PEPO.id - Minum kopi atau teh kerap menjadi rutinitas pagi banyak orang. Selain meningkatkan kewaspadaan, kandungan kafein dalam minuman tersebut ternyata juga bermanfaat dalam mendukung aktivitas olahraga, terutama dalam membantu proses pembakaran lemak.
Kafein merupakan zat perangsang yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan energi tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa kafein tidak hanya mendongkrak semangat berolahraga, tapi juga membuat seseorang mampu berlatih lebih lama, lebih keras, dan lebih efektif.
Sebuah studi dari Universitas Granada mengungkap bahwa mengonsumsi kafein 30 menit sebelum latihan aerobik dapat mempercepat pembakaran lemak. Penelitian ini menjadi salah satu bukti terbaru dari manfaat kafein dalam mendukung kebugaran tubuh.
Baca Juga: Berikut Waktu Minum Kopi yang Bisa Sebabkan Kematian Dini
Studi ini melibatkan sebanyak 15 partisipan pria dengan usia rata-rata sekitar 32 tahun. Mereka diminta mengonsumsi plasebo atau bubuk kafein dengan dosis sekitar 3 miligram per kilogram berat badan. Jumlah ini setara dengan secangkir kopi saring berkafein tinggi.
Para peserta kemudian menjalani empat sesi uji coba. Mereka berolahraga pada pukul 08.00 pagi atau pukul 17.00 sore, dengan jadwal yang telah diacak. Penelitian dilakukan secara triple-blind, di mana peserta, peneliti, dan analis statistik tidak mengetahui siapa yang menerima kafein.
Selama sesi uji coba, para peserta diminta bersepeda dengan intensitas bertahap. Tujuannya untuk mengukur puncak oksidasi lemak, yakni proses pemecahan lemak untuk menghasilkan energi atau dikenal juga sebagai “pembakaran lemak”.
Baca Juga: Pro dan Kontra Mengonsumsi Kopi Pada Kesehatan, Para Coffee Harus Tau!
Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi kafein mampu meningkatkan pembakaran lemak dibandingkan kelompok plasebo. Bahkan, pembakaran lemak meningkat 11% pada pagi hari dan 29% saat latihan di sore hari setelah mengonsumsi kafein.
Para peneliti menjelaskan bahwa kadar adrenalin yang lebih tinggi pada sore hari turut memengaruhi proses pembakaran lemak. Meski demikian, perlu waktu hingga 42 jam olahraga intens untuk membakar 1 kilogram lemak tubuh.
Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya. Meta-analisis dari 19 studi membuktikan bahwa mengonsumsi kafein sebelum olahraga, terutama setelah puasa minimal lima jam, dapat meningkatkan pembakaran lemak saat latihan aerobik.
Baca Juga: Populer Untuk Diet, Apa Sih Keistimewaan Kopi Americano?
Penelitian juga mencatat bahwa pada kelompok plasebo, oksidasi lemak rata-rata meningkat sebesar 19 gram per jam. Sementara kelompok yang mengonsumsi kafein mencatat peningkatan hingga 25 gram per jam dalam sesi pembakaran tertinggi.
Kafein bekerja dengan meningkatkan metabolisme lemak. Senyawa ini merangsang pelepasan adrenalin yang memicu proses lipolisis, yakni pemecahan lemak menjadi asam lemak yang kemudian diproses menjadi energi oleh otot.
Di samping merangsang proses lipolisis, kafein juga menghambat kerja adenosin, zat yang menenangkan sistem saraf. Akibatnya, kafein memberikan efek stimulasi yang lebih besar pada sistem saraf pusat, sehingga tubuh menjadi lebih bertenaga saat berolahraga.
Baca Juga: Kesehatan Jantung dan Konsumsi Kopi: Manfaat dan Resiko yang Wajib Diketahui
Menariknya, studi tersebut menemukan bahwa konsumsi kafein membuat aktivitas olahraga terasa lebih menyenangkan. Hal ini dipercaya mampu meningkatkan semangat latihan dan menghasilkan pembakaran lemak yang lebih tinggi.
Studi lain menemukan bahwa kafein juga dapat meningkatkan performa olahraga yang memerlukan konsentrasi dan keterampilan, seperti tenis atau golf, serta aktivitas berintensitas tinggi dalam waktu singkat.
Namun, peneliti mengingatkan bahwa sebagian efek dalam studi ini mungkin dipengaruhi oleh kondisi puasa. Berolahraga saat perut kosong secara alami meningkatkan pembakaran lemak dibandingkan saat tubuh baru saja makan.
Baca Juga: Awas Gangguan Kesehatan! Efek Samping Minum Kopi Setelah Makan Siang yang Wajib Diketahui
Penelitian ini pun memiliki keterbatasan. Sampel yang digunakan tergolong kecil dan hanya mencakup pria aktif yang biasa mengonsumsi sedikit kafein. Diperlukan studi lanjutan yang mencakup wanita dan kelompok yang kurang aktif atau rutin minum kafein.
Meski begitu, data menunjukkan bahwa pria dan wanita cenderung memiliki respons fisiologis yang serupa terhadap kafein. Selain itu, konsumsi rutin kafein tidak selalu memberikan dampak positif tambahan dalam hal performa fisik.
Menariknya, efek plasebo juga bisa memainkan peran. Penelitian menunjukkan bahwa baik mengonsumsi kafein maupun hanya meyakini efek peningkat performanya dapat sama-sama meningkatkan pembakaran lemak secara nyata.
Meskipun peningkatan pembakaran lemak dari kafein terbilang kecil, dalam jangka panjang efeknya tetap penting. Namun, penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan energi: kalori yang dibakar harus lebih banyak dari yang dikonsumsi.

