PEPO.id - Saat ini, kesalahan saya mungkin terutama pada orang tua saya.
Ketika saya berani melakukannya dengan kekasih saya ketika kami belum menikah.
Bukan hanya itu, saya mengalami dua kali keguguran karena pacar saya Evan tidak mau punya bayi dulu.
Saat Evan meninggalkanku, aku seperti anak ayam piatu yang ingin mati saja.
Singkat cerita, saya juga menjual diri saya kepada seseorang yang mengenal hidung belang Tante Merry
Ya, tante itu mengenalkanku saat aku sedang asyik berggoyang di suatu club malam di bilangan Casablanka, Jakarta.
" Vi..ada yang mau kenalan," Kata tante Merry memanggilku sambil menarik baju seksi yang kubeli dari butik mewah terkenal.
"Siapa tante? Tanyaku mendekat," aku pun melihat tante Merry menunjuk pria di sudut bar sambil tersenyum padaku.
"Pak Johan Vi, pengusaha mutiara dari sulawesi, siapa tahu bisa bayar apartemen tahunanmu," jawab tante Merry menggodaku.
Saya akhirnya terhubung sampai suatu hari saya terobsesi bermain dengan mashup 45 tahun ke atas.
Persetan dengan dosa yang telah saya lakukan di dunia ini, tetapi Tuhan telah mengambil orang yang saya sayangi.
Saya juga melanjutkan hobi saya, mampir ke klub bersama paman saya untuk bersantai.
"Vi, om sudah transfer 35 juta ya, inget ya..kamu cuma milik om," ucap om Rudy sebelum pamit untuk pulang.
Dalam sebulan aku pun bisa meraup uang 200 juta, hanya karena menemani om-om minum hingga begituan.
Untuk begituan pun, aku juga memilih pria yang sesuai dengan tipeku. Tinggi, kekar, putih, wangi dan yang pasti harus level manager ke atas.
Tante Merry tahu tipeku, bahkan dia pun juga kecipratan dari hasil keringatku, keringat kenikmatan.
Tante Merry yang mengatur jadwal pertemuan dan kencanku. Itu pun aku meminta tante Merry benar-benar selektif.
"Tante kan sudah hapal mau kamu sayang, jadi Tante gaak bakal ngecewain kamu," Pesan itu yang tante Merry pernah utarakan padaku.***

