PEPO.id - Paparan cahaya biru dari perangkat elektronik saat ini menjadi perhatian serius di kalangan pakar kesehatan mata. Spektrum cahaya yang tergolong dalam high-energy visible light (HEV) ini ternyata bisa berdampak buruk jika masuk ke mata secara berlebihan.

Blue light bisa ditemukan di mana saja, termasuk dari perangkat elektronik yang kita gunakan setiap hari. Mulai dari ponsel, laptop, tablet, hingga televisi, semuanya memancarkan spektrum cahaya biru yang cukup tinggi.

Blue light termasuk dalam spektrum gelombang elektromagnetik yang tampak oleh indera penglihatan manusia. Cahaya sendiri terdiri dari berbagai spektrum warna dengan panjang gelombang berbeda. Semakin pendek panjang gelombangnya, semakin tinggi pula energi yang dibawanya.

Baca Juga: Tips Mengatasi Anak Trantum Akibat Kecanduan Gadget, Salah Satunya Ajak Keluar untuk Bermain

Dengan panjang gelombang sekitar 415–455 nanometer, blue light tergolong sebagai spektrum cahaya dengan energi paling tinggi. Ini yang membuatnya lebih mudah menembus ke dalam mata dan menimbulkan potensi kerusakan.

Selain dari gadget, sinar biru juga berasal dari matahari, yang berarti kita terpapar setiap hari secara alami. Namun, paparan dari perangkat digital yang digunakan secara intens menambah beban paparan tersebut ke mata.

Menatap layar perangkat digital secara berlebihan dapat memicu berbagai masalah pada kesehatan mata. Salah satu yang paling umum dirasakan adalah mata lelah akibat otot mata yang terus dipaksa bekerja untuk fokus terhadap cahaya yang menyebar.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata dari Penggunaan Gadget yang Terlalu Lama

1. Mata lelah
Karena sinar biru menyebar luas, mata mengalami kesulitan dalam memusatkan fokus. Akibatnya, otot mata bekerja lebih ekstra, dan kurangnya frekuensi berkedip saat menatap layar menyebabkan mata cepat kering.

Gejala mata lelah antara lain:

  • Mata kering
  • Penglihatan buram
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mata gatal atau memerah
  • Kedutan di kelopak mata

2. Sulit tidur
Paparan blue light pada malam hari, terutama sebelum tidur, dapat menekan produksi hormon melatonin zat alami dalam tubuh yang mengatur waktu tidur. Akibatnya, pola tidur terganggu dan sulit tidur pun terjadi.

Baca Juga: Jangan Sampai Kecanduan, Perhatikan Dampak-Dampak Buruk HP Pada Tumbuh Kembang Anak

Gangguan ini dapat menurunkan kualitas tidur dan mempengaruhi tingkat produktivitas harian. Orang yang sering bermain gadget di malam hari cenderung memiliki jadwal tidur yang tidak teratur dan berisiko mengalami insomnia jangka panjang.

3. Degenerasi makula
Dalam jangka panjang, sinar biru yang terus-menerus masuk ke mata bisa merusak makula, yaitu bagian retina yang bertanggung jawab menangkap cahaya. Kerusakan makula menyebabkan penurunan penglihatan, terutama di usia lanjut.

Kerusakan makula menjadi salah satu faktor utama penurunan fungsi penglihatan pada orang lanjut usia. Kondisi ini tidak bisa disembuhkan total, sehingga pencegahan sejak dini sangat penting dilakukan.

Baca Juga: Ini 10 Cara Ampuh Cegah Mata Lelah Akibat Layar Digital di Era Teknologi

Lalu, bagaimana cara melindungi mata dari paparan blue light yang terus meningkat dalam kehidupan modern?
Salah satunya adalah dengan menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan dari sinar matahari yang mengandung blue light alami.

Selain itu, kurangi durasi penggunaan perangkat elektronik, terutama di malam hari. Anda bisa mengaktifkan mode “night light” atau “blue light filter” pada layar untuk mengurangi intensitas cahaya biru.

Bila muncul rasa tidak nyaman pada mata akibat terlalu sering menggunakan perangkat elektronik, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata agar gangguan yang lebih berat bisa dicegah lebih awal.

Baca Juga: Mata Lelah? Ketahui Tips Menjaga Kesehaan Mata Berikut! Salah Satunya Menghindari AC

Blue light mungkin tidak bisa dihindari sepenuhnya, namun dampaknya bisa diminimalkan. Dengan menerapkan pola hidup sehat digital, Anda bisa menjaga kesehatan mata sekaligus meningkatkan kualitas tidur dan hidup sehari-hari.