PEPO.id - Musim hujan sering kali meningkatkan risiko penyebaran penyakit, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD), karena genangan air mudah terbentuk di tempat-tempat seperti kaleng bekas, ban, atau sampah lain yang menampung air. Genangan inilah yang menjadi tempat favorit nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Peningkatan populasi nyamuk selama musim hujan secara langsung meningkatkan risiko penularan DBD. Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama penyebab penyakit ini, dan penyebarannya paling aktif terjadi saat musim penghujan berlangsung.
Gejala DBD sangat bervariasi. Mulai dari tidak bergejala, gejala ringan, hingga gejala berat yang dapat berujung pada kematian. Anak-anak menjadi kelompok yang lebih rentan mengalami kondisi parah karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna.
Baca Juga: Waspada Wabah DBD Saat Musim Hujan Mulai Dari Penyebab, Dampak, dan Cara Pencegahannya
Salah satu komplikasi berbahaya dari DBD adalah perdarahan dan syok (renjatan), yaitu ketika cairan tubuh menurun drastis dan mengganggu aliran darah ke organ vital. Bila tidak ditangani segera, kondisi ini bisa berakibat fatal.
Orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam lebih dari tiga hari yang tidak kunjung turun meski sudah diberi obat penurun panas.
Selain itu, demam disertai bintik merah yang tidak memudar saat ditekan, atau munculnya perdarahan spontan dari mulut, hidung, maupun bagian tubuh lainnya, perlu diwaspadai.
Baca Juga: Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan, Salah Satunya Bisa Jadi Obat Demam Berdarah
Gejala lain yang mencurigakan adalah penurunan jumlah trombosit dan leukosit, serta meningkatnya hematokrit. Jika anak tampak lemas, sulit dibangunkan, atau ujung jarinya dingin meski sudah tidak demam, bisa jadi ia mengalami renjatan.
Tanda bahaya lain yang harus diperhatikan adalah muntah terus-menerus, sakit perut hebat, dan tidak buang air kecil selama 4–6 jam. Bila hal-hal ini terjadi, anak perlu segera dirawat di rumah sakit.
Selama perawatan, pemantauan pada fase kritis (hari ketika demam mulai turun) sangat penting. Dalam fase ini, cairan tubuh bisa menurun secara drastis dan menyebabkan komplikasi serius.
Baca Juga: 10 Jenis Tanaman untuk Mengusir Nyamuk, Gak Perlu Ribet Beli Obat Pengusir Lagi
Pemeriksaan darah sebaiknya dilakukan mulai hari ke-3 atau ke-4 demam. Tes darah yang disarankan antara lain hemoglobin, hematokrit, trombosit, leukosit, dan hitung jenis.
Tes serologi seperti NS1 antigen sebaiknya dilakukan pada hari ke-1 hingga ke-2, sedangkan IgM dengue sejak hari ke-5. Namun, rendahnya trombosit tidak selalu berarti DBD, karena kondisi lain juga dapat menyebabkan penurunan trombosit.
Sebelum anak dibawa ke dokter, pemberian cairan di rumah sangat dianjurkan. Berikan cairan isotonik, oralit, atau air putih yang dicampur sedikit garam dan gula. Hindari memberikan minuman tajam seperti jus jambu jika anak sedang muntah.
Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Pengusir Tikus Secara Alami di Rumah, Salah Satunya Lavender
Tidak ada larangan memberi minuman seperti jus jambu, angkak, atau sari kurma, tapi manfaatnya belum terbukti secara medis. Prioritas utama adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dan menghindari muntah yang berlebihan.
Upaya pencegahan DBD mencakup penggunaan kelambu, olesan lotion penangkal nyamuk, rutin menguras wadah air, menutup bak mandi, serta membuang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Penyemprotan insektisida (fogging) efektif untuk memberantas nyamuk dewasa, dan pemeriksaan rutin terhadap jentik nyamuk penting dalam program pengendalian sarang nyamuk.
Baca Juga: Hangat dan Sehat, Berikut Resep Minuman Herbal Tradisional Indonesia Cocok untuk Musim Hujan
Saat ini telah tersedia vaksin dengue yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap infeksi dengue berat pada anak-anak. Vaksin ini bisa diberikan kepada anak usia 9 hingga 16 tahun sebanyak tiga kali dengan jeda enam bulan.
Pencegahan terbaik DBD adalah kombinasi antara menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan gaya hidup sehat, serta memberikan vaksinasi sesuai anjuran. Mari waspadai dan cegah DBD sejak dini, terutama pada musim hujan.

