PEPO.id - Mendengar kata “apartemen” biasanya mengacu pada sebuah bangunan dengan eksterior mewah dan interior bergaya. Namun jika ada rasa misteri, apakah Anda ingin tinggal di sana?
Seperti yang diceritakan dalam channel YouTube Ubud Horror Stories, ada pengalaman nyata di sebuah apartemen di kawasan Kuningan.
"Pada suatu hari, ketika om saya telah menginap di apartemen ayah saya selama tiga hari," kata saluran YouTube Ubud Cerita Horor.
"Pada malam hari sekitar pukul 01.00 WIB, om dan sepupu saya, Riko, yang berusia 33 tahun dan masih bujangan, serta sepupu saya, Denis, yang berusia sekitar 20 tahun, sedang menonton pertandingan sepak bola," kata saluran YouTube Ubud Cerita Horor.
Baca Juga: 15 Kuliner Terbaik di Jakarta Utara, Kenikmatannya Rasanya Bikin Ketagihan
Om Riko berkata kepada Denis, "Maukah kamu pergi ke minimarket untuk membeli kacang dan minuman segar agar kita bisa menikmati pertandingan ini dengan lebih nyaman?"
Namun, Dennis takut dan enggan pergi ke pasar kecil. Akhirnya Paman Riko memutuskan untuk pergi sendiri.
Paman Riko mengajak Dennis pergi bersamanya, tapi Dennis tetap tidak berani. Akhirnya Paman Riko ditinggal sendirian. Singkat cerita, Paman Riko naik lift ke bawah, dan kamar mereka ada di lantai 17. Apartemen itu totalnya ada 20 lantai.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya lift pun tiba. Saat Paman Riko masuk ke dalam lift, di dalam ada dua orang, seorang pria berjanggut tebal dan seorang wanita berpakaian kantor.
Baca Juga: Manfaat Jus Wortel untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Menyehatkan Kulit
Lalu mereka bertiga berjalan ke bawah. Namun, saat lift mencapai lantai 12, tiba-tiba lift berhenti dan pintu terbuka. Namun, lantainya kosong. Beberapa detik kemudian, pintu lift terbuka kembali.
Tiba-tiba lift-nya itu overload penuh “aneh banget kan” padahal isi di dalam lift tersebut hanya 3 orang.
Padahal kapasitas lift tersebut 10 orang tapi di dalam lift itu hanya 3 orang.
Orang yang di dalam lift kebingungan, karena lift tidak bisa ditutup dan tidak bisa turun.
Baca Juga: Kisah Horor Menakutkan, Ada Sosok Makhlus Halus Suka Menampakkan Diri dan Ajak Berkenalan
Akhirnya, bapak yang berjenggot tebal itu dengan santainya dia keluar dari lift di lantai 12.
Ia sepertinya mengalah. Akhirnya liftnya bisa ketutup karena sudah tidak overload lagi.
Akhirnya Om Riko ini sampai di lobby yang suasananya itu sepi, cuman ada satpam sendirian.
Singkat cerita selesai dari minimarket sampailah di loby, Om Riko iseng bertanya ke satpamnya.
Baca Juga: Cara Cepat Mengobati Penyakit Diare, Dijamin Ampuh dan Mudah Ditemukan
“Pak lift-nya kalau malam suka error ya?” Satpam menjawab dengan ragu “Oh iya pak emang gitu, tapi nggak papa kok santai aja.”
Akhirnya Om Riko masuk lagi ke dalam lift dan lift kebuka dan menekan nomor 17.
Kali ini, Om Riko ini sendirian di dalam lift. Kemudian terus tapi masih jauh dari lantai 17, kemudian tiba-tiba lift berhenti lagi di lantai 12.
Pintu lift terbuka namun lagi-lagi tidak ada orang satu pun dilantai itu. Om Riko sudah mulai takut karena ya sendirian.
Juga lift berhenti di lantai yang sama persis seperti tadi kejadiannya. Akhirnya Om Riko buru-buru memencet lift tombol tersebut agar bisa tertutup dan langsung aja naik ke atas.
Begitu sampai di lantai 17 pintu lift terbuka, Om Riko langsung lari di lorong membuka kunci pintu unit dan langsung masuk terus menguncinya lagi.
Baca Juga: Kisah Mistis Rumah Kos di Bandung Timur, Ada Makhluk Menyeramkan yang Mengikuti Gerakan Salat
Tetiba dia baru saja tiba di kamar apartemen, tiba-tiba ada suara pintu diketok pintu kamarnya.
Rasa penasaran Om Riko mencoba mengintip dari lobang, buat ngeliat ada orang di depan atau tidak.
Tapi tidak ada siapa-siapa di depan kamar. Om Riko kemudian membuka pintu, dan dilihatnya kanan dan kiri.
Namun diujung lorong, Om Riko melihat ada satu orang anak kecil mengintip ke arah Om Riko dari balik tembok. Seperti gamabaran hanya kepalanya doang yang mengintip.
Rasa penasan yang tinggi akhirnya Om Riko coba melihat anak kecil siapa.
Namun, dari balik tembok itu muncul lagi beberapa anak kecil, tidak hanya satu dan semua anak tersebut mukanya pucat.
Di situ Om Riko sudah mulai bergidik namun mencoba untuk tidak takut dan dia coba untuk meneriakai anak kecil tersebut.
“Woi ngapain sih kalian berisik banget malam-malam, aku laporin satpam nih”. .
Tiba-tiba anak-anak ini malah ketawa cekikikan, terus mereka langsung kabur meninggalkan Om Riko.
Setelah kepergian mereka Om Riko langsung pulang ke unitnya, tapi sebelum dia nyampe kedepan unit kamarnya, Om Riko merasakan ada angin lewat disamping kupingnya.
Ia langsung merinding. Setelahnya Om Riko buru-buru masuk ke kamar dan duduk disofa hingga akhirnya buru-buru keluar dari apartemen itu.
Mendengar cerita itu satpam tersebut dengan santainya Cuma jawab “Wah itu mah keluarga yang dilantai 12 pak, emang biasa kayak gitu soalnya anak-anaknya bandel”.
Om Riko bingung mendengar ucapan satpam tersebut, akhirnya diceritainlah.
“3 tahun lalu ada satu keluarga bersama 6 orang anaknya, entak kenapa 6 orang anak ini itu sakit dan meninggal gitu, dan orang tuanya pindah dari apartemen ini,” cerita Satpam.***

