PEPO.id - Meski tidak seterkenal kanker paru-paru atau kanker payudara, kanker mata jenis melanoma tetap harus diwaspadai. Jenis kanker ini merupakan salah satu dari empat tipe utama kanker mata yang bisa berdampak serius jika tidak ditangani.

Melanoma mata merupakan tipe kanker mata yang paling sering ditemukan. Selain melanoma, terdapat juga karsinoma sel gepeng (squamous cell carcinoma), limfoma intraokular, dan retinoblastoma yang umumnya menyerang anak-anak.

Kondisi ini menjadi sorotan karena gejalanya kerap tidak terlihat jelas. Bahkan, pengidapnya sering kali tidak menyadari ada yang salah pada matanya hingga kanker mencapai tahap lanjut.

Baca Juga: Kenali Risikonya dan Cara Penggunaan Softlens yang Aman untuk Kesehatan Mata

Kemunculan bintik hitam pada bagian iris sering menjadi tanda awal kanker mata melanoma. Namun, tanda ini bukan satu-satunya gejala yang perlu diwaspadai.

Beberapa gejala lain yang bisa muncul mencakup penglihatan kabur, cacat penglihatan, serta iritasi atau nyeri yang disertai dengan kemerahan pada mata.

Peningkatan tekanan di bola mata juga merupakan gejala penting, karena tumor bisa mengganggu tekanan normal dalam mata dan berdampak pada penglihatan serta kenyamanan.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Kantung Mata Hitam, Perawatannya Mudah dan Bisa Dilakukan di Rumah

Tidak jarang pula muncul benjolan di bawah retina yang berbentuk kubah atau seperti jamur. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya pertumbuhan sel yang abnormal di dalam mata.

Perubahan bentuk pupil, katarak lokal, dan hyphema (yakni darah yang muncul di ruang depan mata) juga dapat menjadi tanda-tanda awal kanker mata melanoma.

Pengidap juga bisa merasakan adanya bintik-bintik atau garis yang menghalangi pandangan, atau sensasi seperti melihat kilatan cahaya tanpa sumber cahaya eksternal.

Baca Juga: Ancaman Tersembunyi dari Gadget untuk Kesehatan Mata

Salah satu gejala yang lebih mencolok adalah pembengkakan pada salah satu bola mata. Bila kamu mengalami hal ini, segera konsultasikan dengan dokter.

Tak sedikit yang belum tahu bahwa mutasi genetik dapat memicu kanker melanoma mata, menyebabkan sel-sel di mata berkembang tanpa kendali.

Di luar faktor keturunan, beberapa kondisi tertentu juga dapat memperbesar kemungkinan terkena kanker mata ini. Melanoma mata lebih sering terjadi pada ras Kaukasia dibandingkan dengan ras Afrika, serta lebih umum menyerang individu berusia lanjut, terutama mereka yang berusia 70 hingga 80 tahun.

Baca Juga: 7 Cara Efektif Mencegah Katarak Sejak Dini, dari Gaya Hidup hingga Pemeriksaan Mata

Orang dengan kulit cerah atau mata berwarna biru juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker mata jenis melanoma uveal.

Paparan sinar ultraviolet (UV), baik dari matahari maupun dari sumber buatan seperti pengelasan, turut berkontribusi terhadap risiko kanker mata, khususnya melanoma koroid dan siliaris.

Risiko juga meningkat pada individu dengan kondisi kulit turunan seperti sindrom nevus displastik, serta mereka yang memiliki tahi lalat di mata atau permukaan matanya.

Baca Juga: Ini 10 Cara Ampuh Cegah Mata Lelah Akibat Layar Digital di Era Teknologi

Para ahli menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara rutin setiap tahun, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi.

Pasalnya, kanker mata melanoma sering kali ditemukan saat pemeriksaan rutin, bukan karena keluhan tertentu. Dengan deteksi dini, potensi komplikasi dapat dicegah.

Tanpa penanganan yang tepat, kanker ini berisiko menimbulkan komplikasi berat seperti glaukoma, lepasnya retina, hingga kebutaan. Yang lebih serius, sel kanker dapat menyebar ke organ lain seperti hati, tulang, dan paru-paru.

Baca Juga: Mata Lelah? Ketahui Tips Menjaga Kesehaan Mata Berikut! Salah Satunya Menghindari AC