PEPO.id - Sabtu malam, seperti biasa, saya mengundang pacar saya, Ben, ke rumah kami untuk menghabiskan waktu bersama.

Biasanya, setiap akhir pekan, orang tua saya akan pergi ke lantai atas untuk mengurus vila keluarga yang disewa di sana.

Karena saya terlalu bosan untuk terus mengikuti mereka, saya ditinggal untuk menjaga rumah.

Daripada nongkrong di mall, Ben dan aku biasanya menghabiskan waktu untuk makan, nonton film, dan main game bareng.

Baca Juga: 5 Makanan dan Minuman untuk Mengatasi Dehidrasi Ringan, Salah Satunya Air Kelapa

Namun, malam ini saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda dengannya. Memijat lembut dengan jari membuat Ben senang dan ketagihan.

Sesampainya Ben di rumah, aku melepaskan jaketnya dan menarik tangannya tanpa basa basi terlebih dahulu.

"Sayang, hari ini kita main di kamar, yuk!," ucapku, sambil menatap manja mata Ben.

"Asyik, aku suka deh kalo kamu udah gini," jawab Ben, sambil mengelus rambutku.

 

Begitu sampai di kamar, aku membiarkan Ben bersantai di tempat tidurku. Malam ini akan berbeda dari biasanya.

Baca Juga: Resep Pasmol Ikan, Menu yang Cocok untuk Disajikan saat Berbuka Puasa

Saat Ben berbaring berkonsentrasi pada ponselnya, aku mengambil gadgetnya dan duduk tengkurap.

Menerima gestur ini, Ben segera melepas ponselnya dan memeluk pinggangku.

Tersentuh, mata kekasihku perlahan tertutup kenikmatan.

Sedikit demi sedikit, saya mulai membelai dan melakukan totok wajah di wajah Ben. Pelan pelan. Setelah itu saya beralih ke bagian berbulu.

Area berbulu ini yang sering kali membuat aku merasa geli, bila Ben memainkan area ini dan digeseknya pada area tubuhku pasti aku akan merasa geli hingga lemas tak berdaya. 

Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Sulit Tidur atau Insomnia, Singkirkan Perangkat Elektronik

Aku memijat dagunya. Bila belum di cukur, Ben sering kali menggesekan dagunya ke tangan dan bahuku, hal ini tentu sangat mengganggu aku hingga rasanya sangat menggelitik.

Sepuluh menit telah berlalu. Karena pijatanku Ben tertidur pulas hingga terhantar ke alam bawah sadar. Akupun membiarkan dirinya istirahat sejenak setelah aku pijat. 

Aku mengerti, sebab semalaman dia sudah mengerjakan semua pekerjaan hingga larut malam.***