PEPO.id - Hal ini menimpa seorang kenalannya yang tinggal di Ancol, Jakarta Utara. Keluarga tersebut menjalankan perusahaan dagang dan menggunakan rumahnya sebagai gudang sementara hingga barang dikirim ke toko.

Oleh karena itu, tak heran jika banyak karyawan yang bekerja dari rumah, seperti mengemas dan merapikan.

Suatu hari, asisten rumah tangga seorang kenalan saya (sebut saja Mira) sedang membersihkan halaman depan rumah.

Hari sudah sore, sekitar jam lima atau enam. Saat sedang asyik menyapu lantai, tiba-tiba Mira merasa pusing, tidak bisa berdiri tegak, dan terduduk di lantai.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Jakarta 2024, Jadi Tempat Favorit Liburan Warga Ibu Kota

Melihat Mira yang tiba-tiba pusing, yang lain memutuskan untuk membiarkannya masuk ke dalam untuk beristirahat sejenak. Mira dipersilakan masuk dan diberi kesempatan istirahat.

Saya mungkin merasa sangat lelah, jadi saya berinisiatif untuk beristirahat. Sementara itu, yang lain kembali bekerja.

Setelah beberapa menit berlalu, Mira merasa sudah cukup kuat dan memutuskan untuk bangkit kembali dan melanjutkan pekerjaannya menyapu halaman depan.

Namun, hanya beberapa saat setelah mulai menyapu lagi, Mira tiba-tiba pingsan lagi. Ini membuat semua orang di dalam rumah kaget, dan mereka segera menggendongnya masuk ke dalam.

Baca Juga: Kisah Horor Diganggu Makhlus Halus hingga Menemukan Sosok Mayat di Loteng

Mereka mencoba membangunkan Mira sambil mengipasinya. Saat itu ada lima orang di ruangan tersebut. Akhirnya, Mira pun sadar kembali.

Tetapi saat pertama kali dia sadar, pertanyaan yang keluar dari mulutnya adalah, "Di mana ini? Saya sedang berada di mana?"

Reaksi tersebut membuat orang lain bingung. Mungkin Mira pingsan sebentar, atau mungkin kepalanya terbentur lantai.

Mira tiba-tiba bangkit berdiri dan dengan gesit berkata, "Saya harus pulang. Saya harus pulang!"

Baca Juga: 15 Wisata Terbaik di Jakarta yang Wajib Dikunjungi, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

Mereka berusaha menahannya, tetapi Mira bertindak tidak seperti biasanya.

"Lepaskan! Lepaskan! Saya harus pulang!" teriaknya.

Lima orang, sebagian ada yang cowok, mencoba menahannya tetapi tenaga Mira terlalu kuat. Mereka mencoba menahan sambil menenangkannya. Tetapi mereka sendiri kewalahan untuk menahannya. Teman saya ini yang berada di lantai dua juga dipanggil turun untuk bantu.

Teman saya pun buru-buru lari ke bawah, melihat Mira terlentang ditahan lima orang. Ternyata mereka tadi sudah berhasil menahannya. Tetapi untuk menahannya, mereka sampai harus menindih tangan dan kaki Mira, agar dia tidak ke mana-mana.

Tetapi Mira tetap tidak peduli. Dia terus berontak. Dia mencoba mengayunkan kaki dan tangannya. Kepalanya yang tidak ditahan juga dia angkat. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan dengan keras.

Baca Juga: Manfaat Kacang Hijau Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mencegah Sembelit

Dia pun memutar kepalanya. Dan semakin lama, lehernya semakin terpelintir. Teman saya panik, buru-buru dia segera menahan kepala Mira. Sebagai informasi, teman saya ini adalah cowok, badan atletis dan kuat. Bahkan dia pun kewalahan, karena memang sangat kuat.

Dalam kondisi panik ini, salah satu dari mereka pun mencoba menghubungi supir mereka yang biasa antar barang. Kebetulan supir dianggap paling sepuh. Mereka menelepon ke beliau untuk minta tolong, dan jika bisa membawa ustad juga.

Setengah jam kemudian Pak Supir pun datang diikuti seorang ustad. Pak Ustad kemudian membacakan doa pada air dan mencoba meminumkannya ke Mira. Hanya setelah itu Mira menjadi tenang. Dalam kondisi tenang, dia pun berkata, “Saya ingin berbicara dengan orang itu.”

Mereka pun terlibat dialog yang disaksikan 5 orang dan teman saya itu. Dialog mereka seputar bagaimana agar siapapun yang di dalam Mira, untuk segera keluar. Dan akhirnya Mira pun normal kembali. Itulah berdasarkan pengamatan teman saya.

Baca Juga: Kisah Horor saat Perjalanan Menuju Perkemahan, Banyak Gangguan hingga Suara Wanita Nyanyi

Pak Ustad merasa yang merasuki Mira ini adalah kemungkinan teman lama Mira. Mira pada masa sekolah dulu pernah memiliki seorang teman baik. Dan teman baiknya ini meninggal di depannya.

Dan kemungkinan besar roh temannya ini berada di dekat dia terus. Mira tidak mau mengakui itu. Dia memang punya teman yang meninggal saat sekolah. Tetapi dia tidak merasa pernah melihat sendiri kematian temannya itu.

Berdasarkan info Pak Ustad, kemungkinan besar roh itu mencoba memanfaatkan kondisi tubuh Mira yang kebetulan saat itu sedang lemah, merasukinya, lalu pulang ke kota asal mereka.

Kondisi luar biasa ini merupakan yang pertama kalinya terjadi. Dia pun menceritakan ke ayahnya setelah ayahnya pulang. Tetapi ayahnya sangsi. Dia merasa Mira bisa jadi hanya akting, biar dia bisa pulang. Tetapi teman saya yang sendiri mencoba menahannya, tidak yakin itu adalah akting.***