PEPO.id - Dari kejauhan, dia tampak tersenyum tetapi tidak tersenyum, dan ketika mendekati Mona Lisa, dia tampak mengerutkan bibir, memberikan kesan sedih kepada orang-orang. Misteri lukisan Mona Lisa yang populer di seluruh dunia baru-baru ini mengungkap tabir baru.

Para peneliti dari Inggris mengklaim telah berhasil memecahkan misteri di balik senyuman Mona Lisa dengan membandingkannya dengan karya Leonardo da Vinci lainnya.

Para peneliti telah menemukan petunjuk yang menarik setelah menganalisis lukisan "Princess Belle" yang menggambarkan seorang putri bangsawan dari Milan. Petunjuknya berkaitan dengan gaya pelukis Renaisans melukis Mona Lisa dengan cara ini.

Para peneliti di Universitas Sheffield Hallam yakin da Vinci menggunakan efek khusus yang sama pada kedua lukisan tersebut, dengan menggunakan efek "Sfumato", yang berarti lembut atau pucat dalam bahasa Italia.

Baca Juga: Diisukan Kabur oleh Nikita Mirzani, Antonio Dedola Akhirnya Beri Klarifikasi: Dia Memukulku

 

Warna halus dan bayangan di sekitar mulut memberikan ilusi optik yang cerdas. Jika Anda fokus pada mata, bibir akan membentuk senyuman yang agak tentatif. Namun jika kita melihat langsung ke bagian mulutnya, maka akan terlihat datar.

Relawan yang berpartisipasi dalam percobaan tersebut mengatakan bahwa Mona Lisa dan putri cantik itu tampak tersenyum, baik dilihat dari kejauhan maupun dengan pandangan kabur.

Mona Lisa dilukis oleh Leonardo da Vinci saat tinggal di Florence, Italia antara tahun 1503 dan 1504. Saat itu, Da Vinci mengunjungi seorang bangsawan Italia dan melukis potret seorang wanita yang mirip dengan Perawan Maria.

Leonardo da Vinci meminta model tersebut untuk berpose menelungkupkan tangan di depan dada, sembari berdiri tegak untuk menunjukan paras feminin dan perawakan yang mencerminkan kepribadian rendah hati, layaknya Bunda Maria. Kata mona sendiri digunakan untuk panggilan mesra kepada seorang perempuan yang disayangi.

Baca Juga: 13 Kuliner Legendaris Lumajang yang Bisa Dicoba, Dijamin Bakal Bikin Ketagihan

Lukisan Mona Lisa dilukis oleh da Vinci menggunakan cat minyak. Pilihan cat tersebut diperuntukkan menunjukan detail tubuh wanita yang menjadi model dan pewarnaan yang realistis, supaya terlihat nyata. Para kritikus seni menilai bahwa Mona Lisa menjadi lukisan yang mendasari gaya melukis realisme klasik. Sebab, lukisan ini terkenal karena kesan seolah-olah wanita di dalamnya hidup.

Wanita dalam lukisan tersebut bernama Lisa del Giocondo (lahir dari keluarga Gherardini). Ia adalah seorang bangsawan dan anggota keluarga Gherardini yang berpengaruh di kota Florence (Firenze) dan Toskana.

Lisa menikah dengan seorang pedagang kain sutra yang kaya raya bernama Francesco di Bartolomeo di Zanobi del Giocondo.

Francesco berhasil menguasai perdagangan sutra hingga mendapatkan pengaruh yang besar dalam pemerintahan, sehingga turut membuat istrinya ikut tenar di kalangan masyarakat dua kota tersebut.

Keluarga Francesco merupakan seorang penggiat seni. Maka, ia memutuskan untuk memperkerjakan da Vinci untuk melukis istrinya.