PEPO.id - Ini adalah kisah teman saya Michael. Karena saya mendengarnya langsung dari dia, saya percaya. Saya yakin dia tidak akan berbohong tentang hal itu.

Jadi, saat itu Mike harus keluar kota dan pergi ke kota kecil. Saya lupa tepatnya dia menginap di mana atau di hotel mana dia menginap. Yang pasti, hotel ini sudah cukup tua. Meski fasilitasnya minim, Mike memutuskan untuk menginap di sana karena hanya membutuhkan satu atau dua malam dan bisa menghemat uang.

Jadi, dia tinggal di lantai tiga hotel. Di malam hari, dia merasa lapar dan keluar untuk membeli bahan makanan.

Setelah kembali ke hotel, dia menekan tombol lift. Seperti yang biasa terjadi pada elevator, terdapat layar yang menunjukkan di lantai mana elevator berada. Mike memperhatikan bahwa lift itu sudah lama berada di lantai empat.

Baca Juga: 8 Tempat Nasi Bebek Madura Terbaik di Jakarta, Cocok Dijadikan Menu Makan Siang atau Malam

Karena hari sudah larut malam, seharusnya tidak banyak orang yang naik lift. Dia mulai bertanya-tanya apakah seseorang di lantai empat bergerak sangat lambat. Meski memakan waktu lama, lift akhirnya turun ke lobi dan dia masuk.

Namun, begitu dia masuk, dia merasakan suhu di dalam lift sangat dingin. Lift umumnya tidak memiliki AC dan di luar sangat panas. Meskipun dia takut, dia memutuskan untuk mengabaikannya. Lalu dia menekan tombol "3".

Yang aneh adalah bahwa ketika dia menekan tombol tersebut, angka "4" yang muncul di layar. Bingung, dia mencoba menekan tombol "3" berkali-kali, tetapi angka "4" terus muncul. Dia bahkan mencoba menekan tombol "4," tetapi tidak ada perubahan.

Mike merasa bahwa lift ini benar-benar bermasalah, tetapi dia tidak terlalu khawatir naik ke lantai 4. Setelah mencapai lantai 4, dia bisa turun satu lantai saja. Jadi, dia memutuskan untuk naik ke lantai 4.

Baca Juga: Kisah Mistis Seorang Ibu-ibu Dikejar Sosok Mengenakan Jas Hujan Kuning

Pada saat sampai ke lantai 4, setelah mencari-cari, akhirnya dia menemukan pintu tangga darurat. Pas sebelum mendorong pintu darurat, tiba-tiba ada sebuah tangan mungil yang memegang tangan Mike. Mike pun terperanjat.

Ternyata seorang nenek. Tubuhnya kecil dan ringkih. Dia menanya, “Pak, kenapa mau ke tangga darurat?”

Mike, pun bercerita kalau dirinya tinggal di lantai 3. Tapi karena lift-nya bermasalah, maunya cuman di lantai 3 jadi terpaksa naik ke lantai 4 lalu turun. Si nenek mendengar seksama lalu berpikir beberapa saat. Setelah itu dia pun bilang, “Hm, lebih baik saya temani kamu saja yah.”

Sebagai orang normal, tentunya terasa aneh yah, kalau di malam-malam, saat kamu mau turun tangga, ada orang asing yang menawarkan diri untuk menemanimu. Mike orang yang hati-hati juga, tetapi waktu itu dia tidak menaruh curiga pada nenek itu. Mike bilang kalau suara nenek itu, sangat-sangat familiar sekali. Itu sebabnya dia merasa aman dan percaya pada beliau.

Baca Juga: Rekomendasi OOTD Tank Top Outer, Bikin Tampilan Terlihat Semakin Cantik dan Segar

Lagipula malam-malam turun tangga darurat memang agak seram, jadi dia terima-terima saja ada yang mau menemaninya turun ke bawah.

Mike pun membuka pintu tangga darurat, tetapi di dalamnya gelap gulita. Entah karena lampunya rusak, atau memang gak dinyalakan, suasana di tangga darurat sangat seram sekali. Mike berjalan di depan, sedangkan nenek di belakang.

Waktu itu satu tangan Mike menggenggam erat pegangan, sedangkan satu lagi memegang makanan yang dia beli, sambil perlahan-lahan turun satu per satu anak tangga. Pas sampai di pertengahan lantai 3 dan 4 ada hal yang sangat menyeramkan sekali.

Dia mendengar suara wanita menangis!

Itu terlalu seram. Mike memutuskan lebih baik kembali ke lantai 4 lalu coba lift-nya lagi saja. Tetapi pas saat dia mau berputar arah, dia melihat si nenek tidak ada.

Berpikir mungkin si nenek karena tua jadi jalannya pelan, dia pun coba panggil. Saat sedang panggil-panggil, tiba-tiba seolah-olah ada telapak tangan yang menahan dua pipinya.

Mike bisa merasakan telapak tangan sedingin es di wajahnya. Tetapi herannya dia tidak bisa melihat apapun. Mau menoleh tidak bisa. Tangan yang tidak terlihat itu begitu kuat menahan wajahnya.

Baca Juga: Kisah Horor Sewa Rumah Berhantu, Banyak Teror Makhlus Halus Setiap Malam

Mike sudah takut setengah mati, dan belum sampai di situ, dia merasa ada sesuatu yang lunak, basah dan sangat dingin di dagunya. Kemudian perlahan-lahan naik ke atas mulut, lalu hidung, lalu ke dahinya. Benda lunak itu seperti lidah. Lidah yang berlendir.

Di saat itulah, tiba-tiba Mike teringat sesuatu. Dia teringat mengapa suara nenek tadi begitu familiar. Itu suara Santi. Dua puluh tahun yang lalu Mike pernah sangat mencintai seorang wanita bernama Santi. Mereka bahkan sudah bertunangan. Tetapi nasib berkata lain, mereka berdua tidak pernah berhasil menuju pelaminan karena Santi mengalami kecelakaan tragis dan meninggal…

Mike refleks teriak, “Santi! Tolong aku! Santi!”

Dalam sekejap, tangan yang menahan wajah Mike menghilang! Begitu juga benda asing yang terasa seperti lidah itu. Buru-buru Mike berlari naik kembali ke lantai 4. Karena gak berani pakai tangga darurat maupun lift, dia pun minta tolong orang di lantai 4.

Akhirnya staf hotel mengantarnya ke lantai 3. Si staf hotel bingung dengan kisah Mike. Karena menurutnya selama ini, hotel ini tidak pernah kejadian seperti itu. Mike bersikeras apa yang dia alami itu nyata. Mike dan staff bahkan sengaja melihat rekaman CCTV untuk membuktikan ucapan Mike.

Baca Juga: Objek Wisata Populer Jakarta, Tak Perlu Pergi Keluar Kota untuk Mencari Tempat Seru

Hanya saja di CCTV tidak terlihat ada nenek. Yang ada hanya Mike, yang berdiri di dekat pintu tangga darurat. Dia terlihat menoleh dan berbicara sendiri, setelah itu langsung ke tangga darurat. Itu saja yang terekam di CCTV. (tidak ada cctv di tangga darurat)

Keesokan harinya saat Mike mau checkout, baru ada seorang staf senior (yang memang baru masuk kerja di shift pagi) setelah mendengar kejadian Mike semalam, menjelaskan apa yang dia ketahui. Sebetulnya belasan tahun lalu hotel ini memang sempat ada kejadian di tangga darurat antara lantai 3 dan 4. Seorang wanita bunuh diri dengan menelan pil hingga overdosis.

Mungkin gara-gara itu, terkadang-kadang kalau ada yang lewat tangga darurat pasti diganggu. Sebetulnya, gangguan seperti itu sangat-sangat jarang terjadi. Namun kalau kejadian pasti korban akan celaka.

Pernah ada staf hotel yang terkejut mendengar suara tangisan lalu terjatuh dan mengalami patah tulang lengan. Lalu ada juga cerita penghuni hotel gegara terperanjat akhirnya kakinya terkilir. Baru kali Mike baik-baik (tidak cedera) saja walaupun sempat diganggu.

Mike merasa dia sangat beruntung. Dia percaya bisa baik-baik saja mungkin karena memang Santi yang melindunginya.***