda, banyak yang siap menjamin kelangsungan sekolahnya, ia yakin ke depan juga akan diberikan kemudahan.
Terkait dengan sekolah, pihak sekolah akhirnya bisa mentoleransi, untuk mengejar ketertinggalan pelajaran selama ini rumah Teduh akhirnya menyediakan guru les privat hingga Yoda siap untuk menghadapi Ujian Nasional.
Itulah kisah teladan dari Yuda meski dengan segala keterbatasannya Ia tetap berbakti dan berusaha untuk berjuang.***

