PEPO.id - Ada berbagai macam jenis persalinan, namun apapun jenis persalinannya pasti sama baik nya untuk keselamatan ibu dan anak.
Banyak positif dan negatif dampat dari berbagai jenis persalinan, misalnya persalinan normal atau pervaginam.
Persalinan normal banyak di takuti ibu hamil karena salah satunya takut saat proses melahirkan, perenium atau bagian dekat vaginanya robek dan harus dijahit.
Pasti terpikir, apakah jahitan pada area kemaluan setelah melahirkan itu menyakitkan? Bagaimana agar vagina tidak robek saat melahirkan normal?
Saat melahirkan normal, area perineum atau dinding yang berada di antara vagina dan anus mampu meregang ketika bayi lahir. Meski demikian, masih ada kemungkinan perineum robek.
Baca Juga: 5 Makanan yang Bisa Dikonsumsi Ibu Hamil Untuk Menaikan Berat Badan Janin dengan Sehat
Tidak semua perineum yang robek saat melahirkan membutuhkan jahitan untuk pemulihan.
Kadang ibu yang baru melahirkan senang bila ia tidak diberi jahitan untuk pemulihan karena tidak perlu merasakan nyeri saat proses jahit.
Selain itu, tindakan menggunting perineum oleh tenaga kesehata yang membantu persalinan, yaitu episiotomi, juga umumnya perlu jahitan untuk menutupnya.
Lebih baik ibu mengetahui cara untuk melenturkan perineum dan mencegah agar robek tidak meluas jadi tidak perlu dijahit saat melahirkan.
1. Rajin melakukan latihan kegel
Selama hamil, ibu bisa rutin melakukan senam kegel ya. Senam kegel membantu menguatkan otot yang mendukung kandung kemih, rahim, dan usus. Mengutip WebMD, memperkuat otot-otot ini selama kehamilan dapat menambah kemampuan untuk mengendalikannya dalam persiapan melahirkan.
Otot-otot panggul yang kuat bisa mencegah robeknya perineum saat melahirkan normal. Seman ini juga dapat mengurangi risiko urinasi seperti inkontinensia setelah persalinan.
Latihan senam kegel dapat dilakukan dengan seperti saat ibu menahan urine saat sedang buang air kecil, lalu dilepaskan perlahan. Cara lain dengan memasukkan jari dalam vagina, lalu lakukan gerakan menahan buang air kecil. Apabila jari terasa seperti terjepit, artinya otot akan segera digerakkan dan dilatih.
Baca Juga: Makanan Ibu Hamil Untuk Menambah Berat Badan Janin
Saat itu, gerakkan otot selama 3 sampai 10 detik dan lemaskan. Bernapaslah secara normal dan jangan sampai kaki, bokong, dan otot perut bergerak selama melakukan senam ini.
2. Pijat daerah perineum
Pijat daerah perineum dapat dilakukan 4 sampai 6 minggu sebelum persalinan. Cara ini dilakukan untuk mengurangi risiko robekan dan dapat melahirkan tanpa jahitan.
Pijat perineum juga dapat membantu ibu mengenal tubuh sendiri, sehingga yakin dengan kemampuan untuk meregangkannya saat melahirkan. Nah, jika ibu merasa enggak nyaman, maka jangan dipaksakan untuk pijat perineum ya.
Meskipun tindakan ini bisa mengurangi risiko trauma perineum, tampaknya penurunan risiko mungkin disebabkan oleh kemungkinan wanita akan menjalani episiotomi atau tidak. Para peneliti tidak yakin mengapa hal ini terjadi, tetapi satu teori menyatakan bahwa wanita yang memilih pijat perineum lebih termotivasi untuk menghindari episiotomi.
3. Berlatih Yoga
Latihan harian seni kuno ini akan meringankan semangat ibu dan memperkuat pola pernapasan ibu hamil. Yoga aman untuk persalinan pervaginaan membantu ibu lebih rileks dan memperkuat tubuhnya untuk mempersiapkan persalinan alami. Meditasi juga mempersiapkan pikiran untuk tantangan persalinan dan persalinan.
4. Hindari Penambahan Berat Badan yang Terlalu Banyak
Pastikan ibu makan dengan bijaksana agar berat badan selama hamil tidak bertambah. Kenaikan berat badan sekitar 12 kilogram adalah normal selama kehamilan.
Penambahan berat badan yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan anak, karena alasan sekunder seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi (hipertensi gestasional), dan preeklamsia atau masalah pada plasenta. Selain itu, persalinan ibu mungkin akan datang lebih awal dari waktu yang seharusnya.
Baca Juga: Manfaat Minyak Kelapa untuk Kesehatan Bagi Ibu Hamil, Salah Satunya Meningkatkan Produksi ASI
5. menambah pengetahuan tentang hamil dan melahirkan
Bersiap untuk masa depan dan peran sebagai ibu sangat penting untuk persalinan normal. Penting untuk memiliki pengetahuan tambahan tentang berbagai jenis metode yang digunakan untuk melahirkan sehingga pilihan ibu nantinya dipandu oleh pengetahuan dan bukan emosi atau ketakutan.


