PEPO.id - Daun babadotan atau bandotan yang tumbuh liar di berbagai daerah Indonesia ternyata menyimpan banyak khasiat bagi kesehatan. Meski kerap dianggap gulma, tanaman ini telah lama digunakan sebagai obat tradisional sejak zaman dahulu.

Tanaman ini dikenal dengan bau daunnya yang khas dan memiliki nama ilmiah Ageratum conyzoides. Tak hanya daunnya, bagian akar dan bunganya juga sering dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal.

Mengutip dari laman Plants for A Future, tanaman asal Kepulauan Karibia ini diyakini bermanfaat untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, seperti alergi, diare, luka, hingga rematik.

Baca Juga: Nasi Dingin Dinilai Lebih Aman bagi Penderita Diabetes, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Daun babadotan mengandung berbagai senyawa aktif yang menjadi kunci manfaat kesehatannya, seperti alkaloid, saponin, flavonoid, kumarin, eugenol, polifenol, tanin, dan minyak atsiri.

Dengan berbagai kandungan tersebut, daun babadotan memiliki efek anti-inflamasi, antibakteri, antioksidan, antialergi, hingga penghancur batu ginjal (antilitik). Berikut sejumlah manfaat daun babadotan untuk kesehatan:

1. Membantu Menurunkan Risiko Diabetes dan Komplikasinya
Studi yang dipublikasikan di African Health Sciences menyatakan bahwa ekstrak babadotan dapat menurunkan kadar gula darah pada hewan uji hingga 39,1 persen. Mineral penting seperti magnesium, kalium, dan zat besi dalam tanaman ini turut membantu mencegah penyakit seperti hipertensi dan gangguan jantung.

Baca Juga: Ternyata Tidak Cuci Tangan Sehabis dari Toilet Berbahaya Terkena Bakteri, Simak Penjelasan Ahli

2. Mencegah Infeksi Bakteri dan Jamur
Minyak atsiri dari babadotan terbukti efektif melawan bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis, serta jamur beracun Aspergillus parasiticus yang dapat mencemari makanan dan udara.

3. Mencegah Penyakit Schistosomiasis
Minyak atsiri babadotan juga memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan cacing parasit penyebab skistosomiasis, penyakit yang menyerang sistem pencernaan dan saluran kemih.

4. Membantu Mengobati Diare
Di Brasil, daun babadotan sering dijadikan ramuan tradisional untuk meredakan diare dan disentri. Ekstraknya juga bermanfaat untuk meredakan kram perut, nyeri, dan demam.

Baca Juga: Cara Cepat Mengobati Penyakit Diare, Dijamin Ampuh dan Mudah Ditemukan

5. Mengatasi Anemia
Ekstrak etanol daun babadotan terbukti dapat meningkatkan jumlah sel darah merah pada hewan uji, tanpa meningkatkan jumlah sel darah putih secara berlebihan.

6. Menyembuhkan Luka pada Kulit
Ekstrak daun babadotan mampu mempercepat pembentukan sel-sel kulit baru dan memperkuat struktur jaringan kulit. Kandungan kolagen di dalamnya juga membantu memperhalus tekstur kulit yang sembuh.

7. Mencegah Kerusakan Hati Akibat Alkohol
Ekstrak daun ini dapat menekan produksi enzim AST yang meningkat akibat konsumsi alkohol berlebih, sekaligus menangkal radikal bebas yang merusak sel hati.

Baca Juga: Manfaat Konsumsi Kismis Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mencegah Anemia

8. Mengurangi Gejala Rematik
Dengan sifat anti-inflamasi, daun babadotan dipercaya mampu meredakan peradangan pada sendi akibat rematik, meskipun penelitian masih terbatas pada hewan uji.

9. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Antioksidan yang terdapat pada daun, akar, dan bunganya membantu tubuh menangkal radikal bebas serta memperkuat daya tahan tubuh, walaupun manfaat ini masih memerlukan riset lebih lanjut pada manusia.

Namun, di balik manfaatnya, daun babadotan juga menyimpan risiko efek samping. Penelitian dalam Journal of Ethnopharmacology menyebutkan bahwa tanaman ini mengandung pyrrolizidine alkaloid (PA) yang bersifat toksik bagi hati.

Baca Juga: Manfaat Daun Katuk Bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Menyembuhkan Luka Lecet Lho

Pemberian ekstrak 500–1.000 mg/kg pada tikus selama 90 hari menunjukkan dampak negatif pada organ hati, ginjal, dan darah. Karena itu, penggunaan harus dalam dosis wajar dan diawali secara bertahap.

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan interaksi antara babadotan dan obat medis secara langsung. Maka dari itu, penting berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat herbal ini bersamaan dengan pengobatan medis.

Dalam penggunaannya, daun babadotan umumnya diolah menjadi ekstrak yang dicampur dengan air sebelum digunakan. Selain untuk diminum, ekstrak atau bubuk daunnya juga dapat digunakan sebagai obat luar untuk menyembuhkan luka.

Baca Juga: Peneliti Ungkap Pizza Ternyata Bisa Meringankan Gejala Rematik, Benarkah?

Untuk mengobati luka, bubuk daun babadotan bisa ditaburkan langsung ke luka yang telah dibersihkan, kemudian ditutup dengan perban. Bubuk daun yang digunakan akan membentuk pelapis pada luka yang bisa diganti secara teratur. Pastikan daun dicuci bersih sebelum digunakan untuk pengobatan.

Jika memilih suplemen berbahan daun babadotan, ikuti aturan pemakaian yang tertera di kemasan. Penggunaan yang bijak akan membantu memaksimalkan manfaat tanpa menimbulkan efek negatif.