PEPO.id - Penggunaan penyedap rasa seperti MSG sudah menjadi hal lumrah dalam keseharian masyarakat Indonesia. Cita rasa gurih yang dihasilkan membuat makanan terasa lebih lezat dan menggoda selera.

MSG (monosodium glutamat) merupakan bahan tambahan pangan yang sudah lama dimanfaatkan untuk memperkuat cita rasa masakan. Namun, penggunaannya tidak boleh berlebihan karena bisa berdampak negatif bagi tubuh.

Rasa gurih yang dihasilkan MSG menyerupai glutamat alami yang terdapat dalam makanan seperti tomat, keju, daging, dan susu. Glutamat adalah asam amino yang secara alami juga diproduksi oleh tubuh manusia.

Baca Juga: Mengapa MSG Buruk Untuk Tubuh? Mari Kenali Faktanya

Meski secara umum dianggap aman, konsumsi MSG dalam jumlah besar telah dikaitkan dengan berbagai efek samping kesehatan. Para ahli pun menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakannya.

Berikut beberapa dampak yang dapat timbul akibat konsumsi MSG secara berlebihan:

1. Sakit Kepala
Konsumsi MSG dalam jumlah berlebihan dapat memicu pelebaran pembuluh darah, yang selanjutnya dapat memengaruhi fungsi saraf di otak. Akibatnya, seseorang bisa mengalami sakit kepala menusuk yang berlangsung cukup lama.

Stimulasi saraf otak yang berlebihan ini dalam jangka panjang bisa memicu kematian sel-sel saraf (neuron), yang berperan penting dalam fungsi otak.

Baca Juga: 10 Tips Mengontrol Hipertensi untuk Mencegah Komplikasi Serius

2. Kenaikan Tekanan Darah
Kandungan asam glutamat dalam MSG bisa membuat pembuluh darah mengalami perubahan diameter secara tidak stabil, sehingga memicu peningkatan tekanan darah secara drastis.

Jika terus dikonsumsi secara berlebihan, MSG bisa menjadi salah satu faktor risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, terutama pada mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.

3. Berat Badan Cenderung Bertambah
MSG meningkatkan cita rasa makanan, sehingga memicu selera makan berlebih. Makan secara berlebihan bisa meningkatkan peluang kenaikan berat badan.

Baca Juga: Daftar Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Darah Tinggi atau Hipertensi

Faktor lingkungan dan gaya hidup juga berpengaruh terhadap dampak MSG terhadap berat badan seseorang. Setiap individu memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap asupan MSG.

Dampak Kelebihan MSG pada Anak
Anak-anak ternyata tidak luput dari efek negatif MSG. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga berisiko mengalami sakit kepala dan tekanan darah meningkat setelah mengonsumsi MSG dalam dosis tinggi.

Kelebihan MSG dapat menimbulkan gangguan saraf seperti pusing atau sulit berkonsentrasi. Ini tentu berdampak pada proses belajar anak di sekolah.

Baca Juga: Penyebab Terjadinya Sakit Kepala Tegang, Gejala, dan Pengobatan yang Tepat

Batasi Konsumsi Sesuai Anjuran
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas aman konsumsi MSG sebesar 6 gram per hari. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi maksimal 5 gram per hari.

Untuk mengurangi penggunaan MSG, masyarakat bisa beralih ke kaldu nabati atau hewani alami sebagai pengganti penyedap rasa buatan.

Cara Mencegah Efek Samping MSG
Menghindari konsumsi micin secara total memang sulit, namun dapat diminimalkan. Saat makan di luar, mintalah makanan tanpa tambahan micin.

Baca Juga: Mengapa Obesitas yang Terjadi Pada Anak Sangat Berbahaya, Berikut Penjelasannya

Pilih mi instan yang berlabel bebas MSG, dan gunakan bumbu dapur alami saat memasak di rumah. Untuk menggoreng, disarankan memilih tepung bumbu yang tidak mengandung MSG tetapi diperkaya zat besi, vitamin, serta serat.

Kenali Nama Lain MSG pada Label Kemasan
Dalam label komposisi produk, MSG sering disebut dengan nama lain seperti monosodium L-glutamate monohydrate, sodium glutamate monohydrate, glutamic acid, atau monosodium salt.

Masyarakat diimbau untuk selalu membaca label komposisi pada produk makanan kemasan agar terhindar dari konsumsi MSG berlebih secara tidak sadar.

Baca Juga: Awas! Hindari 5 Makanan dan Minuman yang Memicu Migrain atau Sakit Kepala, Penasaran?

Dengan langkah bijak dan cermat dalam memilih bahan makanan, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan lezat tanpa mengorbankan kesehatan tubuh.