PEPO.id - Gerakan kayang merupakan bagian dari yoga yang dipercaya dapat membantu melenturkan tubuh, menguatkan otot, dan mengurangi ketegangan. Jika dilakukan secara rutin, kayang dapat menunjang kesehatan fisik sekaligus mental.
Dalam dunia yoga, kayang sering disebut dengan nama setu bandha. Secara harfiah, “setu” berarti jembatan dan “bandha” berarti gembok. Pose ini dilakukan dengan membungkukkan tubuh ke belakang menggunakan tangan dan kaki sebagai penopang.
Kayang biasanya dilakukan di akhir sesi yoga. Kayang bermanfaat dalam menenangkan tubuh, meningkatkan kualitas pernapasan, serta memperkuat otot bagian atas dan bawah.
Baca Juga: Yoga Tingkatkan Fleksibilitas, Kekuatan, dan Postur Tubuh secara Alami
Simak panduan melakukan kayang dengan tepat serta ragam manfaatnya bagi kesehatan.
Cara Melakukan Kayang dengan Benar
1. Posisi Awal
Berdirilah tegak dengan kaki dibuka selebar bahu dan tangan diletakkan di pinggang sebagai persiapan.
2. Mulai Melengkung ke Belakang
Perlahan-lahan, busungkan dada sambil melengkungkan badan ke belakang dan dorong pinggul ke arah depan. Biarkan kepala rileks mengikuti arah gerakan.
3. Turunkan Tangan ke Lantai
Ketika tubuh sudah cukup melengkung, turunkan tangan ke lantai perlahan. Pastikan telapak tangan menempel sempurna dan jari-jari menghadap ke arah kaki.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Anak di Tengah Musim Hujan
4. Pertahankan Posisi
Pertahankan posisi ini beberapa detik, atur napas dengan stabil, dan distribusikan berat badan secara seimbang ke tangan dan kaki.
5. Kembali ke Posisi Awal
Angkat tangan satu per satu dari lantai dan kembalikan tubuh ke posisi berdiri secara perlahan.
Manfaat Melakukan Kayang
1. Baik untuk Kesehatan Anak
Kayang membantu anak-anak dalam meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta pemahaman. Aktivitas ini juga dapat menunjang kemampuan belajar di sekolah.
Baca Juga: Jenis Makanan dan Minuman yang Tidak Dikonsumsi untuk Mengurangi Risiko Osteoporosis
2. Membantu Penderita Osteoporosis
Latihan kayang memperbaiki postur dan mengurangi rasa nyeri akibat osteoporosis. Gerakan ini juga mengurangi risiko jatuh yang sering jadi penyebab patah tulang.
3. Meredakan Sakit Punggung
Kayang bermanfaat meredakan ketegangan otot, khususnya di bagian punggung bawah. Latihan ini juga memperkuat struktur tulang belakang.
4. Meringankan Nyeri Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
Gerakan ini membantu meringankan nyeri di punggung bawah, linu panggul, dan kekakuan di pinggul, paha, serta pergelangan kaki. Latihan ini juga bermanfaat selama menstruasi dan kehamilan.
Baca Juga: Tips Mengatasi Sakit Punggung yang Mengganggu, Bisa Dilakukan di Rumah Lho
5. Meningkatkan Fleksibilitas Pinggul
Kayang memperkuat otot perut, punggung, dan paha depan. Hal ini menjaga rentang gerak di area pinggul, penting untuk aktivitas harian seperti berjalan dan menaiki tangga.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Kondisi Kesehatan
Jika kamu memiliki riwayat cedera tulang belakang, bahu, atau tekanan darah tinggi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba gerakan ini.
2. Lakukan Pemanasan
Lakukan pemanasan terlebih dahulu agar otot dan sendi lebih lentur, guna mengurangi kemungkinan cedera saat berlatih.
Baca Juga: Siklus Menstruasi Tidak Teratur: Tanda Awal Gejala PCOS yang Harus Diwaspadai
3. Lakukan Bertahap dan Konsisten
Jika tubuh belum fleksibel, jangan memaksakan diri. Lakukan latihan ini secara bertahap agar tubuh lebih terbiasa.
4. Latihan Berulang
Untuk hasil yang maksimal, tahan posisi kayang selama beberapa detik dan ulangi hingga 10 kali dalam satu sesi latihan.
5. Perhatikan Napas
Selama melakukan pose, tetap atur napas dengan ritme teratur agar tubuh tetap rileks dan fokus terjaga.
Baca Juga: Meditasi Rutin Tingkatkan Kesehatan Mental dan Fisik secara Menyeluruh
6. Gunakan Matras yang Aman
Latih kayang di permukaan yang empuk seperti matras yoga agar tangan dan kaki memiliki penopang yang stabil.
7. Latihan Dibimbing Instruktur
Bagi pemula, disarankan latihan kayang bersama instruktur yoga agar postur tubuh benar dan terhindar dari kesalahan gerak.

