PEPO.id - Meski kerap dipandang remeh, lada hitam menyimpan berbagai khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh. Meski garam sering mendapat sorotan karena dampaknya terhadap tubuh, tak banyak yang tahu bahwa lada hitam juga memiliki pengaruh signifikan.
Selama berabad-abad, lada hitam telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional, terutama di India dan Tiongkok. Dalam pengobatan Ayurveda, lada hitam dikenal memiliki sifat karminatif, yang dipercaya mampu meredakan perut kembung.
Dalam tradisi Tiongkok, lada hitam bahkan digunakan untuk menangani epilepsi. Lada hitam berasal dari buah kering tanaman merambat Piper nigrum dan telah digunakan secara turun-temurun dalam berbagai pengobatan alami.
Baca Juga: Waspadai Kanker Mata Melanoma, Bintik Hitam Bisa Jadi Tanda Bahaya
Penelitian modern mendukung klaim lama ini. Salah satu kandungan utama lada hitam, yakni piperin, diketahui memiliki sifat antioksidan yang kuat. Rasa pedas khas dari lada hitam berasal dari senyawa aktif bernama piperin.
Antioksidan seperti piperin sangat penting karena membantu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas adalah molekul berbahaya yang bisa timbul akibat paparan sinar matahari berlebih, merokok, alkohol, hingga pola makan tidak sehat.
Jika tidak dikendalikan, radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh, mempercepat proses penuaan, dan memicu berbagai penyakit seperti kanker, diabetes, hingga gangguan jantung.
Baca Juga: Sarapan Gandum Disebut Cegah Diabetes, Ini Fakta Medis dan Anjurannya
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa piperin efektif melawan radikal bebas. Tikus yang mengonsumsi piperin mendapat perlindungan lebih optimal dibandingkan yang hanya diberi makanan berlemak.
Selain sebagai antioksidan, piperin juga memiliki efek anti-inflamasi. Peradangan kronis berkaitan erat dengan penyakit seperti rheumatoid arthritis, dan piperin diketahui dapat mengurangi nyeri dan pembengkakan pada tikus percobaan.
Rempah ini juga berperan dalam membantu tubuh menyerap zat gizi penting lainnya dengan lebih baik. Salah satunya adalah resveratrol, antioksidan dari buah beri dan anggur merah, yang membantu melindungi dari penyakit jantung, kanker, dan Alzheimer.
Baca Juga: Bawang Putih Mentah, Rahasia Alami Turunkan Gula Darah dan Jaga Jantung
Kehadiran lada hitam dapat meningkatkan bioavailabilitas resveratrol, sehingga senyawa ini lebih mudah diserap oleh tubuh. Artinya, lebih banyak senyawa aktif yang bisa digunakan secara efektif oleh tubuh.
Hal serupa juga terjadi pada kurkumin, bahan aktif dalam kunyit. Sebuah penelitian menemukan bahwa menggabungkan 20 mg piperin dengan 2 g kurkumin dapat meningkatkan penyerapan kurkumin dalam tubuh manusia hingga 2.000 persen.
Saat dikonsumsi bersama piperin, beta-karoten, senyawa dari buah dan sayuran yang diubah menjadi vitamin A menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh.
Baca Juga: Tips Perawatan Wajah Sehari-Hari agar Kulit Sehat dan Terlindungi dari Penuaan Dini
Ini membantu meningkatkan kadar vitamin A dalam darah dan memperkuat sistem imun.
Tak hanya sampai di situ, lada hitam menunjukkan potensi dalam melawan kanker. Studi laboratorium menemukan bahwa piperin dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, prostat, dan usus besar.
Piperin bahkan dianggap paling efektif di antara 55 senyawa rempah-rempah dalam membantu pengobatan kanker payudara “triple-negatif”, jenis kanker yang sangat agresif dan sulit ditangani.
Baca Juga: Dari Asma hingga Kanker Paru, Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Paru
Zat ini juga menunjukkan kemampuan mengurangi resistensi multiobat pada sel kanker, yang biasanya menghambat efektivitas kemoterapi. Ini membuat piperin semakin menarik perhatian dunia medis.
Meski demikian, penting dicatat bahwa sebagian besar penelitian masih terbatas pada hewan dan kultur sel. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian klinis untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.
Meski begitu, tak ada ruginya menambahkan lada hitam ke dalam menu makanan sehari-hari. Selain meningkatkan cita rasa, bumbu kecil ini bisa membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh.
Baca Juga: Daftar Makanan Sehat Yang Bisa Menurunkan Gula Darah Tinggi Pada Penderita Diabetes

