PEPO.id - Kisah ini berkaitan dengan pengalaman Fazri Ramdhan, seorang lulusan pesantren.
Kejadian paranormal merupakan hal yang biasa terjadi di pesantren. Entah kebetulan atau ada sebab lain, saya tidak bisa menjelaskannya.
Sebagai seorang yang tinggal di pesantren, saya sendiri pernah mengalami kejadian yang mengenaskan di sana. Ada beberapa kali ketika saya masih di pesantren terjadi hal-hal aneh.
Salah satu kejadian tersebut, meski terjadi puluhan tahun lalu, masih segar dalam ingatan saya.
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Menbosha, Jajanan Khas Korea yang Otentik dan Lezat
Kisah ini terjadi pada malam hari, ketika saya dan teman saya A Ming sedang duduk diam di lantai dua asrama sambil menyetrika pakaian.
Saat itu adalah hari libur di pesantren sehingga kami memiliki waktu luang untuk melakukan apa yang kami sukai karena aktivitas santri yang biasa terhenti pada hari libur.
Karena libur panjang, banyak teman yang kembali. Namun yang tinggal di asrama hanyalah mereka yang rumahnya berada di seberang pulau, seperti Amin, atau mereka yang memilih tinggal di asrama padahal jarak rumahnya sangat dekat, seperti saya.
Asrama berlokasi tepat di belakang bangunan sekolah. Oleh karena itu, saat kami menyetrika pakaian, kami bisa melihat ke arah belakang bangunan sekolah yang gelap gulita karena lampu di kelas-kelas tidak dinyalakan.
Tidak ada juga lampu jalan yang menyala. Jadi, Anda bisa membayangkan, di depan asrama, semuanya benar-benar gelap.
Baca Juga: Kisah Horor Rumah Sakit Tua, Banyak Penampakkan dan Teror Ludah Pocong
Kembali kepada Amin dan aku yang sedang menyetrika. Saat sedang asik menyetrika, aku melihat di bawah ada bayangan orang yang berjalan pergi menjauhi asrama. Kami berdua mengenalinya. Sebut saja namanya Yahya.
Amin lalu memanggilnya sambil agak berteriak karena kami ada di lantai yang berbeda. Yahya pun menyahut. Terjadilah percakapan singkat antara keduanya tapi aku lupa apa isi perbincangannya.
Selesai berbincang, orang itu pergi menjauhi asrama melewati bangunan sekolah yang gelap gulita.
Kami pun melanjutkan kegiatan menyetrika sampai tiba-tiba dari dalam kamar ada seorang teman bertanya kepada Amin.
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Fish and Chips, Tak Perlu ke Restoran Lagi untuk Mencobanya
“Min, kamu mengobrol dengan siapa?” tanyanya.
“Si Yahya,” jawab Amin singkat.
“Hah? Dia sudah pulang tadi siang ke Jakarta.”
Aku baru ingat, Yahya memang pulang dijemput oleh keluarganya.
“Ah masa? Lalu yang berbicara denganku barusan siapa?”
Pertanyaan Amin itu kemudian menjadi akhir dari kegiatan kami menyetrika dan kami pun buru-buru masuk ke dalam kamar sementara baju-baju kami biarkan bercecer di meja setrika.
Biarlah, nanti pagi dibereskan dan malam itu kami tidur berdempetan di kasur sempit karena ketakutan.***

