PEPO.id - Pernahkah Anda mempertanyakan apakah asupan protein harian Anda sudah cukup untuk mendukung kesehatan tubuh? Protein bukan hanya sekadar nutrisi, tetapi merupakan pondasi kekuatan dan vitalitas.

Memahami kebutuhan protein harian menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang lebih sehat dan aktif. Banyak orang belum menyadari betapa besar pengaruhnya terhadap performa tubuh dan pemulihan.

Pilihan pola makan juga memainkan peran penting. Walau tidak semua orang ingin menjadi vegetarian, mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak makanan nabati memberi dampak besar.

Baca Juga: Manfaat Kulit Ikan Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Sumber Protein yang Baik

Penelitian menunjukkan bahwa mengikuti pedoman pola makan sehat dari WHO dapat mengurangi emisi rumah kaca yang terkait dengan produksi makanan, terutama di Inggris.

Lebih jauh lagi, pola makan fleksibel, dengan meningkatkan konsumsi nabati dan menekan produk hewani, memberi keuntungan ganda: baik bagi tubuh maupun bagi bumi.

Pola ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesehatan secara menyeluruh. Pola makan sehat dan seimbang sangat berpengaruh pada sistem metabolisme dan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Kebiasaan Harian yang Bisa Bikin Wajah Terlihat Awet Muda, Salah Satunya Makan Cukup Protein

  • Protein yang tersembunyi

Sayangnya, informasi seputar kebutuhan protein sering kali disederhanakan oleh orang yang tidak memiliki pelatihan nutrisi yang tepat. Mereka menyebutkan angka, seperti 55 gram per hari untuk pria sehat.

Namun, dalam praktiknya, angka ini diubah menjadi saran makanan seperti 100 gram steak atau dada ayam panggang, masing-masing dengan 30 gram protein. Padahal, banyak makanan lain juga mengandung protein tersembunyi.

Misalnya, satu porsi makanan lengkap bisa saja mengandung 136 gram protein dan 2.500 kalori, jauh lebih tinggi dari yang dibutuhkan rata-rata pria.

Baca Juga: Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Protein yang Harus Diwaspadai, Salah Satunya Kelelahan

Memenuhi kebutuhan protein sebenarnya tidak sulit. Namun, ada kelompok yang memerlukan asupan lebih tinggi, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, pasien pascaoperasi, dan atlet.

Meski demikian, kebutuhan protein bagi kelompok tersebut jarang melebihi 1,5–2 gram per kilogram berat badan per hari.

Menu tanpa daging dan ayam pun tetap bisa menyediakan jumlah protein yang cukup. Kombinasi bahan nabati dapat menghasilkan asupan asam amino lengkap.

Baca Juga: 7 Jenis Makanan yang Memiliki Protein Tinggi untu Menurunkan Berat Badan, Salah Satunya Jagung

Sebuah survei di Inggris menemukan bahwa sebagian besar masyarakat belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan protein hariannya, terutama dari sumber yang bervariasi.

Bagi Anda yang ingin mengurangi konsumsi daging, menerapkan pola makan fleksibel bisa menjadi solusi praktis. Salah satunya dengan menghindari konsumsi daging di hari Senin.

Langkah ini tidak hanya membantu tubuh Anda, tapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Mengurangi konsumsi daging tidak berarti mengorbankan nutrisi penting.

Baca Juga: 5 Jenis Sayuran Kaya Protein yang Wajib Dikonsumsi, Salah Satunya Brokoli

Dengan kesadaran dan perencanaan yang tepat, Anda bisa mendapatkan protein yang cukup dari beragam sumber makanan, tanpa harus mengandalkan daging setiap hari.