PEPO.id - Nama saya Dinda. Aku bangun pagi ini tanpa dia lagi. Saya menyadari dia selalu sangat sibuk bekerja sehingga dia bahkan tidak ingat saya ingin dipeluk dan dipeluk di malam hari.

Rekan saya adalah Andid, seorang dokter brilian yang selalu bisa dipercaya. Karena itu, ia selalu membanting tulang dari pagi hingga malam di beberapa rumah sakit.

Setelah bangun tidur dan sarapan, saya berpikir. Kenapa dia selalu sibuk dan tidak pernah memperhatikanku?

Setelah beberapa kali meminta saran dari teman, akhirnya saya menyadari bahwa ada kemungkinan untuk selingkuh.

Baca Juga: Resep Kolak Jagung Mudah dan Enak, Hidangan Takjil Favorit untuk Berbuka Puasa

Beberapa temanku menyebutnya begitu. Walaupun sesungguhnya aku ingin mempercayai pasanganku, akan tetapi hasrat ingin mengetahui sangat mendesak diriku. Aku pun meneleponnya saat jam istirahat.

“Halo, Mas kamu di rumah sakit?,” tanyaku.

“Iya lagi di rumah sakit, kenapa? Kamu tumben telepon,” ujarnya.

“Enggak apa apa, sudah makan?,” tanyaku lagi.

“Sudah, aku mau lanjut kerja ya, bye, tuut tutt tuut tutt” tutupnya.

Setelah dia mematikan teleponnya seperti itu, aku pun semakin yakin bahwa dia mungkin saja selingkuh.

Baca Juga: Resep Es Pisang Ijo, Hidangan Takjil yang Sangat Populer di Sumatera Selatan

 

Saat itu, saya segera mandi dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit tempatnya bekerja. Sesampainya di sana, saya melihat dan bertanya kepada orang-orang yang bekerja di sana.

Namun, banyak orang justru menatapku dengan mata sinis. Saya juga mengabaikannya. Beberapa waktu kemudian, pasangan saya sedang berbicara dengan seorang perawat muda, yang mengejutkan saya.

Saya kira dia setengah usia saya. Aku mengikutinya diam-diam sampai akhirnya aku menangkap mereka berdua. Bukan hanya sakit, tapi saya juga merasa badan saya panas disana saat itu.

Saya tidak percaya, hanya melihat pasangan saya disuntik dengan perawat muda. Aku membentak mereka berdua dengan marah.

“Dasar kalian berdua kurang ajar! Enggak tahu malu! Kenapa enggak ajak aku juga biar bisa main bertiga?,” kataku sambil berteriak.

Setelah kejadian itu, aku merelakan dia bahagia bersamanya. Aku pun pergi dari hidupnya.***