PEPO.id - Stroke menjadi salah satu penyakit serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, baik karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah, sehingga otak kekurangan oksigen dan nutrisi.
Kekurangan suplai darah ini menyebabkan kerusakan dan kematian sel-sel otak hanya dalam hitungan menit. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab stroke dan bagaimana mencegahnya sejak dini.
Meskipun lebih umum terjadi pada orang dewasa dan lansia, stroke juga bisa menyerang anak-anak. Mengetahui faktor pemicu stroke dapat membuat masyarakat lebih siap dan segera mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Baca Juga: 10 Tips Mengontrol Hipertensi untuk Mencegah Komplikasi Serius
Pada umumnya, stroke dibedakan menjadi dua tipe, yaitu iskemik dan hemoragik. Stroke iskemik muncul akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah otak, sedangkan hemoragik terjadi ketika pembuluh darah pecah.
Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kedua jenis stroke tersebut. Berikut ini lima penyebab utama stroke yang perlu diwaspadai:
1. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor pemicu stroke yang paling sering ditemui. Tekanan yang terlalu tinggi dapat merusak dan membuat pembuluh darah di otak rentan pecah atau tersumbat.
Baca Juga: Daftar Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Darah Tinggi atau Hipertensi
2. Kolesterol Tinggi
Kadar kolesterol yang berlebih dapat memicu penumpukan plak di arteri, menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Jika kondisi ini berlanjut, risiko terjadinya stroke meningkat drastis.
3. Diabetes
Orang dengan diabetes lebih rentan terkena stroke karena tingginya gula darah bisa merusak pembuluh darah, menyebabkan penggumpalan, dan akhirnya menghambat aliran darah ke otak.
4. Aneurisma Otak
Aneurisma merupakan kondisi pelebaran abnormal pada dinding pembuluh darah otak. Jika pecah, aneurisma bisa menyebabkan stroke hemoragik yang sangat berbahaya.
Baca Juga: 5 Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Jangan Dianggap Sepele
5. Aritmia atau Gangguan Irama Jantung
Aritmia, seperti fibrilasi atrium, membuat aliran darah dari dan ke jantung menjadi tidak stabil. Kondisi ini dapat memicu terbentuknya gumpalan darah yang berpotensi menghalangi aliran di pembuluh darah otak.
Selain lima penyebab utama di atas, stroke juga bisa dipicu oleh gaya hidup tidak sehat seperti merokok, kurang berolahraga, kelebihan berat badan, serta kondisi medis lain seperti penyakit jantung atau cedera kepala berat.
Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal stroke agar dapat segera mencari pertolongan medis. Kemenkes RI telah memperkenalkan slogan “SEGERA KE RS” sebagai panduan masyarakat untuk mendeteksi gejala awal stroke.
Baca Juga: Tips Aman Puasa Ramadhan untuk Penderita Darah Tinggi, Salah Satunya Hindari Makanan Asin
Slogan ini memiliki arti:
- Senyum tidak simetris
- Gerak separuh tubuh mendadak melemah
- Bicara pelo atau tiba-tiba tidak bisa bicara
- Kesemutan separuh tubuh
- Rabun atau pandangan satu mata kabur mendadak
- Sakit kepala hebat mendadak disertai gangguan keseimbangan
Selain deteksi dini, pencegahan stroke juga perlu dilakukan secara aktif melalui pola hidup sehat. Panduan hidup sehat “CERDIK” dari Kemenkes dapat dijadikan acuan dalam mencegah stroke.
Program ini meliputi:
- Cek kesehatan rutin
- Enyahkan asap rokok
- Rajin beraktivitas fisik
- Diet sehat dan seimbang
- Istirahat cukup
- Kelola stres dengan baik
Baca Juga: Kenali 5 Gejala Stroke yang Harus Diketahui, Salah Satunya Kebingungan
Menerapkan cara-cara tersebut secara konsisten dapat secara efektif mengurangi risiko terserang stroke. Bagi Anda yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi atau diabetes, penting untuk melakukan kontrol rutin ke dokter.
Dengan penanganan yang tepat dan perubahan gaya hidup sehat, risiko terkena stroke dapat ditekan. Segera lakukan pemeriksaan medis apabila Anda mulai merasakan tanda-tanda yang tidak biasa.

